Portal Berita Ekonomi Jum'at, 18 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 19:42 WIB. Google - Google akuisisi Divisi Smartwatch Fossil.
  • 19:39 WIB. Apple - iPad murah kabarnya segera rilis.
  • 19:38 WIB. Huawei - Universitas Oxford setop terima dana dari Huawei.
  • 19:36 WIB. Tesla - Susul Proton,  Tesla kena imbas dari Airbag Takata.
  • 19:34 WIB. Ghosn - Pengacara ajukan banding atas penolakan bebas bersyarat Ghosn.
  • 19:32 WIB. Wuling - SUV Wuling Almaz sudah dikenalkan ke kalangan khusus.
  • 19:31 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo janji aturan penyiaran dan data pribadi rampung di kuarta I 2019.
  • 19:29 WIB. MediaTek - MediaTek bantah kabar akhiri kerja dengan Xiaomi.
  • 18:42 WIB. BPPT - BPPT ingatkan desain teknologi LRT perlu uji coba lapangan. 
  • 18:29 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo akan uji coba 700 Mhz untuk mitigasi bencana alam.
  • 18:27 WIB. Twitter - Twitter catat 1,3 juta cuitan saat Debat Pilpres 2019.
  • 18:25 WIB. Xiaomi - Xiaomi rilis gim pesaing PUBG dan Fortnite.
  • 18:24 WIB. Asus - Asus tunda penjualan smartphone gaming ROG di Indonesia.
  • 18:23 WIB. Oppo - Oppo R17 pro sudah bisa pakai fitur kamera 3D.

BKF: Rupiah Melemah, Ekspor Harus Makin Gencar

Foto Berita BKF: Rupiah Melemah, Ekspor Harus Makin Gencar
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara mengatakan nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS yang saat ini di bawah nilai wajar (undervalued) adalah sumber potensi yang harus dimanfaatkan untuk mendorong ekspor.

"Kurs kita, kalau kita lihat di spot saat ini Rp15.200 per dolar. Tapi perbandingan kurs dengan negara lain dalam konteks daya beli, sesungguhnya kurs kita "undervalued" yang ditunjukkan dengan Real Effective Exchange Rate atau REER yang dibawah 100," ujar Suahasil dalam jumpa pers di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Rabu malam.

Pergerakan nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore lalu menguat sebesar 36 poin menjadi Rp15.199 dibandingkan posisi sebelumnya Rp15.235 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu (31/10) lalu, tercatat mata uang Rupiah menguat menjadi Rp15.227 dibanding sebelumnya (30/10) di posisi Rp15.237 per dolar AS. "Kalau ia semakin jauh "undervalued"-nya, ada insentif untuk investor masuk ke mata uang yang "undervalued" tadi. Ini kemudian di sisi lain kalau "undervalued" seperti ini, itu juga disinsentif untuk melakukan impor dan harusnya juga ada insentif untuk melakukan ekspor," kata Suahasil.

"Tahun depan kita yakin kurs akan bergerak lagi. Tapi angka Rp15.000 itu sebagai angka rata-rata dalam keseluruhan tahun," ujar Suahasil.

Sementara itu, darI sisi pertumbuhan ekonomi, pada 2019 mendatang ekonomi ditargetkan tumbuh mencapai 5,3 persen. Untuk mencapai angka tersebut, konsumsi Rumah Tangga (RT) harus tumbuh 5,1 persen, konsumsi pemerintah 5,4 persen, investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7 persen. Sedangkan ekspor dan impor masing-masing harus tumbuh 6,3 persen dan 7,1 persen.

"Ekspor akan sedikit melemah dan impor juga akan menurun karena upaya kita mengendalikan "current account deficit"," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sedangkan terkait konsumsi RT pada tahun depan, Suahasil meyakini ada pemilu akan mendorong konsumsi masyarakat ditambah dengan program bantuan sosial khususnya bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Itu kita harapkan akan dorong konsumsi tahun depan. Kenaikan gaji PNS pusat dan daerah diharapkan juga akan menjadi pendorong untuk konsumsi tahun depan," kata Suahasil.

Tag: Rupiah, Ekspor

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56