Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:23 WIB. PSSI - Kongres PSSI 2019 akan digelar di Bali, Minngu (20/01/2019). 
  • 07:54 WIB. Jambi - Jabatan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi resmi dicabut.
  • 07:54 WIB. Diskon - JD.ID gelar diskon hingga 88%.
  • 07:53 WIB. Transportasi - Blue Bird akan lakoni bisnis bus AKAP.
  • 07:53 WIB. Hoaks - LIPI sebut daerah dengan nuansa agama yang kental paling mudah termakan hoaks.
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves

Tak Hanya Indonesia, Perang Dagang Juga Menyeret Perekonomian Singapura

Foto Berita Tak Hanya Indonesia, Perang Dagang Juga Menyeret Perekonomian Singapura
Warta Ekonomi.co.id, Singapura -

Bank Sentral Singapura memperingatkan pada Jumat (26/10/2018) bahwa peningkatan friksi perdagangan antara China dan Amerika Serikat kemungkinan akan merugikan ekonomi Singapura dalam beberapa bulan mendatang, meskipun Bank Sentral mengatakan dampak pertumbuhan domestik dari perselisihan itu sejauh ini sangat minim.

Singapura, negara Asia Tenggara yang notabene kecil, yang juga menjadi pusat perdagangan global, dan pusat keuangan, dipandang sebagai penentu arah ekonomi global karena ekspornya setara dengan sekitar 200 persen dari output-nya.

Sejak awal tahun ini para politisi dan pembuat kebijakan Singapura telah memperingatkan terjadinya pukulan balik dari sengketa tarif antara dua mitra dagang utama Singapura yaitu China dan Amerika.

Washington telah memberlakukan tarif pada $250 miliar barang-barang China, putaran terbaru yang datang bulan lalu, yang kemudian menjatuhkan tingkat pertumbuhan China ke fase paling lambat dalam hampir satu dekade.

"Friksi perdagangan memiliki dampak terbatas pada ekonomi Singapura sejauh ini, tetapi dampak negatif bisa menjadi lebih terlihat di bagian akhir tahun ini dan seterusnya," tutur Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore dalam tinjauan makroekonomi semi tahunannya, seperti dilansir dari The Star, Jumat (26/10/2018). 

"Ini bisa menimbulkan beberapa risiko penurunan pertumbuhan di kuartal depan," tambahnya.

Monetary Authority of Singapore (MAS) memperkirakan pertumbuhan PDB akan datang di bagian atas kisaran 2,5-3,5% untuk 2018 dan sedang sedikit pada 2019.

Bank Sentral Singapura juga melaporkan segmen elektronik yang notabene sebagai tulang punggung sektor manufaktur Singapura, adalah salah satu bidang yang akan diperhatikan karena hubungannya dengan China dalam rantai pasokan global.

"Industri lain yang mungkin merasakan imbasnya adalah sektor transportasi," tambahnya.

Sebagai informasi, Singapura memiliki salah satu pelabuhan tersibuk di dunia, yang menghubungkan barat dengan Asia.

 

 

Tag: Singapura

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: File/Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56