Portal Berita Ekonomi Kamis, 20 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:48 WIB. Pelindo III - Pelindo III tambah fasilitas shore connection di pelabuhan Tanjung Emas.
  • 18:36 WIB. Minyak - Harga minyak naik sampai US$63 per barel saat Iran menembak drone militer AS.
  • 18:24 WIB. BTN - BTN mengaku sedang melakukan penjajakan untuk mengakuisisi Bank Syariah Bukopin.
  • 14:49 WIB. Miliarder - Bernard Arnault masuk ke dalam klub eksklusif miliarder centibillionaires.
  • 14:38 WIB. China - Dell, Microsoft, dan Intel tolak proposal tarif untuk laptop China.
  • 14:27 WIB. Facebook - Parlemen AS panggil Facebook terkait Libra.
  • 14:04 WIB. Youtube - Perangi konten nakal, Youtube hapus 9 juta video.

Indo Acidatama Kembangkan Pupuk untuk Lahan Gambut

Indo Acidatama Kembangkan Pupuk untuk Lahan Gambut - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Badan Restorasi Gambut dan PT Indo Acidatama Tbk melakukan uji coba pengembangan varietas pupuk untuk meningkatkan produktivitas pertanian di lahan-lahan sub-optimal seperti pasang surut dan lahan rawa. Hasil uji coba itu mampu meningkatkan produktivitas tanaman padi hingga dua kali lipat dari semula 3,5 ton menjadi 7 ton per hektare.

Head of Marketing Division PT Indo Acitama Tbk, Edy Darmawan menyatakan, saat ini Kementerian Pertanian (Kementan) berupaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa, lebak, dan pasang surut untuk menghantarkan Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada 2045. Namun, hal ini masih terkendala produktivitas lahan sub-optimal (pasang surut, rawa lebak/gambut) yang relatif rendah, hanya sekitar 3-4 ton per hektare. Untuk itu, perusahaan mengembangkan teknologi pupuk Beka Gambut untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi di wilayah tersebut.

"Dari hasil uji coba pada gelar teknologi lapang yang dilakukan dalam rangka HPS di Kalimantan Selatan, pupuk Beka terbukti mampu menaikkan pH tanah rawa, pasang surut, dan tanah lebak. Sebenarnya lahan rawa atau pasang surut (gambut) bisa dikelola pH-nya dan diatur tata kelola airnya, sehingga memungkinkan untuk ditanami berbagai jenis benih padi," kata dia di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Ditambahkan, perusahaan yang memproduksi berbagai produk untuk pertanian, peternakan, dan perikanan seperti Beka Decomposer, pupuk organik cair POMI, Randex, dan Bioku Chick berkapasitas 60 juta liter per tahun ini siap mendukung program pemerintah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Pasalnya, selain mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan, pupuk buatan mereka dapat menekan biaya produksi sekitar Rp1,5 juta per hektare. Selama ini, produktivitas tanaman padi di lahan rawa, lebak, dan pasang surut rendah karena keasaman tanah relatif tinggi. Namun Beka Gambut dapat menaikkan pH tanah, sehingga produksi menjadi tinggi.

"Jika selama ini petani lahan rawa atau lebak menggunakan pupuk dolomit atau kapur untuk meningkatkan pH, biayanya cukup tinggi. Kalau menggunakan dolomit atau kapur, kebutuhan 1 hektare mencapai 2 ton senilai Rp2 juta. Namun dengan menggunakan Beka, biaya bisa ditekan, hanya Rp500 ribu per hektare. Pemakaian Beka 6 liter per hektare dengan harga sekitar Rp75 ribu per liter. Selain hemat biaya, Beka lebih praktis untuk digunakan," tambah Edy.

Tag: PT Indo Acidatama Tbk

Penulis: Yosi Winosa

Editor: Rosmayanti

Foto: Vicky Fadil

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,814.89 3,776.33
British Pound GBP 1.00 18,144.14 17,956.97
China Yuan CNY 1.00 2,079.35 2,058.72
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,307.00 14,165.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,856.09 9,751.19
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,829.80 1,811.57
Dolar Singapura SGD 1.00 10,506.72 10,400.91
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,112.54 15,946.96
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,439.18 3,401.78
Yen Jepang JPY 100.00 13,277.96 13,142.51

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6335.698 -3.564 636
2 Agriculture 1412.814 5.106 21
3 Mining 1618.711 2.675 46
4 Basic Industry and Chemicals 770.641 11.276 71
5 Miscellanous Industry 1309.244 -10.662 47
6 Consumer Goods 2443.659 -20.168 52
7 Cons., Property & Real Estate 498.736 6.765 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1196.374 -1.489 74
9 Finance 1290.556 -2.124 90
10 Trade & Service 804.307 -0.238 159
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 189 254 65 34.39
2 MTPS 1,010 1,260 250 24.75
3 SFAN 318 396 78 24.53
4 GLOB 258 318 60 23.26
5 SRAJ 222 270 48 21.62
6 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
7 SIMA 87 104 17 19.54
8 POLL 1,560 1,850 290 18.59
9 CNTX 490 580 90 18.37
10 SDMU 58 68 10 17.24
No Code Prev Close Change %
1 BRAM 12,500 10,000 -2,500 -20.00
2 NICK 274 230 -44 -16.06
3 PNSE 600 525 -75 -12.50
4 BOLA 422 376 -46 -10.90
5 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
6 SIPD 890 805 -85 -9.55
7 SSTM 400 362 -38 -9.50
8 ZONE 600 550 -50 -8.33
9 TFCO 510 470 -40 -7.84
10 MFMI 525 486 -39 -7.43
No Code Prev Close Change %
1 INKP 8,175 9,900 1,725 21.10
2 CSIS 97 103 6 6.19
3 MNCN 1,125 1,015 -110 -9.78
4 BMTR 400 376 -24 -6.00
5 TKIM 11,075 12,725 1,650 14.90
6 BBRI 4,290 4,310 20 0.47
7 TLKM 4,100 4,040 -60 -1.46
8 BTPS 3,050 2,860 -190 -6.23
9 BBCA 29,700 29,550 -150 -0.51
10 APLN 234 226 -8 -3.42