Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Fundamental Ekonomi Makro Indonesia Dinilai Kuat

Foto Berita Fundamental Ekonomi Makro Indonesia Dinilai Kuat
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Hari ini diskusi Media Forum Merdeka Barat (FMB) 9 digelar dengan Edisi 4 Tahun kerja Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla dengan tema "Pembangunan Ekonomi dan Daya Saing". Dalam acara tersebut, turut hadir Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, yang kemudian memaparkan kondisi ekonomi selama 4 tahun kepemimpinan Jokowi-JK.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan, kondisi fundamental ekonomi makro Indonesia selama 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK dinilai kuat dan sehat. Meskipun begitu, ia mangaku masih ada tantangan yang harus dihapadi, yakni pertumbuhan ekonomi sejak 2014-2017 yang mengalami peningkatan, tetapi lajunya perlahan.

"Sekarang sampai semester 1, pertumbuhan mencapai 5,17%. Dalengan situasi ekonomi dunia yang sedang terjadi gangguan dan bergejolak maka dapat diakui, perekonomian kita membaik ," ujarnya dalam FMB9 yang diadakan di Auditorium Gedung 3, Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (23/10/2018).

Menurut Menko Darmin, faktor yang membuatnya mengatakan perekonomian membaik adalah tingkat kemiskinan yang menurun hingga mencapai angka 9,82%. Sementara, rasio gini juga dinilai membaik dalam kurun waktu 7 hingga 8 tahun terakhir, angkanya mencapai 0,389. Kemudian, tingkat pengangguran juga terlihat menurun secara konsisten hingga menjadi 5,13%. Tak hanya itu, inflasi pun dapat dikendalikan oleh pemerintah.

"Tingkat inflasi dapat dikendalikan, dulu inflasi double digit, dan dalam periode 4 tahun terakhir kinerjanya jauh lebih stabil, yaitu angkanya 3,5%. Pemerintah mampu mewujudkan inflasi rendah di sekitar kita," jelas Darmin.

Menteri Darmin juga menilai, kinerja fiskal semakin menguat setelah mengalami kelemahan pada 2-3 tahun lalu.  Penguatan tersebut dapat dilihat dari kegiatan ekonomi sektor riil.

"Kita terus membangun infrastruktur. Ada banyak mengkritik utang jaman pemerintahan ini angkanya tinggi. Tapi kini dibarengi pertumbuhan ekonomi yang stabil," ujar Menko Darmin.

Sementara bila diukur dari indeks ketahanan pangan, Indonesia juga mencapai indeks yang terbilang baik pada indeks elektablitasi, yakni mencapai  97,50%. Namun, menurut data, indeks ketahanan pangan Indonesia  masih kalah dari Malaysia, Thailand, dan Vietnam.

"Sebab sejak 2016 indeks berada di angka 71, kemudian menurun menjadi 69 bahkan kemudian mencapai 65. Untuk sekarang, angkanya sendiri adalah 63,6. Meskipun begitu kita harus lihat dari indeks elektablitasi juga," katanya.

Menko Darmin juga menjelaskan perbedaan strategi pembangunan Jokowi-JK dengan pemerintahan sebelumnya. Ia berujar, pemerintah yang sekarang mampu menjaga keseimbangan antara supply dan demand. Supply dalam urusan pembangunan infrastruktur, sedangkan demand dalam urusan moneter dan fiskal.

"Apa manfaatnya menjaga supply dan demand seimbang? Kita sebenarnya ada pada satu titik kita siap melakukan transformasi ekonomi tanpa harus melakukan perpindahan orang dari pertanian ke industri," pungkasnya.

Tag: Darmin Nasution, Ekonomi Indonesia

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Forum Merdeka Barat 9

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56