Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:58 WIB. IHSG - Mengakhiri perdagangan sesi I, IHSG melemah 0,94% atau 56.76 poin ke level Rp5,948.54
  • 12:48 WIB. Bijih Emas - BRMS rencanakan mulai produksi bijih emas dari proyek Citra Palu Minerals di tahun 2020.
  • 12:48 WIB. Produksi - Tahun 2021, BRMS targetkan produksi sebesar 250 ton bijih per tahun.
  • 12:48 WIB. Belanja Modal - Kembangkan proyek Dairi Prima Mandiri, BRMS dan NFC China anggarkan belanja modal US$350 juta.
  • 12:48 WIB. Divestasi - Bumi Resources Minerals divestasi 51% saham Dairi Prima Mineral kepada NFC China. 
  • 12:47 WIB. ACES - Ace Hardware membuka gerai baru di Plaza Buaran hari ini.
  • 11:24 WIB. AP II - AP II menghadirkan fitur notification dalam Indonesia Airports Apps (IA App).
  • 11:02 WIB. Anggara - Grasi diberikan jika pidana dijatuhi lebih dari dua tahun.
  • 11:02 WIB. Anggara - Baiq Nuril hanya dipidana selama 6 bulan dan dengan Rp500 juta.
  • 11:00 WIB. Anggara - Harusnya Presiden Jokowi berikan Baiq Nuril amnesti bukan grasi.
  • 10:58 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Memilih dan mengikuti kebijakan Soeharto itu hal Partai Berkarya.
  • 10:58 WIB. Arief Poyuono - Jika pencopotan Budi Gunawan tak direspon, bakal mengerahkan seluruh karyawan BUMN ke kantor BIN.
  • 10:58 WIB. BPN Prabowo-Sandi - Usulan jargon Soeharto itu hanya versi Partai Berkarya.
  • 10:57 WIB. Arief Poyuono - Kami protes pernyataan BIN soal masjid lingkungan swasta yang terpapar radikalisme.
  • 10:57 WIB. Arief Poyuono - Presiden Jokowi harus mencopot Kepala BIN, Budi Gunawan.

Taiwan Ingin Segera 'Merdeka' dari China

Foto Berita Taiwan Ingin Segera 'Merdeka' dari China
Warta Ekonomi.co.id, Taipei -

Beberapa ribu pengunjuk rasa pro-kemerdekaan berpawai di ibu kota Taiwan, Sabtu (20/10/2018), untuk memprotes "perundungan" oleh Beijing dan menyerukan referendum mengenai apakah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri itu seharusnya secara resmi menyatakan kemerdekaan dari China.

Pawai itu, salah satu terbesar di Taiwan tahun ini, diadakan oleh Formosa Alliance kelompok yang didirikan enam bulan lalu. Para pemrotes berkumpul dekat markas Partai Progresif Demokratik (DPP) yang dipimpin Presiden Tsai Ing-wen.

Kenny Chung, juru bicara Formosa Alliance, melukiskan demonstrasi itu "sangat sukses" dengan jumlah orang yang ikut unjuk rasa relatif banyak. Hubungan dengan Beijing telah memburuk sejak Tsai naik ke tampuk kekuasaan tahun 2016. China mencurigai pemimpin itu ingin mendorong kemerdekaan resmi, langkah yang tidak akan dibiarkan oleh Beijing.

China memandang Taiwan sebagai provinsi yang bandel. China tak pernah berhenti mengancam penggunaan senjata untuk memaksa Taiwan yang demokratis berada di bawah kendalinya. Tahun ini, China meningkatkan tekanan militer dan diplomasi, dengan mengadakan latihan militer udara dan laut di sekitar pulau itu dan membujuk pemerintah tiga negara yang masih mendukung Taiwan untuk menanggalkan dukungan mereka.

Para pemrotes meminta pemerintahan Tsai menentang Beijing serta menyelenggarakan referendum mengenai kemerdekaan untuk jangan sampai "dicaplok". Sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan pesan:"Jangan lagi ada perundungan; Tak ada lagi pencaplokan".

Pemilihan presiden mendatang belum akan diselenggarakan hingga tahun 2020, tetapi DPP yang berkuasa menarik indikasi dukungan dari pemilihan-pemilihan lokal di seluruh pulau tersebut, yang dijadawalkan berlangsung akhir November.

Pekan lalu, Tsai mengatakan dia akan mempertahankan 'status quo' dengan Beijing. Ia juga berjanji akan mendorong keamanan nasional Taiwan dan pemerintahannya tidak akan tunduk pada tekanan China.

Beijing sudah merasa jengkel oleh rencana pemerintah Taiwan untuk mengadakan referendum bulan depan guna memutuskan apakah Taiwan akan mengikuti pertandingan-pertandingan olahraga Olimpiade dengan nama "Taiwan" atau "China Taipei", nama yang disepakati berdasarkan kompromi yang dibuat tahun 1970-an.

Tag: Taiwan

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10