Y Combinator Mencari Bibit Startup Indonesia

Y Combinator Mencari Bibit Startup Indonesia Kredit Foto: Y Combinator

Gustaf Alstromer perwakilan dari Y Combinator, Startup Accelerator prestisius di dunia yang bermarkas di Mountain View, California, United States datang ke Indonesia. Kedatangannya selain untuk memperkenalkan Y Combinator juga bertujuan untuk mencari bibit terbaik startup di Tanah Air untuk berkembang bersama. 

Y Combinator datang dan berbincang dengan para pelaku startup di Indonesia dalam sebuah forum diskusi yang diinisiasi oleh Xendit dan diadakan di Block71 Jakarta, Senin (29/10). Dalam wawancaranya Moses Lo, CEO Xendit menjelaskan bahwa Xendit merupakan startup lokal yang berhasil masuk dan diakselerasi di Y Combinator, hingga akhirnya sukses mendapatkan funding dan beroperasi di Indonesia. 

“Bergabung ke dalam Y Combinator memberikan banyak pelajaran dan manfaat dalam mempertajam produk dan penawaran. Selain itu kami juga mendapatkan funding serta strategi untuk berkembang secara pesat dan matang sebagai sebuah perusahaan,” ujar Moses Lo. 

Xendit sendiri merupakan perusahaan payment gateway di Indonesia yang memudahkan segala jenis transaksi pembayaran secara digital pada berbagai bisnis dan usaha. Diluncurkan di Indonesia, Xendit merupakan salah satu perusahaan jebolan Y Combinator yang pertama kali beroperasi di negara ini. 

Moses Lo dan Tessa Wijaya selaku co-founder juga memilih Indonesia sebagai basis Xendit dengan alasan percaya akan potensi market dan talent di Indonesia. Perkembangan pesat bisnis di Indonesia membutuhkan dukungan layanan solusi pembayaran digital yang aman, mudah dan efisien. Menjawab kebutuhan tersebut, Xendit membangun infrastruktur pembayaran sehingga dapat mendukung bisnis untuk  berkembang lebih cepat lagi. 

“Pada akhirnya kami berharap hal tersebut juga membantu pertumbuhan ekonomi Indonesia,” imbuh Moses. 

Banyaknya tech talent lulusan universitas terkemuka yang sangat passionate untuk membangun produk terbaik bersama di Indonesia juga menarik perhatian. Gabungan antara dukungan dari Ycom (Y Combinator), advanced technology dan talenta terbaik di negeri ini juga menjadikan Xendit menjadi salah satu perusahaan yang berkembang cepat secara organik di Indonesia. 

Selain Moses, juga hadir Susli Lie dari Dana Cita dan Steven Wongsoredjo dari Nusantara Technology. Ketiganya berbagi pengalaman diakselerasi oleh Y Combinator. Dana Cita yang hadir pada 2017 merupakan startup fintech lending yang mengupayakan pembiayaan untuk pendidikan. 

Susli sendiri merupakan co-founder Dana Cita menegaskan pihaknya merupakan satu-satunya startup fintech lending asal Indonesia yang lolos seleksi masuk Y Combinator. Berkat pencapaian itu Dana Cita telah berhasil dan akan terus mewujudkan mimpi banyak pelajar dan mahasiswa di Indonesia untuk menempuh pendidikan di jenjang yang lebih tinggi. 

Kembali ke Y Combinator, didirikan pada tahun 2005, akselerator ini telah berhasil membantu 1900 startup dari berbagai negara di dunia. Dengan mengikutsertakan mereka dalam program akselerasi selama 3 bulan di Silicon Valley dimana para pendiri startup dibantu untuk mematangkan konsep usaha mereka hingga sampai proses inisiasi dan pendirian usaha. Beberapa startup yang kini menjadi perusahaan terkemuka dunia antara lain Dropbox, Airbnb, Optimizely, Quora Reddit, Zenefits, Twitch.tv, Weebly dan masih banyak lagi. Total valuasi gabungan dari seluruh perusahaan Y Combinator diperkirakan mencapai $100 miliar.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1.387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Video Pilihan

Berita Terkait

HerStory

Terpopuler

Terkini