Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:43 WIB. Jiwasraya - OJK menegaskan hingga saat ini Jiwasraya belum memiliki investor baru.
  • 21:24 WIB. BUMN - Kementrian BUMN bersama dengan beberapa BUMN melakukan Ekspedisi Tembus Tol Trans Jawa 2018.
  • 19:39 WIB. Khashoggi - Rekaman pembunuhan Khashoggi indikasikan keterlibatan putra mahkota Saudi.
  • 19:39 WIB. Taliban - 25 Tewas akibat serangan Taliban di Afghanistan.
  • 19:38 WIB. Saudi - Saudi: Hukuman mati tak pengaruhi hubungan dengan Indonesia.
  • 19:36 WIB. Afghanistan - Rusia sebut konferensi Moskow tentang Afghanistan 'unik'.
  • 19:37 WIB. Palestina - Jalur Gaza memanas, Presiden Palestina persingkat kunjungan kerja.
  • 19:37 WIB. ASEAN - Malaysia: Kerja sama perdagangan bebas ASEAN harus adil.
  • 19:37 WIB. Ebola - Korban tewas akibat ebola di Kongo meningkat.
  • 19:36 WIB. Israel - Otoritas Gaza peringatkan militer Israel untuk tak serang warga sipil.
  • 19:35 WIB. PLO - PLO desak komunitas internasional lindungi Gaza.
  • 19:34 WIB. Rohingya - Indonesia dorong peran lebih ASEAN dalam isu Rohingya.
  • 19:25 WIB. PGN - PGN mengembangkan pipa gas bumi Muara Karang-Bekasi sepanjang 42 km.
  • 19:24 WIB. KAI - Pemprov DKI meminta KAI membuka akses dari stasiun Tanah Abang untuk jembatan penyeberangan multiguna.
  • 19:20 WIB. BTN - BTN cabang Gorontalo menawarkan kerja sama pemberian KPR bersubsidi untuk PNS ke Pemprov Gorontalo.

BI Yakin Kebijakan The Fed Tak Akan Berubah

Foto Berita BI Yakin Kebijakan The Fed Tak Akan Berubah
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Bank Indonesia masih mengacu pada pernyataan Bank Sentral AS, The Federal Reserve tentang rencana kenaikan suku bunga hingga 2020, meskipun Presiden AS Donald Trump selalu mengkritik keras kebijakan moneter lembaga itu.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, The Fed sudah beberapa kali mengungkapkan bahwa langkah kebijakan moneter akan dikomunikasikan secara jelas. Langkah kenaikan suku bunga sebagai bagian dari normalisasi kebijaikan moneter itu pun akan dilakukan bertahap.

Bahkan saat pertemuan tahunan IMF-World Bank di Bali 8-14 Oktober 2018, lanjut Perry, The Fed sudah menegaskan kebijakan normalisasi moneter akan dilakukan bertahap.

"Kami masih memegang dari komunikasi dengan The Fed, FOMC maupun pertemuan di Bali bahwa komunikasi akan dilakukan secara jelas, dan kenaikan akan secara gradual. Jadi kenaikan sekali lagi tahun ini, tiga kali tahun depan, dua kali 2020," kata Perry dalam paparan kepada media di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Indonesia merupakan satu salah negara berkembang, yang terdampak normalisasi kebijakan moneter The Fed sejak tiga tahun terakhir. Dampak dari pengetatan kebijakan moneter The Fed terjadi di pasar modal dan obligasi yang menimbulkan pelarian dana karena kenaikan suku bunga di AS. Hal itu pula yang membuat aset keuangan domestik tertekan, sehingga nilai tukar mengalami depresiasi.

BI menegaskan posisi kebijakan moneter saat ini adalah untuk meningkatkan daya tarik aset-aset keuangan domestik di mata investor global dan menurunkan defisi transaksi berjalan domestik.

"Jadi, untuk memastikan aset keuangan domestik itu tetap menarik," ujar dia.

The Fed sudah tiga kali menaikkan suku bunga acuannya tahun ini. Pandangan BI, The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya satu kali tahun ini, tiga kali di 2019, dan dua kali di 2020.

Namun, Presiden AS Donald Trump selalu mengkritik kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed. Trump menyebutkan, kenaikan suku bunga The Fed dapat menghambat akselerasi pemulihan pertumbuhan ekonomi yang sedang dilakukannya.

Trump meminta The Fed untuk turut membantu perekonomian AS, seperti dilansir Kantor Berita Reuters.

"Kami bernegoisasi sepenuh tenaga kami dengan banyak negara. Kami menuju kejayaan. Tapi di periode ini, saya semestinya mendapat bantuan dari The Fed," kata Trump beberapa waktu lalu.

Tag: Bank Indonesia (BI)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,990.56 3,951.00
British Pound GBP 1.00 19,257.62 19,065.73
China Yuan CNY 1.00 2,149.82 2,128.57
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,969.00 14,821.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,753.73 10,642.96
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,911.02 1,892.05
Dolar Singapura SGD 1.00 10,824.35 10,713.46
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,814.68 16,646.95
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,569.15 3,530.49
Yen Jepang JPY 100.00 13,166.51 13,032.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5835.198 58.145 615
2 Agriculture 1443.790 -27.403 20
3 Mining 1861.322 11.301 47
4 Basic Industry and Chemicals 746.011 4.484 71
5 Miscellanous Industry 1341.419 17.562 45
6 Consumer Goods 2278.563 23.314 49
7 Cons., Property & Real Estate 414.177 3.741 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1059.066 3.668 71
9 Finance 1103.474 16.174 90
10 Trade & Service 799.263 8.563 150
No Code Prev Close Change %
1 SOSS 1,000 1,250 250 25.00
2 TCPI 7,550 8,925 1,375 18.21
3 IBFN 254 300 46 18.11
4 MYOH 970 1,100 130 13.40
5 DEAL 250 282 32 12.80
6 TIRA 140 157 17 12.14
7 TNCA 175 196 21 12.00
8 ABMM 2,020 2,260 240 11.88
9 DYAN 81 90 9 11.11
10 LPPS 86 95 9 10.47
No Code Prev Close Change %
1 BBLD 500 402 -98 -19.60
2 BAYU 2,210 1,950 -260 -11.76
3 GSMF 113 101 -12 -10.62
4 ALMI 350 318 -32 -9.14
5 HDFA 134 122 -12 -8.96
6 PGLI 214 195 -19 -8.88
7 SATU 137 125 -12 -8.76
8 KPAL 414 380 -34 -8.21
9 ERTX 139 128 -11 -7.91
10 SIMA 104 96 -8 -7.69
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 86 95 9 10.47
2 HMSP 3,300 3,300 0 0.00
3 TLKM 3,860 3,830 -30 -0.78
4 PTBA 4,420 4,650 230 5.20
5 SMCB 1,905 1,985 80 4.20
6 KPAS 472 498 26 5.51
7 UNVR 39,375 39,950 575 1.46
8 BBCA 23,700 24,075 375 1.58
9 PGAS 2,070 2,070 0 0.00
10 ADRO 1,510 1,515 5 0.33