Portal Berita Ekonomi Kamis, 24 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:07 WIB. Pajak - BPN: Prabowo-Sandiaga bertekad menaikkan rasio pajak (tax ratio) 16 persen.
  • 14:11 WIB. WhatsApp - Kata.ai sediakan chatbot di WhatsApp Business, layani konsumen 24 jam.
  • 13:53 WIB. Microsoft - China blokir mesin pencari Microsoft, Bing.
  • 13:51 WIB. Blue Origin - Blue Origin berhasil luncurkan uji coba roket turis Antariksa.
  • 13:21 WIB. Hoaks - Kemenkominfo terima pengaduan 733 hoaks disebar lewat WhatsApp.
  • 12:58 WIB. Obligasi - Adira Finance terbitkan obligasi senilai Rp618 miliar dan sukuk mudharabah senilai Rp214 miliar. 
  • 12:01 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG ditutup hijau 0,20% ke level 6.464,02. 
  • 11:51 WIB. UMA - BEI tetapkan saham PT Siwani Makmur Tbk (SIMA) sebagai saham unusual market activity (UMA). 
  • 11:50 WIB. Dolar AS - Hingga pukul 11.50 WIB, dolar AS makin terdepresiasi 0,21% ke level Rp14.150.
  • 11:08 WIB. Akuisisi - PT Multi Indocitra akuisisi 51% saham PT Nusapangan Sukses Makmur senilai Rp6 miliar. 

Ternyata, Inilah 5 Pemicu Runtuhnya Situs Media Sosial

Foto Berita Ternyata, Inilah 5 Pemicu Runtuhnya Situs Media Sosial
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Penutupan situs jejaring sosial Path yang terjadi minggu lalu mengingatkan kejadian serupa yang menimpa Friendster, MySpace, Google+, dan sebagainya. Berbagai faktor menjadi pemicu di balik gagalnya situs-situs media sosial tersebut. Mulai dari gitur yang tak bersifat inovatif hingga harus mati perlahan karena tergerus persaingan. Untuk membahas lebih dalam tentang penyebab runtuhnya situs-situs media sosial di masa lalu, Warta Ekonomi telah mengumpulkan data dari berbagai sumber.

Adapun faktor-faktor yang memicu runtuhnya situs-situs media sosial adalah sebagai berikut:

1. Menyerupai taman bertembok

Salah satu penyebab kegagalan situs jejaring sosial adalah tembok di sekitar yang dibangun oleh pihak pembuat situs. Hal tersebut membuat mereka tak mau berbagi informasi dengan pihak lain karena takut akan mengurangi kekuatan. Oleh karena itu, kemampuan interoperabilitas (kemampuan untuk bertukar informasi dengan cara bermanfaat) pun terbilang kecil dan itu menyebabkan terhambatnya pertumbuhan situs.

Sementara, situs yang membuka kesempatan untuk berintegrasi dengan ditus lain cenderung lebih cepat bertumbuhannya. Mereka dapat memperoleh manfaat dari situs lain yang berkaitan dengan menciptakan subjaringan yang lebih terspesialisasi. Contohnya, situs media sosial besar yang menjadi repositori (tempat penyimpanan) besar dari situs-situs yang lebih kecil dapat menciptakan 2 subjaringan berbeda, situs pencarian pekerjaan pada penggunaan horizontal  dan situs pertukaran materi para ahli pada penggunaan vertikal.

2. Tidak terintegrasi dengan aplikasi lain

Kini, hanya ada sedikit pengguna yang memanfaatkan media sosial hanya untuk sekadar berkenalan. Ada nilai-nilai tertentu yang ingin pengguna capai memlalui penggunaan media sosial, baik itu untuk mencari pekerjaan, mendapatkan informasi dari para ahli, mencari nafkah, maupun mencari pasangan.

Nilai-nilai tersebut bisa diperoleh bila situs jejaring sosial terintegrasi dengan  komponen lain, seperti surat elektronik dan aplikasi perpesanan. Unsur-unsur seperti visibilitas pengguna (online/offline), lokasi, dan komunikasi (kontak untuk menghubungi pengguna) dapat sangat menambah nilai sebuah situs media sosial karena dapat memudahkan pengguna terhubung dengan pengguna lainnya.

