Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

Wow, Keuntungan Mark Dynamics Meroket 82,88% di September 2018

Foto Berita Wow, Keuntungan Mark Dynamics Meroket 82,88% di September 2018
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua, Bali -

PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK) berhasil meraih laba bersih kuartal tiga 2018 sebesar Rp58,83 miliar atau meningkat sebesar 82,88% dibandingkan pencapaian periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp32,17 miliar. Pencapaian ini juga berhasil melampaui laba bersih sepanjang 2017 yang tercatat sebesar Rp49,25 miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan menyatakan, pencapaian ini tidak lepas dari peningkatan penjualan hingga September 2018 sebesar 35,24% menjadi Rp240,45 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp177,79 miliar.

"Tercapainya penjualan pada periode ini, bahkan lebih baik dari penjualan sepanjang 2017 sebesar Rp239,79 miliar dan berhasil melampaui target yang telah ditetapkan manajemen," kata Ridwan dalam keterangan resminya yang diterima di Nusa Dua Bali, Kamis (25/10/2018).

Pada periode ini, ekspor masih menjadi kontributor penjualan terbesar, yaitu sebesar Rp228,66 miliar atau mencapai 95,10% dari total penjualan. Nilai ini lebih baik dari penjualan ekspor pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp167,79 miliar atau 94,44% dari total penjualan. Dari sisi total unit penjualan hand former, tercatat peningkatan jumlah penjualan menjadi 4,78 juta unit atau sebesar 28,5% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 3,72 juta unit.

Pencapaian yang diraih MARK juga tidak lepas dari keberhasilan menjaga tingkat efisiensi seraya mempertahankan kualitas produk sesuai permintaan pelanggan. Hal ini terlihat dari tercapainya laba kotor sebesar Rp104,85 miliar, dengan marjin laba kotor sebesar 43,61%. Sementara pada periode yang sama tahun sebelumnya, tercatat laba kotor sebesar Rp63,88, dengan marjin laba kotor sebesar 35,93%.

Perseroan pun berhasil menjaga tingkat biaya operasional yang lebih rendah melalui pencapaian laba sebelum pajak pada triwulan ketiga 2018 sebesar Rp80,83 miliar dengan marjin laba sebesar 33,62%. Peraihan ini lebih baik dari kinerja periode yang sama 2017 dengan mencatat laba sebelum pajak sebesar Rp44,65 miliar dengan marjin laba sebesar 25,12%.

"Kami berhasil menjaga tingkat biaya yang rendah, meskipun terjadi fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang triwulan ketiga tahun ini, di mana pada pos pendapatan dan beban lain-lain, kami mencatat laba selisih kurs sebesar Rp1,42 miliar, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya mencatat rugi selisih kurs sebesar Rp652,96 juta," ungkap Ridwan.

Perseroan mencatatkan pertumbuhan total aset per 30 September 2018 menjadi Rp303,87 miliar, dengan peningkatan sebesar 33,51% dibandingkan posisi 31 Desember 2017. Aset lancar tercatat meningkat sebesar 20,60% menjadi Rp161,49 miliar. Peningkatan yang lebih besar tercatat pada posisi aset tidak lancar, yaitu 51,97% menjadi Rp93,69 miliar. Peningkatan aaset tidak lancar disebabkan oleh pembelian lahan untuk ekspansi perseroan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar.

Permintaan akan produk cetakan sarung tangan meningkat seiring dengan terus meningkatnya produksi sarung tangan dari pelanggan utama di Malaysia. Seperti diketahui, Malaysia adalah pemasok sekitar 61% sarung tangan karet dunia. Malaysia tahun ini diharapkan dapat memasok sebesar 63% dari pangsa pasar dunia, sementara Indonesia hanya memiliki pangsa pasar sebesar 3%. Pertumbuhan di industri sarung tangan sekitar 15%, di mana Amerika Serikat masih menjadi pembeli terbesar, disusul negara Eropa. Dalam 20 tahun terakhir, industri sarung tangan maju pesat.

Pada posisi ekuitas per 30 September 2018, tercatat peningkatan sebesar 28,43% menjadi Rp214,28 miliar dibandingkan posisi 31 Desember 2017 .

Tag: PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56