Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Pilpres -  Amien Rais: Demokrasi tanpa oposisi adalah bodong.
  • 23:22 WIB. Milan - Huawei Technologies akan investasi di Italia senilai US$3,1 miliar, tapi menuntut kebijakan yang fair.
  • 23:04 WIB. Menag - Jokowi  menetapkan Menag sebagai Amirul Hajj   ibadah haji 1440 H/2019 M.
  • 22:37 WIB. Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan beri sanksi PNS yang masih pakai LPG 3 kg.
  • 20:03 WIB. Kota kreatif - Bekraf ingin mendirikan Bekraf Creative District (BCD) untuk meningkatkan bisnis kreatif.
  • 19:04 WIB. Global bond - PLN menerbitkan global bond US$ 1,4 miliar.

Rupiah Tetap Berkibar di Tengah Penguatan Dolar

Rupiah Tetap Berkibar di Tengah Penguatan Dolar - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Global Head of Currency Strategy & Market Research FXTM, Jameel Ahmad, menilai, meningkatnya selera risiko dan membaiknya pandangan terhadap pasar saham global mendukung penguatan sejumlah mata uang pasar berkembang Asia Pasifik walaupun Dolar meningkat mendekati level tertinggi baru di tahun 2018.

Pada saat laporan ini dituliskan, Rupiah sedikit menguat sebesar 0.01% bersama Yuan China, Peso Filipina, dan Won Korea yang juga menguat terhadap Dolar AS di hari Rabu (31/10/2018). Data Bloomberg menyebutkan, nilai tukar Rupiah hari ini ditutup pada level Rp15.202 per dolar AS, menguat 0,14% dibandingkan posisi kemarin yang berada dilevel Rp15.223 per dolar AS.

"Berita bahwa Dolar meningkat sangat mendekati level tertinggi baru 2018 akan menjadi tantangan baru bagi mata uang pasar berkembang. Rupiah jelas belum ditaklukkan oleh peningkatan tekanan saat ini," ujar Jameel, Rabu (31/10/2018)

Satu hal yang menarik, Rupee India telah merosot 0,5% lagi karena isu independensi bank sentral terus menjadi masalah di India. Rupee India sudah menjadi mata uang berkinerja terburuk di Asia, namun potensi penurunan lebih lanjut bagi Rupee dapat menjadi potensi risiko negatif bagi mata uang lainnya di wilayah ini. Hal ini termasuk Rupiah.

Di sisi lain, minat investor terhadap Dolar memberi dampak negatif terhadap Euro, Yen Jepang, dan Pound Inggris. GBPUSD anjlok dari 1.3250 menjadi 1.27 dalam sekitar tiga pekan saja, dan kembalinya permasalahan pelik mengenai ketidakpastian Brexit juga menjadi risiko bagi Pound untuk terus menurun menjelang November ini.

"Melemahnya Yen selama tiga hari perdagangan terakhir adalah akibat apresiasi Dolar AS. USDJPY turun hampir 150 pips pekan ini pada saat laporan ini dituliskan," paparnya.

Menurutnya, penurunan Euro lebih mengkhawatirkan lagi bagi pasar keuangan. Ekspektasi perlambatan pertumbuhan ekonomi Eropa semakin besar dan menjadi alasan bagi trader untuk membuat Euro semakin merosot. Pada saat laporan ini dituliskan, Euro berada mendekati 1.12 dan walaupun Euro diperkirakan akan memantul dari level ini di jangka panjang, sentimen jangka pendek bagi Euro tetap bearish.

Dolar yang menguat juga menimbulkan tekanan jual bagi emas. Logam mulia ini telah turun hampir $40 sejak akhir pekan lalu. Kesimpulannya, Dolar yang kembali menguat akan menimbulkan kesulitan bagi valuasi mata uang global lainnya.

"Ini adalah risiko yang wajib dipantau oleh mata uang pasar berkembang di seluruh Asia dan sangat mungkin menjadi faktor utama bagi performa Rupiah di pekan perdagangan ini," ungkapnya.

Tag: Nilai Tukar Rupiah

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Kumairoh

Foto: Antara/Sigid Kurniawan

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,743.60 3,706.17
British Pound GBP 1.00 17,637.05 17,459.79
China Yuan CNY 1.00 2,044.35 2,023.97
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,040.00 13,900.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,871.52 9,771.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,793.70 1,775.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.02 10,237.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,821.68 15,658.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.17
Yen Jepang JPY 100.00 12,992.78 12,859.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6418.234 44.889 652
2 Agriculture 1366.222 -11.897 21
3 Mining 1629.732 -4.036 49
4 Basic Industry and Chemicals 807.835 9.666 72
5 Miscellanous Industry 1305.363 -4.209 49
6 Consumer Goods 2347.279 8.182 53
7 Cons., Property & Real Estate 499.532 4.688 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.428 20.008 74
9 Finance 1332.144 11.443 91
10 Trade & Service 818.752 2.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 500 625 125 25.00
2 ARKA 550 685 135 24.55
3 ASBI 310 386 76 24.52
4 AKSI 266 320 54 20.30
5 KJEN 1,415 1,585 170 12.01
6 IBFN 212 232 20 9.43
7 ABBA 160 174 14 8.75
8 MBTO 126 137 11 8.73
9 POLL 1,200 1,300 100 8.33
10 BPII 7,050 7,600 550 7.80
No Code Prev Close Change %
1 INCF 125 82 -43 -34.40
2 POSA 570 428 -142 -24.91
3 TFCO 690 540 -150 -21.74
4 BIPP 85 70 -15 -17.65
5 FIRE 3,370 2,890 -480 -14.24
6 HDFA 169 150 -19 -11.24
7 YULE 200 180 -20 -10.00
8 GSMF 110 99 -11 -10.00
9 TRIM 159 145 -14 -8.81
10 LPLI 139 127 -12 -8.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 230 242 12 5.22
3 MNCN 1,405 1,450 45 3.20
4 POSA 570 428 -142 -24.91
5 ANTM 845 880 35 4.14
6 ABBA 160 174 14 8.75
7 BBRI 4,510 4,530 20 0.44
8 WSKT 2,040 2,150 110 5.39
9 INCF 125 82 -43 -34.40
10 MAMI 95 94 -1 -1.05