Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:18 WIB. Mazda - Mazda pilih Thailand jadi basis produksi Hybrid.
  • 08:16 WIB. Line - Rudiantara apresiasi Line yang ikut kembangkan ekonomi digital.
  • 08:14 WIB. Sulteng - Telekomunikasi Sulteng sudah normal, hampir 100%.
  • 08:13 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovenia 1 vs 1 Norwegia
  • 08:12 WIB. Liga Nasional UEFA - Siprus 1 vs 1 Bulgaria
  • 08:12 WIB. PS4 - Selama 5 tahun, PS4 ludes 86,1 juta unit.
  • 08:11 WIB. Liga Nasional UEFA - Wales 1 vs 2 Denmark
  • 08:10 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovakia 4 vs 1 Ukraina
  • 08:09 WIB. Liga Nasional UEFA - Belanda 2 vs 0 Prancis

Pelaku Industri Asuransi Kumpul, Ini Isu yang Sedang Hangat

Foto Berita Pelaku Industri Asuransi Kumpul, Ini Isu yang Sedang Hangat
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua, Bali -

Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) bersama pemerintah dalam acara 24th Indonesia Rendezvous (IR) ingin menyadarkan para pelaku industri asuransi untuk menyadari tentang pentingnya realitas yang terjadi akibat bencana alam dan cara menyikapinya dari perspektif global maupun domestik di masa mendatang.

Dadang Sukresna, Ketua AAUI mengatakan bahwa dalam acara tersebut diskusi tentang tren asuransi, mengidentifikasi berbagai potensi dan poin-poin pembelajaran akan sangat menarik karena mendiskusikannya bersama para pembuat kebijakan. 

"Dunia kini menghadapi lingkungan bisnis yang kompleks ditandai dengan perubahan lanskap ekonomi dan demografi, inovasi teknologi, perubahan perilaku dan ekspektasi, hingga kehadiran disrupsi yang kuat. Oleh karena itu, para pelaku industri dunia baiknya kembali fokus pada hal-hal prinsip seperti top line sales, keuntungan batas bawah, dan bagaimana mengatasi tantangan dan kompetisi yang dinamis," ucapnya di Nusa Dua Bali, Kamis (25/10/2018).

Sementara itu, Riswinandi, Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank OJK menyoroti beberapa isu yang berharap menjadi perhatian para peserta dan asosiasi. Antara lain, tak terkontrolnya praktik engineering fee, memperluas produk tidak hanya fokus pada asuransi kendaraan bermotor dan properti, isu terhadap IFRS 17 Insurance Contract, dan keberlanjutan atas bisnis suretyship sebagai hasil dari implementasi Pakta Penjaminan (Guarantee Act), dan mendukung penuh peningkatan profesi aktuaris di perusahaan.

"Kembali pada tema 24th IR, kami ingin mendengar semangat para pelaku industri untuk mengarahkan pertumbuhan berkelanjutan terhadap industri asuransi umum," ujar Riswinandi. 

Lebih lanjut, Riswinandi percaya meningkatnya industri asuransi umum akan dapat lebih terakselarasi dan kompetitif di masa depan dengan memperhatikan poin-poin seperti menjalankan bisnis dengan sehat, adil, dan bijaksana lewat pengaplikasian manajemen risiko, mendorong sumber daya manusia yang aktif dan profesional, baik sebagai agen, penjamin, dan aktuaris yang berkualitas dan berintegrasi.

Selain itu, juga memaksimalkan kantor cabang untuk mendorong literasi dan penetrasi asuransi umum, mendorong penciptaan produk-produk asuransi untuk menjawab kebutuhan masyarakat, melebarkan saluran distribusi untuk menjangkau seluruh lapisan masyakarat, terutama yang berbasis teknologi, meningkatkan kualitas retensi dan penyimpanan risiko, serta memenuhi kapasitas asuransi domestik guna mengoptimalkan aktivitas penjaminan.

"Kemudian menyediakan pelayanan yang excellent kepada pelanggan, khususnya dalam proses klaim untuk mengembalikan tingkat kepercayaan masyarakat," pungkasnya.

Hari pertama 24th IR dilanjutkan dengan panel diskusi terkait asuransi katastropik tentang bagaimana pandangan global, lokal, dan menyikapinya di tahun mendatang, lalu dilanjutkan dengan CEO Gathering bersama regulator dengan tema yang disorot pemerintah. Esok hari, Jumat (26/10/2018), panel diskusi akan berlanjut dengan tema Improvements from Within.

Tag: Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Indonesia Rendezvous (IR)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Rosmayanti

Foto: Annisa Nurfitriyani

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35