Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:09 WIB. Pelindo III - Pelindo III mencatat kenaikan arus petikemas 8,5% di tahun 2018.
  • 15:09 WIB. SMF - SMF menerbitkan obligasi Rp1,85 triliun dengan bunga 8%-9,25%.
  • 15:08 WIB. WIKA - WIKA meraih penghargaan living legend companies 2019.
  • 15:08 WIB. PPRO - PP Properti mengantongi rating BBB+ dari Fitch.
  • 14:51 WIB. Dana Pensiun - OJK sahkan peraturan dana pensiun dari dana pensiun syariah Rumah Sakit Islam Jakarta. 
  • 14:00 WIB. Ekuitas - Sarana Multigriya akan gunakan target dana obligasi sebesar Rp12 triliun untuk mengganti ekuitas pinjaman penyalur KPR. 
  • 13:57 WIB. Obligasi - Sarana Multigriya terbitkan obligasi sebesar Rp1.850.500.000.000.
  • 12:47 WIB. Rokok - Harga saham produsen rokok, PT Wismilak Inti Makmur, bergerak lincah jadi top gainers dengan penguatan sebesar 25,68%. 
  • 12:02 WIB. IHSG - Jeda siang, IHSG berbalik menguat 0,13% ke level 6.476,98. 
  • 11:35 WIB. Rupiah - Pukul 11.35 WIB, rupiah makin tekan dolar AS 0,30% ke level Rp14.173. 
  • 11:32 WIB. SPAM - SPAM Dumai ditargetkan akan tersambung ke 20.300 sambungan rumah di tahun 2024 mendatang. 
  • 11:31 WIB. SPAM - PT Adhi Karya dan PT Adaro Tirta Mandiri menangkan proyek investasi sistem penyediaan air minum (SPAM) Dumai. 

Wow! Total Kerugian Bencana Sulteng Rp15,29 T

Foto Berita Wow! Total Kerugian Bencana Sulteng Rp15,29 T
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis total kerugian akibat bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah, yakni sebesar Rp15,29 triliun.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, menjelaskan jumlah terbesar karena kerusakan senilai Rp13,27 triliun. Namun, angka itu diperkirakan masih akan bertambah.

Angka Rp15 triliun tersebut lebih tinggi Rp2 triliun dari data sebelumnya yang disampaikan BNPB yakni sebesar Rp13,82 triliun. Kenaikan tersebut, kata Sutopo, akibat basis data yang digunakan BNPB saat itu terbatas.

"Jika seminggu yang lalu kami sampaikan kerugiannya Rp13,82 triliun per tanggal 2 Oktober. Kemarin kita hitung ternyata kerugian kerusakannya Rp15,29 triliun. Diperkirakan angka ini masih akan terus bertambah," ujarnya di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Ia menambahkan, kawasan yang mengalami kerugian terbesar adalah Kota Palu dengan jumlah kerugian sebesar Rp7,6 triliun, atau setara 50 persen dari total kerugian yang ada.

"Mengapa terjadi itu? karena menerima sapuan terjang tsunami, yang lebih parah kemudian juga ada likuifaksi. Selain itu juga aset-aset ekonomi yang ada di Palu jumlahnya lebih besar dibandingkan di Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi," jelasnya.

Sementara kerugian di Kabupaten Donggala mencapai Rp2,1 triliun atau 13,8 persen dari total kerugian. Untuk Kabupaten Sigi sebesar Rp4,9 triliun atau 32,1 persen, dan Parigi Moutong merugi Rp631 miliar atau 4,1 persen dari total kerugian.

Sebelumnya Sutopo mengatakan untuk membangun kembali daerah terdampak bencana pada saat periode rehabilitasi dan rekonstruksi, diperkirakan besaran anggaran yang dibutuhkan lebih dari Rp 10 triliun. Sutopo juga menyampaikan, Pemerintah dan Pemda akan siap membangun kembali Sulawesi Tengah.

“Tentu membangun yang lebih baik dan aman sesuai prinsip build back better and safer,” imbuhnya.

Tag: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20