Portal Berita Ekonomi Senin, 27 Januari 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:31 WIB. Valas - Rupiah ditutup positif 0,24% terhadap Dollar AS pada level 13.615 IDR/USD.
  • 18:29 WIB. Bursa - Indeks FTSE 100 dibuka negatif 2,47% pada level 7.398.
  • 18:28 WIB. Bursa - Indeks Nikkei ditutup negatif 2,03% pada level 23.343.
  • 13:17 WIB. Valas - Dollar AS menguat 0,09% terhadap Poundsterling pada level 1,3061 USD/GBP.
  • 13:15 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,05% terhadap Euro pada level 1,1030 USD/EUR.
  • 13:14 WIB. Valas - Dollar AS melemah 0,22% terhadap Yen pada level 109,04 JPY/USD.
  • 13:13 WIB. Gold - Spot price emas diperdagangkan pada level 1.580 USD/troy ounce.
  • 13:12 WIB. OIL - Harga acuan Brent diperdagangkan pada level 59,36 USD/barel.
  • 13:11 WIB. OIL - Harga acuan WTI diperdagangkan pada level 52,90 USD/barel.

Polemik Gratiskan Suramadu, Wapres: Industri Madura Bisa Berkembang

Polemik Gratiskan Suramadu, Wapres: Industri Madura Bisa Berkembang - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Keputusan Pemerintah untuk membebaskan Jembatan Nasional Suramadu dari biaya tol diharapkan dapat meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat Madura, sehingga pajak pendapatan daerah juga naik, kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Jakarta, Selasa.

Setelah Jembatan Nasional Suramadu berfungsi seperti jalan raya biasa, maka diharapkan mobilitas perdagangan dan perekonomian masyarakat Madura dari Surabaya dapat lebih lancar dan menciptakan industri di Madura dan sekitarnya.

"Katakanlah kalau dengan itu (penggratisan biaya tol Suramadu) maka Madura industrinya bisa berkembang, maka otomatis pajak naik di Madura atau Surabaya dan sekitarnya. Dengan pajak itu, kan kita bayarin utang-utang negara," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kantor Wapres Jakarta, Selasa.

Dengan berkembangnya kawasan industri di Madura, Wapres mengatakan perekonomian masyarakat setempat dapat meningkat sehingga utang pembangunan Jembatan itu dapat dibayarkan.

"Harapannya begitu. Dengan murahnya ongkos logistik antara Madura dan Surabaya. itu berarti orang akan dengan mudah, sama saja membikin industri atau usaha di wilayah Surabaya atau Sidoarjo dengan Bangkalan," jelasnya.

Pembangunan Jembatan Nasional Suramadu pada 20 Agustus 2003 lalu dimaksudkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Madura dengan mempermudah jalur perdagangan dari semula melalui kapal menjadi jalan darat. Namun, sejak jembatan terpanjang di Indonesia itu diresmikan pada 10 Juni 2009 hingga saat ini, Wapres mengatakan Pemerintah tidak melihat ada perkembangan signifikan dalam hal perekonomian di Pulau Madura.

"Malah di situ ada direncanakan dulu 'industrial estate' di bagian Madura; tapi sampai sekarang belum ada industri yang mau. Ini salah satu cara untuk memudahkan mobilitas di Madura, ya dengan membebaskan itu, jadi sama dengan jalan raya biasa," ujarnya.


Sebelumnya, mantan presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta penjelasan Presiden Joko Widodo atas keputusannya menggratiskan Jembatan Nasional Suramadu tersebut.

Menurut SBY, banyak pihak mempertanyakan kenapa hanya Jembatan Nasional Suramadu yang dibebaskan dari pembiayaan, sementara fasilitas jalan tol lain masih dikenai biaya

Baca Juga

Tag: Jembatan Suramadu, Joko Widodo (Jokowi)

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Antara/Puspa Perwitasari

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,645.97 3,609.41
British Pound GBP 1.00 17,864.79 17,684.32
China Yuan CNY 1.00 1,972.21 1,952.45
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 13,680.06 13,543.94
Dolar Australia AUD 1.00 9,307.91 9,212.59
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,759.56 1,742.03
Dolar Singapura SGD 1.00 10,095.24 9,993.32
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,091.84 14,940.32
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,365.74 3,330.61
Yen Jepang JPY 100.00 12,560.89 12,432.48
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6133.208 -110.901 675
2 Agriculture 1340.323 -33.345 21
3 Mining 1435.283 -41.883 49
4 Basic Industry and Chemicals 928.567 -43.428 77
5 Miscellanous Industry 1176.233 -37.933 51
6 Consumer Goods 2041.978 -21.111 57
7 Cons., Property & Real Estate 463.802 -9.451 85
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1073.560 -25.517 76
9 Finance 1366.311 -12.338 92
10 Trade & Service 731.689 -9.459 167
No Code Prev Close Change %
1 PKPK 62 83 21 33.87
2 CSRA 444 550 106 23.87
3 ARTO 3,290 4,000 710 21.58
4 IBFN 312 374 62 19.87
5 BOGA 1,355 1,560 205 15.13
6 GLOB 350 400 50 14.29
7 MYTX 56 64 8 14.29
8 PAMG 145 164 19 13.10
9 LUCK 565 635 70 12.39
10 SIPD 900 995 95 10.56
No Code Prev Close Change %
1 OMRE 1,100 825 -275 -25.00
2 PICO 740 555 -185 -25.00
3 PDES 900 680 -220 -24.44
4 AMIN 356 272 -84 -23.60
5 LPIN 298 234 -64 -21.48
6 TFCO 525 424 -101 -19.24
7 BMSR 110 89 -21 -19.09
8 NASA 560 454 -106 -18.93
9 DMND 1,350 1,095 -255 -18.89
10 REAL 416 338 -78 -18.75
No Code Prev Close Change %
1 TOWR 825 840 15 1.82
2 MNCN 1,690 1,645 -45 -2.66
3 INAF 925 915 -10 -1.08
4 LUCK 565 635 70 12.39
5 ANTM 785 750 -35 -4.46
6 BBRI 4,740 4,650 -90 -1.90
7 TCPI 7,000 6,500 -500 -7.14
8 BUMI 56 51 -5 -8.93
9 PGAS 1,880 1,815 -65 -3.46
10 JSKY 182 166 -16 -8.79