Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kronologi Pencarian Pesawat JT-610

Foto Berita Kronologi Pencarian Pesawat JT-610
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Senin (29/10/2018) pagi, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik Lion Air sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang dilaporkan terjatuh di sekitar Kerawang.  Sore harinya, pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menginformasikan kronologi dari kejadian tersebut.

Menurut Wakil Ketua KNKT Haryo Satmiko, sesuai informasi dari Jakarta Air Traffic Controller (ATC) (Jakarta Control), pesawat lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pada pukul 06.20 WIB dan diperkirakan akan sampai di Pangkal Pinang pukul 07.20 WIB. Namun, pada 06.22 WIB, pilot menghubungi Jakarta Control untuk menyampaikan permasalahan pada flight control saat terbang di ketinggian 1.700 ft. Kemudian ia meminta izin untuk naik ke ketinggian 5.000 ft dan pihak Jakarta Control mengizinkannya.

“Pada pukul 06.32 WIB, Jakarta Control kehilangan kontak dengan pesawat JT-610. Sekitar pukul 08.00 WIB, KNKT menerima informasi dari pihak Lion Air mengenai kejadian yang dimaksud,” ujar Haryo.

Kemudian, pihak KNKT membentuk command center di kantor KNKT untuk berkoordinasi dengan pihak Lion Air, Basarnas, AirNav Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, BPPT, Pelindo II, BMKG, Otoritas Pelabuhan Tanjung Priuk, dan lainnya.

“Selanjutnya, pukul 08.30 WIB, Ketua KNKT dan investigator KNKT bergabung dengan Kepala Basarnas di Posko Basarnas, Kemayoran, Jakarta,” lanjut Haryo.

Setelah itu, pada 09.40 WIB, tim investigator KNTK pergi ke Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara untuk berkoordinasi dengan BPPT agar dapat menggunakan Kapal Baruna Jaya IV dalam pencarian lokasi jatuhnya pesawat JT-610. Kapal Baruna Jaya IV memiliki peralatan Multi Beam Sonar yang dapat memindai dasar laut dengan akurasi yang sangat tinggi.

“Pukul 10.00 WIB, Ketua KNKT bersama Kepala Basarnas melakukan konferensi pers mengenai kepastian informasi pesawat jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat,” tambah Haryo lagi, seperti informasi tertulis yang diterima Warta Ekonomi.

Haryo melanjutkan, pukul 10.30 WIB, tim invesigator bergerak menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk mengumpulkan data penerbangan di AirNac Indonesia dan Lion Air. Kemudian pihak KNKT berkoordinasi dengan pihak BMKG pada pukul 10.56 WIB mengenai kondisi cuaca.

“KNKT pun mengirimkan occurrence notification kepada pihak ICAO (International Civil of Aviation Organization), Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Amerika Serikat NTSB (National Transportation Safety Board) dan India AAIB (Aircraf Acciden Invesigation Bureau),” papar Haryo lagi.

Akhirnya, pada 14.00 WIB, tim investigator KNKT menuju Pelabuhan Tanjung Priuk untuk berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut perihal penggunaan Kapal Navigasi (KN) Enggano dengan membawa pinger locator milik KNKT. Dengan begitu, tim dapat mencari lokasi jatuhnya pesawat JT-610.

“Dalam investigasi ini, KNTK menerima tawaran kerja sama dan bantuan pihak Singapura TSIB (Transport Safety Investigation Bureau) dan Malaysia AAIB (Air Accident Investigation Bureau),” tutup Haryo.

Tag: Lion Air, KNKT

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56