Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 17:45 WIB. China - Indonesia ajak China kolaborasi dalam konsep Indo-Pasifik
  • 17:42 WIB. Real Madrid - Solari resmi jadi pelatih tetap Real Madrid.
  • 17:41 WIB. Rohingya - Bertemu di ASEAN, PM Malaysia kritik Suu Kyi soal Rohingya.
  • 17:41 WIB. Palestina - Ratusan warga Palestina di Ramallah protes agresi Israel.
  • 17:41 WIB. Laut China Selatan - Indonesia: CoC Laut China Selatan selesai tahun depan.
  • 17:40 WIB. Perang Dagang - PM China: tak ada pemenang dalam perang dagang dengan AS.
  • 17:36 WIB. Rusia - Rusia tawarkan penjualan pesawat ke Malaysia.
  • 17:36 WIB. Yaman - Kepala bantuan PBB serukan gencatan senjata di Yaman.
  • 17:36 WIB. Irak - PBB akan restorasi benteng Kirkuk Irak, barak Ottoman.
  • 17:35 WIB. Israel - Hamas: Kami beri pelajaran serius ke Israel.
  • 17:35 WIB. Gaza - DPR minta Indonesia ajukan resolusi soal Gaza.

Apa Kabar Upaya Repatriasi Pengungsi Rohingya?

Foto Berita Apa Kabar Upaya Repatriasi Pengungsi Rohingya?
Warta Ekonomi.co.id, Dhaka -

Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk memulai pada bulan November pemulangan ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh yang melarikan diri dari penumpasan tentara Myanmar.

Lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya menyeberang dari barat Myanmar yang sebagian besar penduduknya beragama Budha ke Bangladesh mulai Agustus tahun lalu setelah serangan gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan Myanmar memicu tanggapan militer.

"Kami menantikan untuk memulai repatriasi pada pertengahan November," ujar Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque kepada wartawan di Dhaka setelah pertemuan dengan delegasi Myanmar yang dipimpin oleh pejabat senior kementerian luar negeri Myint Thu.

Myint Thu memuji apa yang disebutnya hasil yang sangat konkrit terakait dengan renaca repatriasi.

"Kami telah menempatkan sejumlah langkah untuk memastikan bahwa mereka yang kembali akan memiliki lingkungan yang aman untuk kepulangan mereka," tuturnya kepada wartawan, seperti dilansir dari Channel NewsAsia, Rabu (31/10/2018).

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para tokoh masyarakat Rohingya mengatakan kondisi di bagian utara Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat sebagian besar pengungsi berasal, belum siap untuk upaya repatriasi.

Para pemimpin komunitas Rohingya yang berpenduduk mayoritas telah mengatakan mereka tidak akan kembali tanpa berbagai tuntutan dipenuhi, termasuk hak untuk kewarganegaraan Myanmar.

"Kami memiliki beberapa tuntutan tetapi pemerintah Myanmar tidak melakukan apa pun untuk menemui mereka. Bagaimana kami bisa kembali?" Mohib Ullah, seorang pemimpin Rohingya yang sekarang tinggal di Bangladesh bagian tenggara, mengatakan kepada Reuters.

Delegasi Myanmar akan mengunjungi kamp-kamp Rohingya di Cox's Bazar pada Rabu (31/10/2018).

Awal bulan ini, menteri luar negeri Bangladesh mengatakan Myanmar telah membereskan daftar 8.000 orang Rohingya yang dikirim oleh Dhaka untuk verifikasi setelah kesepakatan tahun lalu.

Kedua negara telah mencapai kesepakatan pada November tahun lalu untuk memulai repatriasi dalam dua bulan, tetapi belum juga ada realisasi.

Rohingya masih melintasi perbatasan ke Bangladesh, dengan hampir 14.000 orang tiba tahun ini, menurut pejabat AS.

Peneliti AS mengeluarkan laporan pada Agustus yang menuduh militer Myanmar bertindak dengan "niat genosida" dan menyerukan kepada panglima tertinggi negara itu, Min Aung Hlaing, dan lima jenderal yang akan dituntut berdasarkan hukum internasional.

Myanmar membantah tuduhan pembersihan etnis dan mengatakan tindakannya adalah bagian dari perang melawan terorisme.

Min Aung Hlaing menyarankan pada bulan September bahwa Rohingya berada di Bangladesh dan mengatakan mereka harus "menerima pengawasan" berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan 1982.

Undang-undang membatasi kewarganegaraan bagi mereka, seperti Rohingya, yang bukan anggota kelompok etnis resmi yang ditetapkan.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bulan lalu bahwa dalam keadaan apapun para pengungsi tidak diizinkan untuk tetap secara permanen.

Hasina, yang menghadapi pemilihan umum pada akhir tahun, juga menuduh Myanmar menemukan alasan baru untuk menunda upaya repatriasi.

Myanmar, bagaimanapun, telah menyalahkan Bangladesh atas keterlambatan itu dan mengatakan pihaknya siap untuk mengambil kembali para pengungsi dan telah membangun pusat-pusat transit untuk menampung mereka semula saat mereka kembali.

Mengingat penundaan itu, Bangladesh telah menyiapkan rumah baru di sebuah pulau terpencil bernama Bhasan Char, yang kelompok hak asasi manusia katakan bisa menjadi sasaran banjir.

Tag: Rohingya, Myanmar

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00