Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:38 WIB. Grab - Ratusan driver Grab migrasi ke Go-Jek. 
  • 09:24 WIB. PSTE - Pengamat sebut revisi UU Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE) butuh dasar hukum.
  • 09:23 WIB. Fintech - Asosiasi fintech ingatkan anggota tak promosi lewat SMS.
  • 09:13 WIB. Utang - Hingga Oktober 2018, utang pemerintah mencapai Rp4.478,57 triliun.
  • 09:09 WIB. IHSG  - IHSG dibuka menguat ke level 5.974,038 di awal perdagangan sesi I hari ini.
  • 09:07 WIB. Kontrak - Kontrak LS TAC antara Pertamina EP dan BN Oil Holdico Limited berakhir. 
  • 09:06 WIB. Finansial - BI: Sistem pembayaran lancar topang perekonomian domestik tetap membaik.
  • 09:06 WIB. Neraca - Neraca transaksi modal dan finansial triwulan III 2018 surplus US$4,2 miliar. 
  • 07:34 WIB. First Media - Ancaman pemerintah tak pengaruhi internet kabel First Media.
  • 07:33 WIB. Indosat - Jaringan lelet, Indosat berkilah tengah migrasi.
  • 07:33 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo lawan putusan soal Bolt ke Mahkamah Agung.
  • 07:32 WIB. Internux - Internux sudah gugat Kemenkominfo ke PTUN sejak Oktober.

Konsumen Layanan VOD Asia Terus Berminat untuk Konsumsi Konten Lokal

Foto Berita Konsumen Layanan VOD Asia Terus Berminat untuk Konsumsi Konten Lokal
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Berdasarkan laporan berjudul “Asia-On-Demand: The Growth of Video-on-demand Investment in Local Entertainment Industries” yang dirilis hari ini oleh firma konsultan strategi dan ekonomi AlphaBeta, penyedia layanan video-on-demand (VOD) diperkirakan akan berinvestasi hingga US$10,1 miliar di Asia pada 2022, meningkat 3,7x lebih tinggi dari nilai investasi pada 2017. Hasil studi ini juga menunjukkan bahwa konsumen layanan VOD di Asia terus menunjukkan minat yang besar untuk mengonsumsi konten lokal, yang akan mendorong para pelaku industri untuk fokus dalam membuat konten yang lebih relevan secara lokal.

AlphaBeta menyatakan, sekitar US$4 miliar dari perkiraan investasi akan berupa investasi asing langsung (foreign direct investment) dari para pelaku industri di tingkat global. Selain itu, manfaat ekonomi dari pemain VOD diperkirakan akan mencapai lebih dari 3x nilai pembelanjaan investasi.

"Hal ini, terutama jika mengingat direct spending di industri untuk operasional utama (seperti perlengkapan, transportasi, katering, pemasaran, perhotelan, dan lain sebagainya), yang mendorong indirect spending oleh pemasok (seperti lensa kamera, katering, transportasi, bahan bakar, dan lain sebagainya), dan induced spending dari pekerja yang menghabiskan gaji mereka di Asia ini," ujar AlphaBeta dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (30/10/2018).

Berkomentar mengenai laporan ini, Konstantin Matthies, AlphaBeta Engagement Manager, mengatakan, mengingat bahwa industri VOD masih dalam tahap awal, dampak ekonomi dari layanan VOD di Asia , khususnya industri hiburan, hanya mendapatkan perhatian yang terbatas hingga saat ini.

"Karena itu, riset ini bertujuan untuk melengkapi kekurangan yang ada dengan menyediakan fakta tentang nilai potensial industri ini. Laporan ini lebih jauh lagi mengidentifikasi praktik-praktik terbaik, selain langkah kebijakan utama untuk memastikan bahwa negara-negara Asia dapat mengambil peluang ini,” papar Konstantin Matthies.

Ia menambahkan, seiring berkembangnya industri VOD di Asia, permintaan terhadap konten yang relevan secara lokal akan mendorong para pemain untuk berinvestasi lebih banyak pada karya-karya dari Asia.

"Hal ini berlawanan dengan persepsi bahwa akses mudah yang dimiliki VOD ke konten luar (Hollywood) akan mengurangi permintaan lokal dan melemahkan nilai budaya. Dengan adanya permintaan konsumen yang besar untuk konten lokal, pemain VOD akan terdorong untuk meningkatkan konten lokal berkualitas tinggi agar selaras dengan pilihan konsumen,” pungkas Konstantin Matthies.

Tag: Video-on-Demand, AlphaBeta

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: AlphaBeta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,955.01 3,915.25
British Pound GBP 1.00 19,289.40 19,089.66
China Yuan CNY 1.00 2,138.29 2,116.96
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,838.00 14,690.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,791.68 10,682.57
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,895.12 1,876.14
Dolar Singapura SGD 1.00 10,775.60 10,664.25
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,807.00 16,637.89
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,538.76 3,499.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,069.67 12,935.89

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5955.736 97.443 615
2 Agriculture 1423.963 12.836 20
3 Mining 1853.228 -3.981 47
4 Basic Industry and Chemicals 779.183 6.043 71
5 Miscellanous Industry 1415.509 50.792 45
6 Consumer Goods 2347.142 47.921 49
7 Cons., Property & Real Estate 416.915 6.341 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1070.072 28.920 71
9 Finance 1123.151 17.207 90
10 Trade & Service 806.748 7.155 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,885 2,350 465 24.67
2 KPAS 470 585 115 24.47
3 GIAA 200 238 38 19.00
4 HDTX 166 197 31 18.67
5 RODA 330 390 60 18.18
6 YPAS 595 690 95 15.97
7 GLOB 178 204 26 14.61
8 NUSA 222 254 32 14.41
9 LION 600 680 80 13.33
10 CTTH 98 110 12 12.24
No Code Prev Close Change %
1 AKSI 300 254 -46 -15.33
2 APEX 1,730 1,520 -210 -12.14
3 LPLI 116 102 -14 -12.07
4 UNIC 3,890 3,520 -370 -9.51
5 PRIM 935 855 -80 -8.56
6 KONI 156 143 -13 -8.33
7 LCKM 326 300 -26 -7.98
8 BMSR 155 144 -11 -7.10
9 ALMI 344 320 -24 -6.98
10 MTSM 136 127 -9 -6.62
No Code Prev Close Change %
1 LPPS 108 103 -5 -4.63
2 PTBA 4,880 4,700 -180 -3.69
3 KPAS 470 585 115 24.47
4 DEAL 352 352 0 0.00
5 TKIM 12,325 12,050 -275 -2.23
6 WSKT 1,420 1,500 80 5.63
7 TLKM 3,750 3,910 160 4.27
8 ASII 8,175 8,525 350 4.28
9 BBRI 3,350 3,410 60 1.79
10 SMGR 10,000 10,300 300 3.00