3. Sifat pertemanan yang tidak terperinci

Di beberapa situs media sosial, status keseluruhan pertemanan antarpengguna dinilai setara. Misalnya, Anda telah mengenal A sejak 10 tahun lalu, sedangkan baru mengenal B selama beberapa bulan, status pertemanannya bernilai sama pada media sosial. Perincian hubungan yang kurang menjadi salah satu pemicu kegagalan suatu situs jejaring sosial.

Contoh fitur perinci hubungan terdapat pada salah satu jejaring sosial besar, Instagram. Fitur close friends yang mengizinkan pengguna untuk mendata teman-teman dekatnya adalah contoh dari perincian hubungan yang dibutuhkan dalam media sosial. Sementara, contoh lainnya ada pada Twitter, yakni list atau daftar yang dapat dibuat pengguna berdasarkan rincian yang mereka tentukan sendiri. Misal, daftar A untuk teman sekolah, daftar B untuk teman kantor, dan sebagainya.

4. Tidak ada sistem penghargaan ataupun hukuman

Sebagian besar jejaring sosial menekankan nilai pada jumlah koneksi yang dimiliki pengguna, bukan pada kualitas koneksi tersebut. Oleh karena itu, banyak pengguna yang berlomba-lomba untuk terhubung dengan banyak orang, tanpa memikirkan kualitas koneksi yang mereka bangun.

Memang, beberapa media sosial, seperti Youtube dan Instagram, menyiapkan penghargaan untuk para pengguna yang memiliki koneksi dalam jumlah besar. Hal tersebut tentu menjadi salah satu pemicu persaingan jumlah koneksi. Namun, tak semua media sosial menyiapkan hadiah serupa dan itulah yang menyebabkan sebuah situs media sosial mengalami kegagalan.

5. Masalah privasi

Tidak dapat dipungkiri, beberapa pengguna (terutama yang umurnya lebih tua) merasa cemas ketika harus memberikan datanya saat mendaftar di situs media sosial. Kecemasan tersebut muncul karena mereka takut datanya tidak akan aman berada di internet. Terlebih lagi, dengan adanya kasus pencurian data oleh peretas yang terjadi pada Facebook baru-baru ini. Oleh karena itu, pihak penyedia situs jejaring sosial sangat perlu memerhatikan faktor keamanan privasi dan meyakinkan para pengguna/calon pengguna media sosial agar dapat memercayakan data mereka kepada pengelola situs.

Tag: social media

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6451.170 -17.392 627
2 Agriculture 1640.427 -7.445 21
3 Mining 1864.844 1.106 47
4 Basic Industry and Chemicals 904.219 1.419 71
5 Miscellanous Industry 1406.336 0.714 46
6 Consumer Goods 2610.330 -8.382 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.669 2.928 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1152.073 -1.667 71
9 Finance 1230.662 -13.605 91
10 Trade & Service 803.833 8.815 155
No Code Prev Close Change %
1 MLPL 94 124 30 31.91
2 WIIM 183 236 53 28.96
3 CLAY 476 595 119 25.00
4 ISAT 2,380 2,960 580 24.37
5 ISSP 91 113 22 24.18
6 INCF 264 320 56 21.21
7 INPP 860 1,040 180 20.93
8 OCAP 264 318 54 20.45
9 SQMI 252 300 48 19.05
10 MPPA 163 192 29 17.79
No Code Prev Close Change %
1 YPAS 645 560 -85 -13.18
2 KIOS 1,580 1,410 -170 -10.76
3 TBMS 1,035 940 -95 -9.18
4 SIDO 810 750 -60 -7.41
5 INCI 580 540 -40 -6.90
6 TNCA 266 248 -18 -6.77
7 TIRA 300 280 -20 -6.67
8 BPTR 83 78 -5 -6.02
9 KPAS 185 174 -11 -5.95
10 BKSW 184 174 -10 -5.43
No Code Prev Close Change %
1 HOME 142 144 2 1.41
2 ISAT 2,380 2,960 580 24.37
3 ERAA 2,410 2,450 40 1.66
4 BMRI 7,750 7,475 -275 -3.55
5 BNLI 900 970 70 7.78
6 ADRO 1,410 1,380 -30 -2.13
7 BBRI 3,770 3,770 0 0.00
8 DOID 575 660 85 14.78
9 PWON 680 690 10 1.47
10 BUMI 167 180 13 7.78