Portal Berita Ekonomi Kamis, 17 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 07:21 WIB. KAI - KAI Surabaya menargetkan jumlah penumpang tahun ini bisa mencapai 11,86 juta orang.
  • 07:21 WIB. BNI - BNI kini memiliki Capital Adequacy Ratio sebesar 18,45% di penghujung 2018.
  • 07:20 WIB. BRI - BRI menargetkan penyaluran KUR dapat mencapai Rp86,97 triliun.
  • 07:20 WIB. Batubara - Target produksi batubara tahun 2019 diproyeksikan sebanyak 479,83 juta ton.
  • 07:20 WIB. PLN - Kebutuhan batubara PLN tahun 2019 diperkirakan naik 5% dari realisasi tahun lalu.
  • 07:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyalurkan KUR sebesar Rp17,58 triliun sepanjang 2018.
  • 06:50 WIB. Mandiri - Mandiri menghadirkan Official Mandiri e-store di Shopee.
  • 20:04 WIB. Twitter - Twitter kini bisa tampilkan linimasa dengan urutan tweet terbaru.
  • 20:03 WIB. Xiaomi - 4  smartphone Xiaomi segera dapat update Android Pie.
  • 20:02 WIB. Microsoft - Microsoft pastikan umur Windows 7 tinggal setahun lagi.
  • 19:59 WIB. Bukalapak - Bukalapak terima kucuran investasi dari Mirae Asset-Naver Asia Growth Fund.
  • 19:57 WIB. ITB - ITB bikin aplikasi pendeteksi badai dengan tingkat akurat 85%.
  • 19:55 WIB. Youtube - Youtube perbarui kebijakan akibat birdbox challenge cs.
  • 19:54 WIB. Sony - Sony rilis kamera anyar untuk vlogger.

Sinergitas BUMN untuk Sulteng

Foto Berita Sinergitas BUMN untuk Sulteng
Warta Ekonomi.co.id, Manado -

Gempa 7,7 Skala Richter (SR) mengguncang kawasan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng pada Jumat (28/9), sekitar pukul 14:00 WIB, dengan gempa susulan pukul 17:02 WIB berkekuatan 7,4 meluluh-lantakkan bumi setempat.

Gempa yang tergolong dangkal tersebut diikuti tsunami yang menyapu kawasan pesisir dan pencairan tanah atau likuifaksi yang menelan bangunan, pepohonan berikut manusia dan mahluk hidup lainnya.

Korban gempa Palu dan sekitar yang meninggal dunia, tercatat oleh BNPB sebanyak 2.113 orang. Seluruh korban meninggal dunia telah dimakamkan, baik secara massal maupun oleh keluarganya. Banyak lagi korban yang hingga kini dilaporkan hilang.

Masa tanggap darurat bencana masih diberlakukan hingga 26 Oktober 2018. Beberapa fasilitas publik seperti listrik dan komunikasi sebagian besar sudah pulih kembali di daerah terdampak bencana.

Kejadian ini membuat semua kalangan baik pemerintahan, swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), negara tetangga ikut ambil bagian dalam pemulihan Palu-Donggala pascagempa, tsunami dan likuifaksi tersebut.

PT Bank Negara Indonesia (BNI) membangun ratusan hunian sementara (huntara) untuk korban gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

CEO BNI Kanwil Manado, Haris Agus Handoko, mengatakan, untuk membantu meringankan beban para pengungsi, BNI (Persero) Tbk saat ini sedang membangun 300 Hunian Sementara (Huntara) di Desa Lolu yang terletak di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dengan kapasitas 600-800 Kepala Keluarga.

"Sigi adalah kawasan yang terdampak sangat parah bencana gempa dan pergerakan tanah (liquifaksi) pada 28 September 2018 sehingga ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal dan juga rusaknya sarana pemdidikan," ujar Haris di Manado, Minggu (28/10/2018).

Diharapkan seluruh huntara ini selesai akhir Oktober ini. Selain 300 unit rumah hunian sementara. BNI, katanya, akan terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada para nasabah dan masyarakat di Sulteng.

Kepala Jaringan dan Pelayanan BNI Wilayah Manado Dewanta Ary Wardhana mengatakan BNI akan terus bersinergi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lain, untuk sama-sama membangun kembali Kota Palu dan sekitarnya.

"BNI siap bersama-sama dengan pemerintah untuk membangun kembali Kota palu dan sekitarnya," kata pejabat BNI Wilayah Manado yang membawahi Provinsi Sulut, Sulteng, Gorontalo dan Maluku Utara.

PT Bank Mandiri (Persero) juga melakukan percepatan pembangunan 100 hunian sementara (huntara) di Desa Lolu dan Desa Sibalaya, Sigi.

Selain membangun hunian sementara, BNI dan BUMN lain juga bersinergi untuk membangun fasilitas penunjang hidup lainnya. Adapun fasilitas yang dibangun antara lain Ruang Kelas Sementara (rukatara), MCK, fasilitas air bersih (sumur bor) di Sulawesi Tengah.

Maka BNI dan Mandiri bertindak cepat membawa bantuan yang mampu menjadi tempat tinggal sementara korban bencana gempa, tsunami, dan pergerakan tanah (liquifaksi).

