Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Fundamental Ekonomi Makro Indonesia Dinilai Kuat

Foto Berita Fundamental Ekonomi Makro Indonesia Dinilai Kuat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hari ini diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 digelar dengan Edisi 4 Tahun kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Daya Saing". Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, yang kemudian memaparkan kondisi ekonomi selama 4 tahun kepemimpinan Jokowi-JK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, kondisi fundamental ekonomi makro Indonesia selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK dinilai kuat dan sehat. Meskipun begitu, ia mangaku masih ada tantangan yang harus dihapadi, yakni pertumbuhan ekonomi sejak 2014-2017 yang mengalami peningkatan, tetapi lajunya perlahan.

"Sekarang sampai semester 1, pertumbuhan mencapai 5,17%. Dalengan situasi ekonomi dunia yang sedang terjadi gangguan dan bergejolak maka dapat diakui, perekonomian kita membaik ," ujarnya dalam FMB9 yang diadakan di Auditorium Gedung 3, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Menko Darmin, faktor yang membuatnya mengatakan perekonomian membaik adalah tingkat kemiskinan yang menurun hingga mencapai angka 9,82%. Sementara, rasio gini juga dinilai membaik dalam kurun waktu 7 hingga 8 tahun terakhir, angkanya mencapai 0,389. Kemudian, tingkat pengangguran juga terlihat menurun secara konsisten hingga menjadi 5,13%. Tak hanya itu, inflasi pun dapat dikendalikan oleh pemerintah.

"Tingkat inflasi dapat dikendalikan, dulu inflasi double digit, dan dalam periode 4 tahun terakhir kinerjanya jauh lebih stabil, yaitu angkanya 3,5%. Pemerintah mampu mewujudkan inflasi rendah di sekitar kita," jelas Darmin.

Menteri Darmin juga menilai, kinerja fiskal semakin menguat setelah mengalami kelemahan pada 2-3 tahun lalu.  Penguatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan ekonomi sektor riil.

"Kita terus membangun infrastruktur. Ada banyak mengkritik utang jaman pemerintahan ini angkanya tinggi. Tapi kini dibarengi pertumbuhan ekonomi yang stabil," ujar Menko Darmin.

Sementara bila diukur dari indeks ketahanan pangan, Indonesia juga mencapai indeks yang terbilang baik pada indeks elektablitasi, yakni mencapai  97,50%. Namun, menurut data, indeks ketahanan pangan Indonesia  masih kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Sebab sejak 2016 indeks berada di angka 71, kemudian menurun menjadi 69 bahkan kemudian mencapai 65. Untuk sekarang, angkanya sendiri adalah 63,6. Meskipun begitu kita harus lihat dari indeks elektablitasi juga," katanya.

Menko Darmin juga menjelaskan perbedaan strategi pembangunan Jokowi-JK dengan pemerintahan sebelumnya. Ia berujar, pemerintah yang sekarang mampu menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Supply dalam urusan pembangunan infrastruktur, sedangkan demand dalam urusan moneter dan fiskal.

"Apa manfaatnya menjaga supply dan demand seimbang? Kita sebenarnya ada pada satu titik kita siap melakukan transformasi ekonomi tanpa harus melakukan perpindahan orang dari pertanian ke industri," pungkasnya.

Tag: Darmin Nasution, Ekonomi Indonesia

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Forum Merdeka Barat 9

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35