Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Ini Kata Profesor IPMI Soal Nilai Tukar Rupiah 15.000

Foto Berita Ini Kata Profesor IPMI Soal Nilai Tukar Rupiah 15.000
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Pada peralihan bulan Agustus-September 2018 yang lalu, satu angka yang berasal dari pasar finansial dan menjadi sangat populer di Indonesia, yaitu Rp15.000. Pasalnya, angka tersebut tampak menjadi angka yang mempengaruhi psikologi masyarakat akibat gaduhnya perdebatan ekonomi yang dibumbui dengan isu politis. Hal ini diungkapkan Roy Sembel, pengusaha yang juga menjabat guru besar di IPMI Internasional Business School.

"Kurs dolar AS terhadap Rupiah yang selama 20 tahun terakhir sejak Mei 1998, yaitu saat kurs melonjak liar ke atas level Rp15.000/dolar AS telah berhasil “dijinakkan” di bawah Rp15.000/dolar AS, mulai kembali mendekati level psikologis Rp15.000 tersebut," beberapa waktu lalu, di Jakarta.

Di dunia medsos, menurut Roy, banyak orang awam yang mendadak merasa menjadi ekonom ahli kurs mata uang asing dengan berbagai argumen “copas" maupun buatan sendiri yang tidak jelas logikanya.

"Pertanyaannya, dari sisi teori ekonomi keuangan, sebenarnya apa faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs valuta asing atau valas? Sebagai profesor di bidang keuangan dan investasi dan telah menggeluti bidang ini secara akademis dan praktis selama lebih dari 30 tahun, saya belajar bahwa faktor yang mempengaruhi pergerakan kurs mata uang sangat banyak dan beragam, serta terkait satu sama lain lintas waktu. Dalam bahasa media sosial, keadaan ini bisa dibilang “it’s complicated," ujar Roy.

Kendati begitu, Roy mengatakan, bahwa faktor yang mempengaruhi kurs valas ini bisa disederhanakan menjadi interaksi antara permintaan beli (demand, selanjutnya kita singkat sebagai D) dan penawaran jual (supply, selanjutnya kita singkat sebagai S) valas.

Logika ekonomi sederhananya menurut Roy, yaitu semakin banyak D suatu barang (termasuk valas) dibandingkan S-nya, kelangkaan barang tersebut membuat harga (kurs untuk valas) akan naik. Sebaliknya, semakin banyak S suatu barang (termasuk valas) dibandingkan D-nya, keberlimpahan barang tersebut membuat harga (kurs untuk valas) akan turun.

Kemudian untuk faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya D dan S Valas, Roy menilai banyak dan beragam. Namun faktor-faktor tersebut bisa disederhanakan dengan dikelompokkan menjadi faktor fundamental dan faktor persepsi risiko.

Faktor-faktor fundamental bisa mempengaruhi S dan D valas melalui dua pasar, yaitu pasar fmansial dan pasar barang/jasa. Faktor di pasar (inansiaL contohnya tingkat bunga relatif (luar negeri vs dalam negeri). Faktor di pasar barang/jasa, contohnya laju infiasi relatif (luar negeri vs dalam negeri) dan tingkat pendapatan relatif (luar negeri vs dalam negeri).

"Jika tingkat bunga di negara asing (misalnya AS) naik relatif terhadap tingkat bunga di dalam negeri, maka investasi di AS akan memberikan imbal hasil relatif lebih menarik. Akibatnya, investor akan mengalihkan investasinya dari Indonesia ke AS dengan menjual rupiah dan membeli dolar AS sehingga D dolar AS meningkat," papar Roy.

Dengan demikian, lanjut Roy, harga dolar AS meningkat. Dalam dua tahun terakhir ini, bank sentral AS (The Fed) secara agresif menaikkan tingkat bunga di AS, sehingga D terhadap dolar AS meningkat relatif terhadap banyak mata uang negara-negara lain termasuk Indonesia, sehingga kurs dolar AS menguat atau naik terhadap banyak mata uang lain termasuk rupiah.

Untuk mengimbangi kenaikan bunga di AS itu, terpaksa Bank Indonesia juga harus menaikkan tingkat bunga

Tag: Roy Sembel

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Kumairoh

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35