Bekerja sama dengan BUMN, BNI berkomitmen untuk mempercepat pemulihan keadaan di daerah bencana, salah satunya di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tidak hanya kebutuhan akan tempat berlindung, MCK, air minum, dan layanan perbankan, BNI mengirimkan relawan dari kaum milenial untuk membantu penyaluran bantuan ke daerah bencana.

BNI juga mengajak stafnya yang memiliki latar belakang psikologi untuk menggelar kegiatan penyembuhan trauma dan pemulihan kejiwaan untuk menghibur anak-anak para korban bencana.

Posko-posko kesehatan gratis dan dapur umum juga dibangun untuk membagikan air bersih, menyediakan 1.000 nasi bungkus per hari, air mineral, serta makanan instan.

Gandeng Bio Farma Penanganan bantuan menyasar pula pada kebutuhan nyata pada para penyintas, yaitu PT Bank Negara Indonesia (BNI) menggandeng PT Bio Farma (Persero) untuk memberikan vaksin tetanus kepada masyarakat dan relawan yang bertugas di Palu-Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dewanta Ary Wardhana mengatakan tindakan ini menyesuaikan kebutuhan akan dampak gempa dan tsunami dimana banyak penyakit bisa muncul, antara lain kemungkinan orang terkena tetanus akibat luka-luka mereka.

Vaksin tetanus, juga dikenal dengan nama toksoid tetanus(TT), adalah vaksin yang diberikan untuk mencegah semua masyarakat dan relawan terkena tetanus karena terluka oleh benda-benda yang bisa menghantar penyakit tersebut, seperti besi, paku, seng yang berkarat.

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Bio Farma Disril Revolin Putra mengatakan sudah lebih dari 50% vaksin yang sudah disebarkan ke masyarakat dan relawan.

Masih ada sekitar 45% vaksin lagi, dan diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat pascagempa dan tsunami," kata Disril.

Bio Farma juga mengantisipasi apabila ada masyarakat dan relawan yang telah terkena tetanus, dengan menyediakan serum untuk penyembuhannya serta mengatur kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Palu untuk penanganan selanjutnya.

"Kami akan mengirimkan vaksin tersebut melalui Dinkes setempat," katanya.

Sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan, BNI bekerja sama dengan Pelindo IV Sulteng memberikan CSR dengan menyerahkan bantuan 15 truk sembako untuk diserahkan pada Bupati Donggala.

Dengan harapan Pemerintah Kabupaten Donggala bisa meneruskan paket sembako baik mie instan, air mineral, beras, dan keperluan lainnya kepada warga yang menjadi korban bencana alam tersebut.

Juga, katanya, memberikan genset untuk membantu penerangan di lokasi gempa dan tsunami Palu-Donggala.

Saat ini juga ada puluhan relawan dari BNI yang datang langsung untuk membantu para korban di daerah tersebut.

Pihaknya berharap dengan bantuan ini, para korban dapat dihibur dan meringankan beban mereka, agar tetap kuat menghadapi cobaan ini," jelasnya.

BNI, katanya, akan terus bekerja sama dengan Pemerintah Sulteng, sehingga akan terus bersinergi ke depannya, dalam membangun kembali perekonomian daerah.

Karena BNI sebagai agent of development, yang bersama-sama akan membangun bangsa Indonesia," jelasnya.

Tag: Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gempa Palu

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: PT Bank Negara Indonesia (BNI)

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6413.360 4.576 625
2 Agriculture 1580.665 -4.371 21
3 Mining 1864.283 19.943 47
4 Basic Industry and Chemicals 886.611 -9.234 71
5 Miscellanous Industry 1412.349 17.718 46
6 Consumer Goods 2622.970 -29.125 51
7 Cons., Property & Real Estate 479.075 -1.667 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1144.667 14.212 71
9 Finance 1218.281 4.587 91
10 Trade & Service 789.491 2.967 153
No Code Prev Close Change %
1 CANI 163 210 47 28.83
2 TIRA 250 312 62 24.80
3 AGRS 300 374 74 24.67
4 INCF 300 350 50 16.67
5 BGTG 95 110 15 15.79
6 INPP 650 750 100 15.38
7 VICO 104 119 15 14.42
8 CTTH 122 135 13 10.66
9 TFCO 665 735 70 10.53
10 BEST 234 258 24 10.26
No Code Prev Close Change %
1 ASJT 360 300 -60 -16.67
2 OCAP 330 282 -48 -14.55
3 YPAS 745 660 -85 -11.41
4 RELI 250 224 -26 -10.40
5 PRIM 570 515 -55 -9.65
6 APEX 1,400 1,295 -105 -7.50
7 OASA 378 350 -28 -7.41
8 ATIC 880 815 -65 -7.39
9 UNIT 268 252 -16 -5.97
10 MIDI 1,060 1,000 -60 -5.66
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 342 348 6 1.75
2 ANTM 820 870 50 6.10
3 PGAS 2,320 2,410 90 3.88
4 UNTR 25,600 26,050 450 1.76
5 TLKM 3,930 3,990 60 1.53
6 KPAS 222 224 2 0.90
7 BBRI 3,780 3,780 0 0.00
8 DOID 565 615 50 8.85
9 BMRI 7,800 7,800 0 0.00
10 BHIT 66 71 5 7.58