Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kereta Cepat Jakarta Bandung Capai Investasi Proyek Senilai US$6,071 Miliar

Foto Berita Kereta Cepat Jakarta Bandung Capai Investasi Proyek Senilai US$6,071 Miliar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) mencapai total nilai investasi proyek senilai US$6,071 miliar. Pendanaan Proyek KCJB, 75% bersumber dari China Development Bank (CDB) dan 25% dari ekuitas pemegang saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yaitu PSBI dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd.

Hingga Oktober 2018 ini, CDB tercatat telah mencairkan kredit modal sebesar US$810,4 juta dalam tiga tahap.

Direktur Utama PT KCIC, Chandra Dwiputra, mengatakan bahwa dengan pencairan ini, maka diharapkan akselerasi pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung oleh HSRCC dapat segera menghasilkan progress yang signifikan.

“Kami meyakini dapat mempercepat akselerasi pekerjaan dan untuk selanjutnya pembayaran dilakukan berdasarkan progress pekerjaan,” terang Chandra dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Sementara itu, Direktur Utama WIKA, Tumiyana, mengapresiasi inisiasi CDB dan langkah cepat KCIC. Simbiosis masing-masing pihak dalam Proyek KCJB ini menurutnya akan semakin menumbuhkan kepercayaan stakeholders pada proyek pembangunan transportasi kereta masa depan yang akan menghubungkan dua kota megapolitan, Jakarta dan Bandung.

“Tantangan kedepan adalah bagaimana WIKA sebagai bagian dari konsorsium dapat mendorong percepatan pembangunan kereta cepat secara tepat waktu, tepat mutu dan biaya,” terang Tumiyana.

Berkaca dari hal tersebut di atas, Tumiyana memastikan bahwa pengembalian investasi proyek KCJB bukan menjadi isu yang harus dikhawatirkan. Ia menjelaskan bahwa tenor pinjaman Proyek KCJB mencapai 40 tahun, dimana 10 tahun pertama merupakan grace period.

"Artinya, dalam 10 tahun pertama, WIKA sudah bisa memperoleh ashflow dari Proyek KCJB tanpa harus mengangsur pinjaman. Kewajiban mengembalikan pinjaman dengan bunga yang relatif kecil dihitung mulai 10 tahun kedua hingga 10 tahun ke empat. Cashflow diproyeksikan akan datang dari penjualan tike," ungkap Tumiyana.

Cashflow yang juga diprediksi mampu menopang KCJB adalah datang dari optimalisasi lahirnya kota-kota baru di sepanjang jalur KCJB, khususnya di 4 transit utama; Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar. Kehadiran pengembangan kota baru di 4 kawasan tersebut, setelah diperhitungkan dengan inflasi, valuasinya ditaksir mencapai Rp362 triliun.

Proyek ini rencananya berlangsung selama 36 bulan kalender kerja untuk pekerjaan kontruksi dan diharapkan dapat beroperasi pada 2021. Adapun lingkup pekerjaan WIKA dalam konsorsium adalah pekerjaan struktur, arsitektur, mekanikal & elektrikal serta lanskap. Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar (tidak jauh dari kawasan Gedebage) yang nantinya akan menjadi pusat pemerintahan Kota Bandung sepanjang 142,3 Km.

Pembangunan KCJB dikembangkan dengan pola B to B (business to business) berbasiskan penanaman modal asing (PMA) tanpa sedikitpun menyerap government spending yang bersumber dari Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN) serta tidak adanya jaminan dari pemerintah.

Sebagai informasi, KCIC, perusahaan patungan atau konsorsium gabungan antara PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan Beijing Yawan HSR Co. Ltd., yang mendapat mandat untuk membangun dan melaksanakan proyek penyelenggaraan KCJB mempunyai kepemilikan saham 40% Beijing Yawan HSR Co. Ltd., sedangkan 60% dimiliki PSBI yang merupakan gabungan dari WIKA dengan komposisi penyertaan saham 38%, KAI 25%, PTPN VIII 25%, dan JSMR 12%.

Tag: Kereta Cepat

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: PT Wijaya Karya (Persero)

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35