Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

Apa Kabar Upaya Repatriasi Pengungsi Rohingya?

Foto Berita Apa Kabar Upaya Repatriasi Pengungsi Rohingya?
Warta Ekonomi.co.id, Dhaka -

Bangladesh dan Myanmar sepakat untuk memulai pada bulan November pemulangan ratusan ribu Muslim Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh yang melarikan diri dari penumpasan tentara Myanmar.

Lebih dari 700.000 pengungsi Rohingya menyeberang dari barat Myanmar yang sebagian besar penduduknya beragama Budha ke Bangladesh mulai Agustus tahun lalu setelah serangan gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan Myanmar memicu tanggapan militer.

"Kami menantikan untuk memulai repatriasi pada pertengahan November," ujar Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque kepada wartawan di Dhaka setelah pertemuan dengan delegasi Myanmar yang dipimpin oleh pejabat senior kementerian luar negeri Myint Thu.

Myint Thu memuji apa yang disebutnya hasil yang sangat konkrit terakait dengan renaca repatriasi.

"Kami telah menempatkan sejumlah langkah untuk memastikan bahwa mereka yang kembali akan memiliki lingkungan yang aman untuk kepulangan mereka," tuturnya kepada wartawan, seperti dilansir dari Channel NewsAsia, Rabu (31/10/2018).

Namun kelompok-kelompok hak asasi manusia dan para tokoh masyarakat Rohingya mengatakan kondisi di bagian utara Negara Bagian Rakhine, Myanmar, tempat sebagian besar pengungsi berasal, belum siap untuk upaya repatriasi.

Para pemimpin komunitas Rohingya yang berpenduduk mayoritas telah mengatakan mereka tidak akan kembali tanpa berbagai tuntutan dipenuhi, termasuk hak untuk kewarganegaraan Myanmar.

"Kami memiliki beberapa tuntutan tetapi pemerintah Myanmar tidak melakukan apa pun untuk menemui mereka. Bagaimana kami bisa kembali?" Mohib Ullah, seorang pemimpin Rohingya yang sekarang tinggal di Bangladesh bagian tenggara, mengatakan kepada Reuters.

Delegasi Myanmar akan mengunjungi kamp-kamp Rohingya di Cox's Bazar pada Rabu (31/10/2018).

Awal bulan ini, menteri luar negeri Bangladesh mengatakan Myanmar telah membereskan daftar 8.000 orang Rohingya yang dikirim oleh Dhaka untuk verifikasi setelah kesepakatan tahun lalu.

Kedua negara telah mencapai kesepakatan pada November tahun lalu untuk memulai repatriasi dalam dua bulan, tetapi belum juga ada realisasi.

Rohingya masih melintasi perbatasan ke Bangladesh, dengan hampir 14.000 orang tiba tahun ini, menurut pejabat AS.

Peneliti AS mengeluarkan laporan pada Agustus yang menuduh militer Myanmar bertindak dengan "niat genosida" dan menyerukan kepada panglima tertinggi negara itu, Min Aung Hlaing, dan lima jenderal yang akan dituntut berdasarkan hukum internasional.

Myanmar membantah tuduhan pembersihan etnis dan mengatakan tindakannya adalah bagian dari perang melawan terorisme.

Min Aung Hlaing menyarankan pada bulan September bahwa Rohingya berada di Bangladesh dan mengatakan mereka harus "menerima pengawasan" berdasarkan Undang-Undang Kewarganegaraan 1982.

Undang-undang membatasi kewarganegaraan bagi mereka, seperti Rohingya, yang bukan anggota kelompok etnis resmi yang ditetapkan.

Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara bulan lalu bahwa dalam keadaan apapun para pengungsi tidak diizinkan untuk tetap secara permanen.

Hasina, yang menghadapi pemilihan umum pada akhir tahun, juga menuduh Myanmar menemukan alasan baru untuk menunda upaya repatriasi.

Myanmar, bagaimanapun, telah menyalahkan Bangladesh atas keterlambatan itu dan mengatakan pihaknya siap untuk mengambil kembali para pengungsi dan telah membangun pusat-pusat transit untuk menampung mereka semula saat mereka kembali.

Mengingat penundaan itu, Bangladesh telah menyiapkan rumah baru di sebuah pulau terpencil bernama Bhasan Char, yang kelompok hak asasi manusia katakan bisa menjadi sasaran banjir.

Tag: Rohingya, Myanmar

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Mohammad Ponir Hossain

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56