Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:01 WIB. XL - XL resmikan X-Camp, laboratorium IoT terlengkap di Indonesia.
  • 05:56 WIB. SMS - Pemerintah sedang siapkan prosedur pemblokiran SMS spam.
  • 05:55 WIB. Tiongkok - Tiongkok rekrut 31 anak jenius untuk kembangkan senjata berbasis AI.
  • 05:52 WIB. Twitter - Twitter bakal kedatangan fitur edit cuitan.
  • 05:51 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo ancam cabut izin First Media dan Bolt pada 17 November.
  • 05:49 WIB. DNS - Aplikasi DNS Cloudflare kini tersedia di Android dan iOS.
  • 22:43 WIB. Jiwasraya - OJK menegaskan hingga saat ini Jiwasraya belum memiliki investor baru.
  • 21:24 WIB. BUMN - Kementrian BUMN bersama dengan beberapa BUMN melakukan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa 2018.
  • 19:39 WIB. Khashoggi - Rekaman pembunuhan Khashoggi indikasikan keterlibatan putra mahkota Saudi.
  • 19:39 WIB. Taliban - 25 Tewas akibat serangan Taliban di Afghanistan.
  • 19:38 WIB. Saudi - Saudi: Hukuman mati tak pengaruhi hubungan dengan Indonesia.
  • 19:36 WIB. Afghanistan - Rusia sebut konferensi Moskow tentang Afghanistan 'unik'.
  • 19:37 WIB. Palestina - Jalur Gaza memanas, Presiden Palestina persingkat kunjungan kerja.
  • 19:37 WIB. ASEAN - Malaysia: Kerja sama perdagangan bebas ASEAN harus adil.
  • 19:36 WIB. Israel - Otoritas Gaza peringatkan militer Israel untuk tak serang warga sipil.

Kemendag Segel Dua SPBU di Bandung

Foto Berita Kemendag Segel Dua SPBU di Bandung
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tata Tertib Niaga (PKTN) Kementrian Perdagangan RI, menyegel dua unit mesin pompa bensin di dua lokasi SPBU kota Bandung, karena diduga melanggar undang-undang metrologi.

Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono Sutiarto mengungkapkan di lokasi pertama, petugas PKTN menyegel satu unit mesin pompa BBM Pertamax dan Pertalite di SBPU 34-40216 yang berlokasi di jalan Ibrahim Adji kota Bandung. 

Menurutnya, di dalam mesin tersebut, petugas menemukan adanya PCB yang sengaja dipasang untuk mempengaruhi akurasi takaran BBM. 

"SPBU disini melakukan kecurangan. Kita dapati dipasang suatu alat yang memfungsikan perubahan meteran yang keluar. Ini patut diduga melanggar undang-undang metrologi ilegal," katanya kepada wartawan di Bandung, Jumat (19/10/2018).

Veri mengungkapkan, alat berbentuk rangkaian IC itu di pasang di dalam mesin pompa sehingga mempengaruhi dua kali lipat batas toleransi aturan yang ada atau sekitat 0.2%.

Sementara itu, pihak SPBU sendiri membantah dan mengaku tidak mengetahui adanya alat tersebut terpasang di mesin pompa bbm tersebut. 

Menurut pengakuan staf administrasi SPBU 34-40216 Yati Mulyati, mesin yang bermasalah merupakan mesin bekas, yang dibeli dari pihak lain. Ia juga mengakui, setiap pagi selalu menjalan standar operating system (SOP), dengan mengecek akurasi takaran. Dalam satu hari, pihaknya mendapat jatah 1800 liter pertamax dan satu ton pertalite.

"Tiap pagi dicek dan tera ulang sudah dilakukan pada Maret 2018 lalu," katanya.

Setalah melakukan penyegelan di SPBU 34-40216, tim pun melakukan sidak di SPBU 34-40133, di jalan LRE Martadinata kota Bandung. Kembali, petugas menemukan adanya kecurangan. 

Menurut Direktur Jenderal PKTN Veri Anggrijono Sutiarto di mesin pompa BBM jenis Premium petugas menemukan saklar yang tersambung dengan modul sistem kalibrasi takaran BBM. Meski kinerja alat tersebut hampir sama dengan yang ditemukan di SPBU sebelumnya, petugas menilai alat yang terpasang di SPBU jalan Riau lebih modern.

"Di SPBU ini kita temukan alat tambahan yang terpasang di pompa. Bisa distel untuk mempengaruhi kalibrasi liter sehingga BBM yang keluar dari tanki tidak sesuai. Alat ini lebih canggih," ungkap Veri.

Veri juga mengungkapkan, pihaknya akan terus melakukan sidak dan pengawasan, karena hal itu sangat merugikan masyarakat.

Adapun, Manager SPBU jalan LRE Martadinata, Basir Ahmad mengaku  tidak mengatahui adanya alat itu, karena pihak SPBU membeli mesin bekas. Namun Basir Ahmad mengatakan, sebelum dioperasionalkan, mesin itu sudah di cek dan tera ulang yang hasilnya memenuhi standar dan aturan.

"Mesin beli  bekas dan sudah di cek serta takarannya sudah benar. Kami kaget adanya alat itu," ungkapnya.

Dari hasil sidak tersebut, selain melakukan penyegelan terhadap mesin pompa BBM, petugas juga memanggil pemilik untuk dimintai keterangan dan klarifikasi. Mereka dinilai telah melanggar Pasal 32 ayat (1) jo. Pasal 27 ayat (1) dan (2) jo. Pasal 25 huruf b Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.

Sidak yang dilakukan berdasarkan hasil pengawasan di 8 (delapan) SPBU, telah ditemukan adanya alat tambahan pada pompa ukur bahan bakar minyak berupa rangkaian elektronik/PCB (Prited Circuit Board) di salah satu SPBU yang diawasi tersebut. 

Setelah dilakukan pengujian terhadap Pompa Ukur BBM dl SPBU tersebut, hasilnya melebihi Batas Kesalahan yang Diizinkan (BKD) yaitu 10,5%. 

Tag: PT Pertamina (Persero), Bahan Bakar Minyak (BBM)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Rahmat Saepulloh

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.56 3,951.00
British Pound GBP 1.00 19,257.62 19,065.73
China Yuan CNY 1.00 2,149.82 2,128.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,969.00 14,821.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.73 10,642.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.02 1,892.05
Dolar Singapura SGD 1.00 10,824.35 10,713.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,814.68 16,646.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,569.15 3,530.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,166.51 13,032.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33