Portal Berita Ekonomi Jum'at, 14 Desember 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:20 WIB. Rupiah - Pukul 14.20, rupiah masih tertekan 0,49% di Rp14.570 per dolar AS. 
  • 14:02 WIB. Youtube - Youtube hapus 58 juta video spam.
  • 14:02 WIB. Grab - Grab yakin bakal jadi Decacorn pertama di Asia Tenggara.
  • 14:01 WIB. Fintech - Sejumlah situs fintech ilegal masih bisa diakses.
  • 14:01 WIB. Jepang - Cegah monopoli, Jepang akan perketat regulasi untuk Google cs.
  • 14:01 WIB. Renault - Renault pilih tak pecat Carlos Ghosn.
  • 13:34 WIB. Voucher - Baru dibuka, gerai Matahari di Gresik tawarkan promo voucher diskon Rp500.000.
  • 13:34 WIB. Matahari - Matahari resmi buka gerai baru di Gress Mall, Gresik. 

Masa Tanggap Darurat di Sulteng Berakhir, Apa Selanjutnya? (1)

Foto Berita Masa Tanggap Darurat di Sulteng Berakhir, Apa Selanjutnya? (1)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Sudah tiga minggu berlalu sejak gempa bumi bermagnitudo 7,4 Skala Richter (SR) mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018. Gempa bumi yang disusul tsunami, dan juga munculnya fenomena likuifaksi itu mengakibatkan sekitar 2.000-an korban meninggal dunia, 4.000-an orang luka-luka, serta puluhan ribu warga terpaksa berdiam di lokasi-lokasi pengungsian.

Bantuan pada masa tanggap darurat memang terus mengalir dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri. Selain pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan, tercatat 20 negara telah membantu pemerintah Indonesia selama penanganan darurat pascagempa Sulawesi Tengah. Selain itu, Indonesia juga memperoleh dukungan bantuan dari sejumlah badan internasional seperti PBB, ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance (AHA Centre), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.

Lalu bagaimana setelah masa tanggap darurat berakhir pada Oktober?

Tentu saja masyarakat Sulawesi Tengah membutuhkan bantuan yang sifatnya lebih berkelanjutan untuk membangun kembali penghidupan dan mata pencaharian. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Palu, Donggala, Sigi, dan sebagian wilayah lain yang terdampak gempa di Sulawesi Tengah akan dimulai awal November 2018.

Langkah ini ditempuh usai proses pencarian korban meninggal dunia dihentikan pada 12 Oktober 2018, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) BNPB yang mengatur pencarian korban bencana berlangsung selama tujuh hari dengan perpanjangan tiga hari. Untuk mempersiapkan rehabilitasi dan rekonstruksi, pemerintah harus menghitung nilai total kerugian dan kerusakan akibat bencana, serta dana yang dibutuhkan untuk proses tersebut.

Dibutuhkan waktu dua tahun untuk merehabilitasi kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla. Jaminan tersebut diberikan oleh pemerintah pusat berdasarkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk pemulihan secara cepat daerah yang terdampak bencana.

Wapres menjelaskan bahwa proses rehabilitasi dan rekonstruksi akan terbagi dalam dua tahap. Tahap pertama adalah tanggap darurat yang berjalan selama dua bulan, kemudian pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal. Tahap kedua adalah rehabilitasi dan rekonstruksi rumah-rumah serta bangunan yang mengalami kerusakan sedang dan berat.

"Rumah yang rusak direhabilitasi sambil rekonstruksi bersamaan untuk bangunan yang sudah ambruk betul," kata Jusuf Kalla yang juga Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) pusat itu.

Bukan hanya berkoordinasi secara internal, Kalla juga membicarakan upaya rehabilitasi pascagempa bumi Sulawesi Tengah dengan CEO Bank Dunia Kristalina Georgieva di sela-sela pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Bali, 10 Oktober lalu. Pembahasan mengenai upaya rehabilitasi dan rekonstruksi daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah serta Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi agenda penting pemerintah Indonesia dan Bank Dunia.

Kedua pihak akan segera bekerja bersama untuk menyusun program rehabilitasi dan merealisasikannya sehingga kehidupan masyarakat terdampak bencana dapat kembali pulih.

Tag: Gempa

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: WE

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6177.720 62.143 621
2 Agriculture 1516.070 10.982 20
3 Mining 1776.514 21.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 846.848 12.353 71
5 Miscellanous Industry 1420.317 27.074 46
6 Consumer Goods 2515.883 16.594 49
7 Cons., Property & Real Estate 455.102 3.544 73
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1062.130 21.053 71
9 Finance 1176.328 11.338 91
10 Trade & Service 791.531 -0.850 153
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 344 430 86 25.00
2 SOTS 436 545 109 25.00
3 PNSE 750 935 185 24.67
4 ZONE 446 555 109 24.44
5 KICI 212 260 48 22.64
6 SAFE 171 206 35 20.47
7 JKSW 60 68 8 13.33
8 KAEF 2,550 2,850 300 11.76
9 TRAM 163 180 17 10.43
10 OASA 318 350 32 10.06
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 555 418 -137 -24.68
2 INPP 605 480 -125 -20.66
3 GMTD 14,900 13,425 -1,475 -9.90
4 BTEK 137 125 -12 -8.76
5 SMDM 152 139 -13 -8.55
6 DSSA 14,725 13,500 -1,225 -8.32
7 BBLD 492 454 -38 -7.72
8 AKPI 780 720 -60 -7.69
9 ETWA 78 72 -6 -7.69
10 OCAP 244 226 -18 -7.38
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 372 360 -12 -3.23
2 KPAS 710 705 -5 -0.70
3 RIMO 142 151 9 6.34
4 TLKM 3,650 3,750 100 2.74
5 TRAM 163 180 17 10.43
6 PGAS 2,130 2,150 20 0.94
7 PTBA 4,310 4,500 190 4.41
8 BBRI 3,620 3,680 60 1.66
9 CPIN 6,500 6,950 450 6.92
10 UNTR 29,300 29,300 0 0.00