Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:59 WIB. Indosat - Indosat tawarakan paket 1 GB seharga Rp51 sampai Rabu ini.
  • 19:58 WIB. Indosat - Indosat ekspansi jaringan ke luar Pulau Jawa untuk tingkatkan kualitas.
  • 19:57 WIB. First Media - First Media dan Internux janji bakal lunasi utang Rp708 miliar paling lambat pada 2020.
  • 19:57 WIB. First Media - First Media dan Internux cabut gugatan PTUN terhadap Kemenkominfo.
  • 19:56 WIB. First Media - First Media dan Internux ajukan restrukturisasi pelunasan utang ke Kemenkominfo.
  • 19:34 WIB. AT&T - Fox Networks Group lakukan kerja sama dengan AT&T.
  • 18:01 WIB. Belanda - Indonesia dan Belanda mulai implementasi kerja sama perairan.
  • 18:00 WIB. Suriah - Perundingan damai Suriah ke-11 di Astana digelar pekan depan.
  • 18:00 WIB. Jamal Khashoggi - New York Times publikasikan video kasus pembunuhan jurnalis Saudi.
  • 17:59 WIB. Palestina - Israel tangkap 22 warga Palestina dalam serangan di Tepi Barat.
  • 17:59 WIB. India - Korban tewas akibat badai di India capai 46 orang.
  • 17:58 WIB. Grab - Grab ingin gandakan jumlah Engineer jadi 2.000 orang.
  • 17:57 WIB. Singapore Airlines - Kehilangan Tekanan Kabin, Pesawat Singapore Airlines Terpaksa Kembali ke Bandara Changi.
  • 17:56 WIB. Trump - Jim Carrey samakan Donald Trump dengan Iblis.
  • 17:55 WIB. Temasek - Google-Temasek: ekonomi internet Asia Tenggara bakal tembus $240 miliar di 2025.

Polycom: Video Conferencing Mampu Tingkatkan Produktivitas Bisnis

Foto Berita Polycom: Video Conferencing Mampu Tingkatkan Produktivitas Bisnis
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Vice President for Polycom in India, SAARC & SEA, Minhaj Zia menilai, ada korelasi antara pertumbuhan pembangunan ekonomi dengan akses teknologi. Pemerintah negara-negara kawasan Asia Pasifik telah menyadari pentingnya peran video conferencing dalam menghadirkan layanan publik hingga ke wilayah-wilayah terpencil, dan mendukung konektivitas sekaligus tumbuhnya produktivitas bisnis. Penerapan video conferencing diharapkan mampu membuka potensi pasar dan angkatan kerja yang ada.

"Organisasi maupun perusahaan di Indonesia, terlepas dari skala bisnis dan perusahaan yang dijalankan, baik berskala kecil, menengah, hingga enterprise, bahkan bagi lembaga-lembaga pemerintahan, dapat memanfaatkannya sebagai salah satu solusi dalam mengatasi kendala-kendala geografis, serta beragam hambatan dalam mengakses informasi vital dan layanan publik, seperti layanan kesehatan dan pendidikan," papar Zia, Selasa (23/10/2018), di Jakarta. 

Menurut studi Polycom Future of Work 2017, 62% dari seluruh angkatan kerja lintas generasi di masa kini telah menerapkan pola 'bekerja dari mana pun lokasinya'. Sementara 98% dari populasi angkatan kerja global yakin bahwa pola bekerja seperti ini akan membawa dampak positif bagi produktivitas. Sebanyak 90% responden yakin teknologi kolaborasi berbasis video mendukung terjalinnya relasi kerja yang kuat di antara rekan-rekan setim.

Hasil ini menurut Zia, menggambarkan bahwa untuk mensukseskan terwujudnya pola 'bekerja dari lokasi mana pun', perusahaan dan organisasi wajib memenuhi kebutuhan tersebut dengan membangun satu lingkungan yang memungkinkan masing-masing individu maupun tim dalam perusahaan dapat bekerja secara kolaboratif dan produktif di mana pun mereka berada dengan video conferencing

Zia melihat kawasan Asean, khususnya Indonesia, memiliki potensi yang luar biasa. Untuk itu, Polycom fokus menjalin kemitraan bersama dengan berbagai entitas bisnis dan pemerintahan di Indonesia dalam mengimplementasikan solusi-solusi yang mendukung dalam kolaborasi di lingkungan mereka. 

"Kami yakin konsistensi dalam mendorong terwujudnya pola kerja kolaboratif antarmasing-masing individu menjadi sebuah keniscayaan yang tak bisa dielakkan lagi demi tercapainya inovasi dan produktivitas yang tinggi. Digital workspace perlu makin diperkaya lagi dari sisi teknologi demi mendorong terselenggaranya proses kerja kolaboratif tersebut," ujarnya. 

Lebih jauh, lanjut Zia, inovasi-inovasi dalam bentuk berbagi konten, voice conferencing akan menjadi bagian tak terpisahkan dalam pola bekerja tersebut di masa depan.

Tag: Polycom

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6005.297 -7.053 616
2 Agriculture 1442.671 -1.953 20
3 Mining 1844.938 -18.572 47
4 Basic Industry and Chemicals 790.570 -1.875 71
5 Miscellanous Industry 1413.515 -4.728 45
6 Consumer Goods 2338.209 -9.153 49
7 Cons., Property & Real Estate 423.665 3.328 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.855 -15.574 71
9 Finance 1145.996 8.015 91
10 Trade & Service 807.510 -3.038 150
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 151 202 51 33.77
2 MTSM 139 179 40 28.78
3 SURE 2,930 3,660 730 24.91
4 POLA 228 284 56 24.56
5 KBLV 372 450 78 20.97
6 LPLI 107 124 17 15.89
7 MPRO 770 860 90 11.69
8 IMAS 1,960 2,150 190 9.69
9 TIRA 138 150 12 8.70
10 INRU 640 690 50 7.81
No Code Prev Close Change %
1 AMAG 338 272 -66 -19.53
2 GMTD 14,800 12,100 -2,700 -18.24
3 NIPS 400 350 -50 -12.50
4 RODA 388 340 -48 -12.37
5 ABMM 2,150 1,885 -265 -12.33
6 PYFA 191 171 -20 -10.47
7 PRIM 815 730 -85 -10.43
8 TRIS 250 228 -22 -8.80
9 AKSI 280 260 -20 -7.14
10 INCI 535 500 -35 -6.54
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,840 1,980 140 7.61
2 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
3 TRUK 151 202 51 33.77
4 BBCA 24,825 25,100 275 1.11
5 BBRI 3,490 3,520 30 0.86
6 ADRO 1,545 1,485 -60 -3.88
7 INKP 11,900 11,250 -650 -5.46
8 WSKT 1,530 1,630 100 6.54
9 PGAS 2,070 2,030 -40 -1.93
10 PTBA 4,740 4,660 -80 -1.69