Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

Hadapi Perubahan Tren Belanja Konsumen di Era Digital, GoToMalls Terapkan Omnichannel

Foto Berita Hadapi Perubahan Tren Belanja Konsumen di Era Digital, GoToMalls Terapkan Omnichannel
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Meski tingkat penjualan ritel di Indonesia masih didominasi physical store (toko ritel offline), tetap saja terjadi pergeseran tren yang membuat perilaku konsumen berubah. Berdasarkan riset yang dirilis McKinsey pada 2018, sebesar 94% konsumen di dunia sudah melibatkan internet dalam berbelanja. Kini, mayoritas konsumen di dunia menggunakan internet dalam kegiatan berbelanjanya.

Pendiri dan CEO GoToMalls Bruno Zysman berpendapat, sekitar 20% konsumen melakukan riset secara online lebih dulu sebelum membeli suatu produk pada ritel offline, sedangkan 30% lainnya melihat dan mencoba produk di toko offline dan membelinya melalui saluran online. Hal tersebut didukung pula dengan penetrasi pengguna internet di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 50% penduduknya, yakni sekitar 132,7 juta (per Januari 2018).

"Hal ini memang menjadi gambaran dari pembeli generasi baru dengan kebiasaan berbelanja yang telah berubah, di mana Gen X tidak hanya datang ke toko fisik untuk melihat harga, namun lebih dari itu mereka mencari pengalaman (berbelanja), di sisi lain, milenial cenderung lebih menyukai pembelian secara instan," kata Bruno dalam pernyataan tertulis, Selasa (30/10/2018).

Oleh karena itu, untuk menarik daya beli konsumen di toko ritel fisik, pemilik ritel harus mampu melakukan perubahan pada toko fisik agar pengalaman berbelanja konsumen meningkat. Perubahan tersebut dapat diwujudkan lewat inovasi teknologi atau pun nonteknologi. Contoh inovasi tersebut telah dilakukan oleh beberapa brand ternama di dunia, seperti Nike yang menyediakan arena jogging di dalam toko agar konsumen bisa mencoba sepatunya lebih dulu. Ada pula Nespresso yang memberikan kesempatan pada konsumen untuk mencicipi secangkir kopi sebelum membelinya.

"Kami melihat pergeseran tren tersebut sebagai potensi besar untuk industri ritel Indonesia. Untuk itu, kami sebagai startup retail tech yang terus melahirkan inovasi untuk menjadi jembatan antara potensi tersebut dengan pengalaman berbelanja secara langsung di toko ritel fisik," kata Bruno lagi.

Menurutnya, dengan begitu, industri ritel konvensional dapat terus mengikuti perkembangan teknologi. Caranya, dengan memanfaatkan Omnichannel sebagai saluran pemasaran. Omnichannel menitikberatkan pengalaman konsumen dalam berbelanja, baik dengan menggunakan saluran offline maupun online.

Bruno berpendapat, "Menghadirkan pengalaman berbelanja bagi konsumen di toko fisik merupakan tantangan tersendiri untuk para peritel, sebab hal itu lah yang mampu membedakan mereka dengan e-commerce. Omnichannel adalah jawaban untuk tantangan itu."

Dengan pengalaman berbelanja di toko ritel fisik yang akan diberikan Omnichannel kepada konsumen, pemasarannya menjadi peluang yang harus dimanfaatkan para peritel. Karena lewat hal tersebut, akan ada penawaran pengalaman yang berbeda ketika konsumen belanja di toko fisik. Hal itu akan menjadi daya tarik agar konsumen datang ke toko peritel.

Tag: GoToMalls.com

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Tanayastri Dini Isna

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56