Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Komitmen Perusahaan Kurangi Limbah Plastik dengan Daur Ulang Kemasan

Foto Berita Komitmen Perusahaan Kurangi Limbah Plastik dengan Daur Ulang Kemasan
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

SC Johnson telah mengumumkan serangkaian komitmen untuk terus mengurangi jejak limbah plastik, dengan meningkatkan kemasan plastik yang dapat di daur ulang, mendukung penggunaan kembali botol-botol plastik melalui isi ulang terkonsentrasi, dan meluncurkan usaha untuk membuat kemasan Ziploc yang dapat didaur ulang.

Fisk Johnson, Ketua dan CEO dari SC Johnson, telah menyaksikan polusi secara langsung dalam sebuah penyelaman yang baru-baru ini dilakukan di Indonesia.

“Di SC Johnson, menjadi pemimipin lingkungan berkelanjutan telah menjadi sebuah prinsip yang merupakan bagian dari kerja keras kami dari generasi ke generasi,” kata Fisk Johnson dalam keterangan tertulisnya yang diterima Warta Ekonomi di Jakarta, Selasa (30/10/2018). 

Johnson melanjutkan, dengan meningkatnya sorotan dan parhatian pada krisis limbah plastik global, SC Johnson ingin membagikan usahanya secara eksternal.

"Kami berharap usaha ini akan menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk mengambil langkah serupa kepada ekonomi plastik yang berulang (circular plastic economy), karena planet ini tidak dapat menjaga status quo yang terdapat sekarang,” tambah Johnson.

SC Johnson mengklaim bahwa mereka memiliki komitmen jangka panjang untuk melestarikan lingkungan dan telah bekerja untuk memperbaiki keberlanjutan dan lingkaran dari produk plastiknya selama lebih dari satu dekade.

Sekarang, SC Johnson mengumumkan serangkaian komitmen sesuai dengan Komitmen Ekonomi Plastik Global yang Baru (New Plastics Economy Global Commitment) untuk mengurangi jejak plastiknya, serta mendorong penggunaan kembali serta mendaur ulang produk-produk plastik. 100% kemasan plastik SC Johnson dapat di daur ulang, dapat digunakan kembali atau dapat dijadikan kompos pada tahun 2025.

Selain itu, SC Johnson juga memperluas jumlah alternatif isi ulang berkonsentrasi untuk produk-produk SC Johnson pada 2025, terus mengurangi plastik berlebih jika memungkinkan, mendukung daur ulang tepi jalan lembar plastik, bekerja dengan industri dan organisasi lainnya untuk mendukung model ekonomi plastik circular. Pada tahun 2017, perusahaan memotong tambahan 1 juta kilogram plastik dari kemasan produknya.

“Sebagai pemimpin generasi kelima dari perusahaan keluarga kami, saya tahu bahwa pekerjaan kami bukan hanya untuk melindungi kepentingan-kepentingan bisnis, tapi juga untuk memelindungi nilai-nilai yang menjadi dasar berdirinya perusahaan ini,” kata Johnson.

SSementara itu, mengalami Isu Plastik Lautan Secara Langsung Sebagai seorang penyelam, Johnson baru-baru ini berpartisipasi dalam sebuah penyelaman bersama LSM, Conservation International, yang telah lama bekerja sama dengan perusahaan untuk mengeksplorasi isu tersebut secara langsung di perairan lepas di Indonesia. Ia dapat menyaksikan keragaman biota laut, juga mendapatkan pemahaman lebih baik akan resiko dari keberadaan plastik di perairan yang juga terdampar di pesisir pantai.

“Sungguh luar biasa untuk dapat melihat secara langsung keindahan alam dan keanekaragaman dari laut kita, dan untuk dapat menghargai sepenuhnya hal-hal yang dipertaruhkan di sini. Saya rasa sangat penting bahwa para pelaku bisnis, pemerintah, petugas sipil, dan masyarakat di seluruh dunia untuk bekerja sama memecahkan masalah yang sangat penting bagi kemanusiaan,” kata Johnson.

Johnson berencana untuk melakukan penyelaman lainnya di beberapa bulan kedepan untuk mengeksplorasi dampak dari plastik bagi biota laut.

Tag: SC Johnson & Son

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56