Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Prabowo klaim Gerindra banyak caleg perempuan DPR RI, padahal PSI paling banyak.
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Kalau dibilang Jokowi pakai teks dan Prabowo pakai isi otak isinya hoax.
  • 16:59 WIB. Raja Juli Antoni - Isi otak Prabowo tak lebih dari hoax dan kebohongan.

Tanjung Priok Terapkan Sistem Baru Pembayaran Jasa Pelabuhan

Foto Berita Tanjung Priok Terapkan Sistem Baru Pembayaran Jasa Pelabuhan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC menerapkan sistem baru berupa fasilitas dan layanan pembiayaan jasa kepelabuhan (port service financing/PSF) di Tanjung Priok, Jakarta, untuk mempermudah konsumen melakukan pembayaran.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya di Jakarta, Minggu, mengatakan PSF merupakan skema pembiayaan yang disediakan untuk pengguna jasa kepelabuhanan di IPC yang terintegrasi dengan sistem penerimaan jasa kepelabuhanan.

"Bagi kami, layanan PSF memberikan kepastian pembayaran oleh pengguna jasa pelabuhan," katanyadi Jakarta, Minggu (28/10/2018).

Selain itu, PSF menjamin kepastian transaksi atas jasa kepelabuhanan di pelabuhan yang dikelola IPC selama 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu, tanpa tergantung lagi pada ketersediaan uang tunai pengguna jasa.

"Dengan layanan PSF, proses kegiatan sandar, bongkar muat, atau pelayanan jasa pandu kapal tidak terganggu lagi dengan masalah ketidaktersediaan uang tunai yang kadang-kadang dialami konsumen di pelabuhan," katanya.

Di era baru pelabuhan ini, pihaknya berkomitmen memberikan kemudahan bagi pengguna jasa, baik dalam pelayanan operasional dengan modernisasi alat-alat bongkar muat, maupun kemudahan dalam transaksi keuangan.

"Kita ingin semua layanan IPC jadi lebih cepat, lebih mudah dan lebih murah," katanya.

Kalangan dunia usaha, khususnya pelaku usaha logistik di Tanah Air mengaku semakin merasakan manfaat layanan tersebut.

"Fasilitas ini memperlancar cashflow perusahaan. PSF sangat membantu, terutama sebagai bridging finance di pelabuhan. Selama ini, pelaku usaha logistik harus melakukan top up sebelum melakukan transaksi. Sekarang hal itu tak perlu dilakukan, karena ada fasilitas pembiayaan jasa kepelabuhanan, yang penggunaannya mirip seperti kartu kredit," papar Direktur PT Samudera Bahari Hindarto Paripurno.

Menurut dia, pelayaran terkadang terlambat, sementara pihaknya membutuhkan dana untuk biaya sandar. Dengan adanya fasilitas PSF, ada kemudahan.

"Kami tidak perlu khawatir lagi saat penagihan," ujarnya.

Fasilitas PSF memudahkan pengguna layanan pelabuhan sebab dengan fasilitas PSF, ketika pengguna jasa tidak menyimpan dana tunai, BNI akan membayarkan sementara. Setelah itu pengguna jasa akan membayarkannya kepada BNI.

Hindarto mengatakan, sejak fasilitas PSF diluncurkan, sejauh ini belum ditemukan kendala.

"Belum ada kendala apapun. PSF sangat membantu bisnis kami," ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Managing Director PT Indoline Freight Services, Fitra Sony. Menurutnya, dengan adanya PSF, layanan di pelabuhan memang lebih cepat.

Namun hal itu belum bisa dijadikan tolak ukur karena belum masuk high season dalam negeri dan musim ekspor.

Jika lancar, otomatis nanti akan memperbaiki kinerja jasa logistik secara keseluruhan.

Beban biaya operasional di perusahaan-perusahaan logistik lebih terkontrol, di mana semua pembayaran tidak lagi menggunakan uang tunai (cashless), mulai dari supir, operasional, dan pembayaran port charges-nya.

Tag: PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) - Pelindo II

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56