Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 22:06 WIB. Debat Pilpres - Trafik Telkomsel dan XL melonjak saat debat pilpres perdana.
  • 19:42 WIB. Google - Google akuisisi Divisi Smartwatch Fossil.
  • 19:39 WIB. Apple - iPad murah kabarnya segera rilis.
  • 19:38 WIB. Huawei - Universitas Oxford setop terima dana dari Huawei.
  • 19:36 WIB. Tesla - Susul Proton,  Tesla kena imbas dari Airbag Takata.
  • 19:34 WIB. Ghosn - Pengacara ajukan banding atas penolakan bebas bersyarat Ghosn.
  • 19:32 WIB. Wuling - SUV Wuling Almaz sudah dikenalkan ke kalangan khusus.
  • 19:31 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji aturan penyiaran dan data pribadi rampung di kuarta I 2019.
  • 19:29 WIB. MediaTek - MediaTek bantah kabar akhiri kerja dengan Xiaomi.
  • 18:42 WIB. BPPT - BPPT ingatkan desain teknologi LRT perlu uji coba lapangan. 
  • 18:29 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo akan uji coba 700 Mhz untuk mitigasi bencana alam.
  • 18:27 WIB. Twitter - Twitter catat 1,3 juta cuitan saat Debat Pilpres 2019.
  • 18:25 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis gim pesaing PUBG dan Fortnite.
  • 18:24 WIB. Asus - Asus tunda penjualan smartphone gaming ROG di Indonesia.
  • 18:23 WIB. Oppo - Oppo R17 pro sudah bisa pakai fitur kamera 3D.

Grab Antisipasi 'Perang Harga' dengan Go-Jek di Singapura

Foto Berita Grab Antisipasi 'Perang Harga' dengan Go-Jek di Singapura
Warta Ekonomi.co.id, Singapura -

Konsumen Singapura dengan penuh semangat menunggu perang harga untuk meletus antara Grab dan Go-Jek, yang siap memasuki Singapura pada bulan depan.

Grab berencana untuk mengambil pendekatan yang hati-hati dan mendorong untuk lebih meningkatkan layanannya, daripada mendorong subsidi, karena persaingan dengan Go-Jek mengintensifkan di pasar dalam negerinya dan di seluruh Asia Tenggara, presiden perusahaan Ming Maa mengatakan dalam sebuah wawancara di Kuala Lumpur sebelumnya pada awal bulan.

"Kami tidak percaya bahwa memenangkan hati pengguna dan berbagi pikiran konsumen didorong oleh subsidi," tuturnya, seperti dilansir dari The Star, Selasa (30/10/2018).

"Harus ada upaya yang didorong dengan memberi mereka layanan yang baik dan produk yang bagus," imbuhnya.

Maa, 41 tahun, yang bergabung dengan Grab dua tahun lalu dari SoftBank Group Corp Jepang, mengatakan bahwa perusahaan yang berbasis di Singapura tersebut menghabiskan lebih sedikit subsidi dengan margin yang sangat sangat luas, mengutip rekam jejaknya melawan Uber Technologies sebelum mereka merger pada bulan Maret tahun ini.

Komentar Maa datang setelah Grab dan Uber ditampar denda gabungan sebesar $9,4 juta bulan lalu oleh pengawas antimonopoli Singapura untuk perilaku anti-persaingan sebagai hasil dari merger mereka, yang telah secara efektif membuat Grab mendominasi ride-hailing di Singapura. pemain dengan sekitar 80% pangsa pasar.

Persaingan dan Komisi Konsumen Singapura menemukan bahwa eksklusivitas Grab berurusan dengan perusahaan taksi, mitra penyewaan mobil, dan bahkan beberapa pengemudi telah menghambat perusahaan ride-hailing lainnya untuk memperluas pasar mereka di Singapura, sementara harga untuk layanan Grab meningkat.

Jadi selain dari hukuman keuangan, komisi menginstruksikan Grab untuk membongkar pengaturan mitra eksklusifnya serta memulihkan algoritma penetapan harga dan tarif komisi pra-merger.

Perluasan Go-Jek di Singapura akan menjadikan Singapura sebagai pasar internasional kedua setelah diluncurkan di Vietnam bulan lalu.

Go-Jek telah melakukan pembicaraan dengan Comfort-Delgro, operator taksi terbesar di Singapura yang sebelumnya memiliki kesepakatan eksklusif dengan Uber, menurut laporan oleh situs berita TechCrunch awal bulan ini.

Tag: Grab, PT Go-Jek Indonesia

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Edgar Su

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56