Portal Berita Ekonomi Selasa, 21 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 14:40 WIB. CPO - Peluang ekspor CPO ke China terbuka di tengah perang dagang.
  • 14:38 WIB. Huawei - Google Blokir Huawei dari Play Store dan Android Updates.
  • 14:37 WIB. Unilever - Unilever membagikan dividen Rp9 triliun.
  • 13:55 WIB. TPMA - Trans Power Marine menebar dividen senilai US$4,93 juta.
  • 13:53 WIB. Daerah - Kontribusi mitra Go-Jek Rp1,7 triliun bagi ekonomi Makassar.
  • 11:22 WIB. Infrastruktur - Astra Infra mengincar proyek tol di jalur Trans Jawa.
  • 11:20 WIB. Ekonomi - Sektor konsumsi akan diandalkan pemerintah untuk merealisasikan target pertumbuhan ekonomi 2020.

Arus Petikemas Pelindo III Naik 8%

Arus Petikemas Pelindo III Naik 8% - Warta Ekonomi
WE Online, Surabaya -

Arus petikemas di lingkungan Pelindo III tercatat 3,14 juta boks atau setara dengan 3,89 TEUs hingga triwulan III 2018, meningkat rata-rata sebesar 8% bila dibandingkan dengan periode yang sama 2017.

Corporate Secretary Pelindo III, Faruq Hidayat mengatakan, peningkatan itu dikarenakan perekonomian daerah menggeliat, yang menjadi salah satu indikator yang mendorong peningkatan arus petikemas di terminal pelabuhan yang dioperasikan Pelindo III.

"Peningkatan tersebut juga sebagian besar dikontribusikan dari pertumbuhan bongkar muat petikemas domestik atau dalam negeri," kata Faruq di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (25/10/2018).

Faruq merinci, peningkatan di Terminal Petikemas Banjarmasin (TPKB) lebih disebabkan tingginya permintaan bahan pangan di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Bima dan Badas di Nusa Tenggara Barat, dikarenakan adanya peningkatan pengiriman komoditas jagung dari Pulau Sumbawa.

Sementara di Pelabuhan Lembar, Pulau Lombok, peningkatan dikarenakan adanya lonjakan pengiriman aneka kebutuhan pokok, serta bahan bangunan dan proyek untuk membangun kembali pascagempa beberapa waktu lalu.

"Barang proyek di Pelabuhan Lembar salah satunya untuk pembangunan PLTGU Lombok Peaker. Contoh lain barang proyek di Pelabuhan Waingapu (NTT) untuk pembangunan pabrik gula dan di Pelabuhan Tenau Kupang (NTT) untuk pengiriman logistik kegiatan offshore ke Pulau Wetar," katanya.

Kemudian peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya disebabkan berkembangnya bisnis anak perusahaan yang berhasil mendatangkan sejumlah pengguna jasa baru.

"Terminal Petikemas Surabaya (TPS) memiliki dua pengguna jasa baru, yakni perusahaan pelayaran Emirate Shipping Line dan Mariana Express Line. Selain itu juga ada pengguna jasa eksisting yang mencatatkan peningkatan kegiatan bongkar muatnya," katanya.

Vice President Corporate Commnication Pelindo III R Suryo Khasabu mengatakan bertambahnya pengguna jasa bisa dicapai melalui peningkatan efektivitas operasional pelayanan kapal.

"Kami juga memberikan jasa pandu khusus untuk TPS dan optimalisasi program window kapal, sehingga waktu tunggu kapal untuk bersandar semakin singkat. Dampaknya produktivitas terminal meningkat," katanya.

Anak perusahaan lain, kata dia, adalah Terminal Teluk Lamong yang mencatatkan peningkatan arus karena adanya peningkatan kunjungan kapal untuk rute pendulum.

"Bahkan kini agen pelayaran Meratus Line, Tanto Intim Line, dan Salam Pacific Indonesia Line melakukan kerja sama joint slot kapal petikemas sehingga memiliki layanan kapal rute Belawan, Medan, yang masuk setiap 5 hari sekali," katanya.

Kemudian untuk di Terminal Berllian yang dioperasikan oleh BJTI Port mengalami peningkatan volume petikemas lebih dikontribusikan dari percepatan siklus bongkar muat dan kegiatan tambat kapal.

"Sebelumnya, dengan penambahan sejumlah peralatan dan peningkatan kemampuan pekerja, kegiatan bongkar muat ditargetkan sebesar 15 BSH (boks per kapal per jam). Namun pada triwulan III ini, kami mampu tercapai hingga 20 BSH," katanya.

Tag: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) - Pelindo III

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,876.15 3,836.82
British Pound GBP 1.00 18,500.33 18,315.59
China Yuan CNY 1.00 2,106.68 2,085.81
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,534.00 14,390.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,048.81 9,942.05
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,851.80 1,833.42
Dolar Singapura SGD 1.00 10,567.88 10,461.65
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,231.57 16,065.00
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,475.37 3,438.47
Yen Jepang JPY 100.00 13,193.54 13,060.45

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5907.121 80.253 633
2 Agriculture 1351.935 -9.947 21
3 Mining 1609.598 10.601 47
4 Basic Industry and Chemicals 707.320 17.072 71
5 Miscellanous Industry 1203.823 30.883 46
6 Consumer Goods 2359.388 12.835 52
7 Cons., Property & Real Estate 435.075 5.924 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1079.565 21.890 74
9 Finance 1184.407 20.731 90
10 Trade & Service 783.451 0.917 156
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 140 180 40 28.57
2 JAST 460 575 115 25.00
3 HRME 260 324 64 24.62
4 MTPS 915 1,140 225 24.59
5 DUTI 4,440 5,500 1,060 23.87
6 BELL 386 458 72 18.65
7 MKPI 12,000 13,975 1,975 16.46
8 JSKY 1,065 1,230 165 15.49
9 MYTX 65 74 9 13.85
10 SSTM 352 400 48 13.64
No Code Prev Close Change %
1 RELI 244 202 -42 -17.21
2 LPGI 4,100 3,400 -700 -17.07
3 INPP 840 710 -130 -15.48
4 BIPP 88 75 -13 -14.77
5 PEHA 1,800 1,550 -250 -13.89
6 MTSM 202 176 -26 -12.87
7 IBFN 228 200 -28 -12.28
8 NICK 322 286 -36 -11.18
9 TRIS 266 238 -28 -10.53
10 NIPS 288 260 -28 -9.72
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,790 3,750 -40 -1.06
2 SRIL 328 342 14 4.27
3 MNCN 920 925 5 0.54
4 CPRI 67 73 6 8.96
5 TLKM 3,510 3,600 90 2.56
6 BBCA 25,900 26,900 1,000 3.86
7 ESTI 96 95 -1 -1.04
8 BMRI 7,075 7,225 150 2.12
9 SMGR 10,550 11,250 700 6.64
10 UNTR 24,825 24,500 -325 -1.31