Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:07 WIB. Arief Puyono - Tak apa-apa jika kader Demokrat mendukung kubu sebelah.
  • 14:07 WIB. Arief Puyono - Seharusnya partai koalisi kampanyekan capres yang didukung.
  • 14:06 WIB. Arief Puyono - Kalau SBY  tak mau kampanye, jangan bicara aneh.
  • 14:03 WIB. Demokrat - Prabowo harus menggelar pertemuan dengan pimpinan prapol koalisi.
  • 14:02 WIB. Demokrat - Polemik SBY dan Prabowo soal komunikasi yang kurang.
  • 14:02 WIB. Demokrat - SBY resah sebab calon yang diusung belum punya gagasan visi misi.
  • 14:02 WIB. Demokrat - Langkah SBY kritisi Prabowo sudah tepat.
  • 13:59 WIB. Ace Hasan Syadzily - Bagaimana Prabowo mau memimpin bangsa, mengelola koalisi saja tak mampu.
  • 13:59 WIB. Ace Hasan Syadzily - Pengelolaan kampanya BPN Prabowo-Sandi tak tertata dengan baik.
  • 13:59 WIB. Ace Hasan Syadzily - Kritik SBY menunjukkan sudah tak sejalan dengan Prabowo.
  • 13:21 WIB. Bursa - Hari ini, saham PT Pool Advista Finance Tbk tercatat di BEI dengan kode POLA.
  • 13:21 WIB. Penjualan - Asia Pasific Fibers targetkan penjualan tahun 2019 meningkat 41,09% menjadi US$506 juta.
  • 13:20 WIB. Mitra Investindo - Mitra Investindo mengakui belum punya jaminan untuk kelangsungan usaha MITI.
  • 13:20 WIB. Dividen - PT Batavia Prosperindo International terima dividen Rp12,8 miliar dari PT Batavia Aset Manajemen. 
  • 13:19 WIB. Ace Hardware - Hari ini, Ace Hardware akan resmikan pembukaan gerai baru di Pacifik Mall Tegal.

Fokus Genjot Ekspor, Kemendag Tempuh Sejumlah Langkah Strategis

Foto Berita Fokus Genjot Ekspor, Kemendag Tempuh Sejumlah Langkah Strategis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, Kementerian Perdagangan berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan meningkatkan ekspor. Hal ini disampaikan pada Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Hukum, Universitas Mataram, hari ini, Senin (22/10) di Hotel Jayakarta Senggigi, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Enggartiasto Lukita menuturkan bahwa Kemendag melakukan beberapa langkah strategis untuk meningkatkan ekspor, yaitu dengan memfokuskan kembali ekspor dari produk primer ke produk industri atau olahan dan diversifikasi produk ekspor

"Selain itu, juga menjalin perjanjian perdagangan dengan negara mitra dagang baru, meningkatkan ekspor jasa dan ekonomi kreatif, mempromosikan produk-produk ekspor melalui Trade Expo Indonesia, forum bisnis, dan misi dagang," kata Enggartiasto Lukita dalam siaran pers.

Enggar memaparkan, guna memperluas akses pasar, Indonesia tengah melaksanakan perundingan Indonesia–EU CEPA dan perundingan bilateral dengan EFTA, Tunisia, Maroko, Mozambik, serta negara-negara nontradisional lain.

Selain itu, Kemendag tengah melakukan perundingan Asean+6 atau dikenal dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang terdiri atas 10 negara Asean, beserta China, India, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.

Upaya peningkatan ekspor ini terus dilakukan karena selain investasi, ekspor merupakan salah satu kunci pertumbuhan ekonomi.

"Sesuai dengan amanat Presiden Joko Widodo, pertumbuhan ekonomi nasional hingga tiga tahun mendatang ditargetkan sebesar 5,4%. Target ini bisa tercapai jika didukung peningkatan ekspor dan investasi. Sedangkan, Kemendag menargetkan pertumbuhan ekspor sebesar 11% di 2018," kata Enggar.

Dalam paparannya, Enggar menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi dalam upaya peningkatan ekspor dan invetasi. Tantangan ini datang dari dalam maupun dari luar, yaitu meningkatnya penggunaan teknologi dan produk berbasis digital sejalan dengan dimulainya Era Industri 4.0 dan kembalinya sentimen proteksionisme dalam perdagangan global.

Berdasarkan data BPS yang diolah Kemendag, secara kumulatif ekspor nonmigas Januari–Juli 2018 mencapai US$94,21 miliar. Nilai ini tumbuh 11,1% dibanding periode yang sama pada 2017 (yoy) yang sebesar US$84,83 miliar.

"Pencapaian kinerja ekspor tersebut memperkuat optimisme pencapaian target pertumbuhan ekspor nonmigas 11% tahun ini," pungkas Enggar.

Tag: Ekspor, Kementerian Perdagangan (Kemendag)

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Iggoy el Fitra

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00