Portal Berita Ekonomi Rabu, 21 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:29 WIB. Startup - Alpha JWC Ventures menginjeksi dana serie A ke startup periklanan digital Target Media Nusantara.
  • 20:26 WIB. Liga 1 - Persija Jakarta 3 vs 0 Persela Lamongan
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia

BI: Likuiditas Bank Masih Aman, Meski Kredit Lari Kencang

Foto Berita BI: Likuiditas Bank Masih Aman, Meski Kredit Lari Kencang
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia (BI) menilai kondisi likuiditas perbankan masih aman di tengah kencangnya pertumbuhan kredit dan rendahnya pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan.

Bank sentral mencatat pertumbuhan kredit perbankan pada Agustus 2018 sebesar 12,1%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,3% (yoy). Sementara di periode yang sama, pertumbuhan DPK hanya sebesar 6,9% (yoy). 

Deputi Gubernur BI Erwin Rijanto mengatakan, rendahnya posisi DPK karena saat ini banyak perusahaan yang melakukan belanja modal menggunakan dana internalnya.

"Perusahaan-perusahaan ini banyak sekali yang menggunakan capex-nya dari dana internal, sehingga mengurangi saving-nya," ujar dia di Jakarta, Kemarin.

Meski demikian, lanjut Erwin, gap yang cukup lebar antara DPK dan kredit tidak membuat perbankan kesulitan likuiditas. Menurutnya, ketika pertumbuhan kredit melambat sejak empat tahun lalu, banyak bank yang menempatkan dananya ke dalam surat-surat berharga.

"Oleh karena itu, kalau lihat alat likuid bank, itu cukup besar tersimpan di sana. Salah satu di antaranya AL/DPK saat ini sebesar 18,3%, jauh dari yang disyaratkan hanya 10%. Jadi, dengan menurunkan alat likuidnya, bank tidak ada masalah dalam pembiayaan kreditnya," jelas Erwin.

Dengan perkembangan tersebut, BI memprakirakan pertumbuhan kredit 2018 masih berada dalam kisaran proyeksi 10-12% (yoy), sementara pertumbuhan DPK diprakirakan akan mengalami perlambatan, berada di batas bawah kisaran 8,0-10,0% (yoy).

BI juga menilai stabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai intermediasi perbankan yang meningkat dan risiko kredit yang terkelola dengan baik. Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tetap tinggi mencapai 22,8% dan rasio likuiditas (AL/DPK) masih aman, yaitu sebesar 18,3% pada Agustus 2018.

Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) tetap rendah, yaitu sebesar 2,7% (gross) atau 1,3% (net).

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Wahyu Putro A

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 href="Download_Data/" />Download_Data/ - Sep
2 href="Market_Summary/" />Market_Summary/ - Dec
3 href="MockTestReportingDRC/" />MockTestReportingDRC/ - Oct
4 href="PSPNDC/" />PSPNDC/ - Mar
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10
No Code Prev Close Change %
1
2 f(n)
3 =
4
5
6
7
8
9 id="container">
10

Recommended Reading

Selasa, 20/11/2018 17:39 WIB

Kelangkaan Semen Masih Terjadi di Palu

Selasa, 20/11/2018 14:24 WIB

Mitsubishi Akan Copot Carlos Ghosn

Selasa, 20/11/2018 13:49 WIB

Xiaomi Ambil Alih Bisnis Smartphone Meitu

Selasa, 20/11/2018 08:44 WIB

Bos Besar Nissan Ditangkap Otoritas Jepang

Selasa, 20/11/2018 06:27 WIB

Malaysia Jadi Gerbang Masuk Bawang Ilegal

Selasa, 20/11/2018 00:15 WIB

Relaksasi DNI Bakal Gaet Investasi Asing