Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Efisienkan Waktu di Perjalanan, Go-Jek Luncurkan Kampanye #UdahWaktunya

Foto Berita Efisienkan Waktu di Perjalanan, Go-Jek Luncurkan Kampanye #UdahWaktunya
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Rata-rata masyarakat Indonesia yang memanfaatkan kendaraan pribadi menghabiskan waktu di perjalanan hingga 4 jam per hari, yang diakibatkan oleh kemacetan. Data tersebut berdasarjan hasil survei internal yang dilakukan Go-Jek kepada lebih dari 1000 responden di 8 kota besar di Indonesia. Padahal, masyarakat dapat memanfaatkan waktu tersebut untuk hal yang lebih produktif. Fakta tersebut yang mendasari Go-Jek sebagai pelopor penyedia layanan ride-hailing di Indonesia meluncurkan kampanye #UdahWaktunya.

VP Marketing Transport Go-jek, Monita Moerdani, mengatakan, namanya waktu yang dihabiskan di jalan akibat nyetir dan menggunakan kendaraan pribadi bisa menyebabkan masyarakat tidak produktif.

"Waktu tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan untuk bersama keluarga, teman, beristirahat atau melakukan hobi. Data kami menunjukkan, bila masyarakat menggunakan layanan ride-hailing mereka bisa hemat waktu," jelas Monita di Jakarta, Jumat (19/10/2018).

Contohnya, jelas Monita, masyarakat Surabaya bisa hemat hingga 45% waktu perjalanan dengan memanfaatkan Go-Ride. Sedangkan, yang memanfaatkan layanan roda empat bisa melakukan kegiatan lainnya sambil menunggu macet.

“Dari hasil survei kami, kedua aktivitas ini lumayan menghabiskan waktu perjalanan. Apalagi, bila konsumen membawa kendaraan pribadi. Dengan kampanye #UdahWaktunya, kami mengajak masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke layanan ride-hailing dari Go-Jek, karena ini udah waktunya masyarakat tidak terhambat macet," jelas Monita lagi.

Pernyataan yang sama disampaikan Psikolog Klinis dari Universitas Indonesia, Dessy Ilsanty. Ia mengatakan bahwa masyarakat urban usia produktif yang biasa membawa kendaraan pribadi dan terjebak macet, memiliki tekanan dari lingkungan misalnya harus berada di suatu tempat pada waktu yang ditentukan.

"Sedangkan dia masih berada di tempat yang kurang lebih sama akibat macet, sehingga memunculkan persepsi bahwa kondisi dirinya tidak dapat memenuhi tuntutan yang ada yakni tidak bisa tiba di waktu yang diharapkan. Hal ini lah yang akan memunculkan stress,” kata Dessy.

Monita juga mengatakan, layanan ride-hailing dari Go-Jek memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih fleksibel, terjangkau, dan dapat diandalkan.

“Dalam kampanye ini kami juga meluncurkan fitur inovatif edit destination, di mana pelanggan bisa dengan mudah mengganti tujuan mereka lewat aplikasi ketika berkendara dengan Go-Car tanpa perlu membatalkan orderan," ungkapnya.

Selain itu, Go-Jek juga meluncurkan fitur Go-Car L, dimana masyarakat bisa berkendara dengan mobil yang lebih lega dengan keluarga dan kerabatnya. Lewat fitur ini mobil yang disediakan lebih besar dan mampu memuat hingga 6 orang.

"Namun demikian, fitur ini baru diluncurkan di Surabaya, kedepannya tidak menutup kemungkinan kota-kota lain akan bisa menikmati fitur yang serupa," kata Monita.

Sementara itu, VP Corporate Affairs Go-Jek, Michael Say, mengatakan bahwa GO-JEK dalam setiap pengembangan produk dan layanan selalu berusaha memecahkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk tantangan terkait produktivitas.

“Semua layanan Go-Jek bertujuan supaya hidup konsumen kami semakin mudah. Mau bepergian tinggal pilih tanpa repot Go-Ride atau Go-Car, ingin pesan makan ada Go-Food, mau pijat ada Go-Massage,” kata Michael.

Tag: Go-Jek

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35