Portal Berita Ekonomi Senin, 17 Juni 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:26 WIB. Konduga - Setidaknya 30 orang tewas dalam serangan bunuh diri di timur laut Nigeria.
  • 18:12 WIB. HOKI -  PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) mencatatkan laba bersih pada kuartal I-2019 sebesar Rp25,4 miliar.
  • 17:11 WIB. Vanessa Angel - Vanessa Angel dituntut 6 bulan penjara.
  • 16:01 WIB. IHSG - IHSG ditutup melemah 0,96% ke level 6.190,53 di akhir sesi II. 
  • 15:13 WIB. Xiaomi - Xiaomi akhiri Beta MIUI semua perangkat pada 21 Juli 2019.
  • 14:58 WIB. Huawei - Qualcomm dan Intel lobi Pemerintah AS soal Huawei.
  • 14:48 WIB. Xiaomi - Xiaomi boyong Mi 9T ke pasar Asia.
  • 14:02 WIB. Bitcoin - Bitcoin menembus Us$9.000 pada Minggu (18/6), pertama kali dalam 13 bulan.
  • 12:29 WIB. Global -  Goldman Sachs ragu The Fed akan menurunkan suku bunga acuan.
  • 11:36 WIB. Huawei - Qualcomm dan Intel melobi Pemerintah agar melonggarkan larangan untuk Huawei.
  • 08:19 WIB. London - Perusahaan yang listing di Inggris bisa jual saham di China mulai Senin (17/6).

Eksekusi Mati Tuti, Sistem Pekerja Migran Mendesak Dibenahi

Eksekusi Mati Tuti, Sistem Pekerja Migran Mendesak Dibenahi - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Eksekusi pekerja migran Indonesia bernama Tuti Tursilawati tanpa pemberitahuan kepada pemerintah Indonesia menambah panjang daftar pekerja migran yang mendapat perlakuan tak adil dari pemerintah Arab Saudi.

Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Imelda Freddy mendesak pemerintah untuk secepatnya membenahi sistem penempatan pekerja migran. Pemerintah harus mengubah sistem penempatan dan pengiriman pekerja migran ke luar negeri secara drastis.

"Salah satu yang dapat dilakukan adalah membuat mekanisme survei penempatan. Ini dilakukan untuk menilai apakah tempat kerja atau calon pemberi kerja, khususnya bagi asisten rumah tangga, layak untuk mempekerjakan mereka. Beberapa kriteria yang dapat diberlakukan, misalnya rekam jejak mereka terkait tindakan kriminal," jelas Imelda dalam keterangan, Kamis (1/11/2018).

Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan sistem monitoring bagi para pekerja migran yang sudah ditempatkan untuk mengetahui kondisi mereka. Sistem ini diharapkan bisa mendeteksi potensi masalah sedini mungkin. Kedua cara ini diharapkan bisa memperkuat peran negara dalam membela dan melindungi warganya.

"Dari kasus yang menimpa Tuti Tursilawati, satu hal yang dapat diangkat bahwa masih banyak pekerja migran yang tidak mengetahui atau mendapatkan informasi lengkap mengenai langkah-langkah untuk mendapatkan perlindungan hukum yang tepat ketika terjadi kecelakan atau kasus seperti ini," tegas Imelda.

Ketidaktahuan atau kurangnya informasi yang dimiliki Tuti diduga menjadi penyebab Tuti tidak segera lari ke Kedutaan Besar Indonesia atau kantor perwakilan pemerintah terdekat.

Menurut Imelda, opsi terakhir yang layak dilakukan pemerintah ialah dengan menghentikan pengiriman pekerja migran ke Arab Saudi. Langkah ini layak diambil sebagai reaksi atas tindakan pemerintah setempat yang secara sengaja mengacuhkan pemerintah Indonesia dengan tidak dilakukannya mandatory consular notification atas hukuman mati bagi Tuti.

"Dengan tetap mengirimkan TKI ke Arab Saudi, maka akan membuat Saudi semakin tidak menghormati hubungan diplomatis antara kedua negara," tukas Imelda.

Tag: Tenaga Kerja Indonesia (TKI), TKW

Penulis/Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Reza Novriandi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,844.29 3,805.69
British Pound GBP 1.00 18,159.47 17,976.68
China Yuan CNY 1.00 2,091.38 2,070.50
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,418.00 14,274.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,919.58 9,819.08
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,841.36 1,822.90
Dolar Singapura SGD 1.00 10,522.55 10,413.66
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,181.32 16,015.43
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,455.90 3,418.10
Yen Jepang JPY 100.00 13,278.69 13,142.44

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6190.525 -59.740 634
2 Agriculture 1387.740 6.172 21
3 Mining 1599.384 -15.894 46
4 Basic Industry and Chemicals 740.684 -13.793 71
5 Miscellanous Industry 1278.981 -9.883 46
6 Consumer Goods 2415.601 -31.601 52
7 Cons., Property & Real Estate 467.630 -4.198 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1161.408 -10.915 74
9 Finance 1261.086 -6.995 90
10 Trade & Service 799.348 -10.114 158
No Code Prev Close Change %
1 BOLA 175 296 121 69.14
2 SDMU 54 72 18 33.33
3 SMRU 140 176 36 25.71
4 YELO 192 240 48 25.00
5 POLL 1,200 1,450 250 20.83
6 SOSS 378 430 52 13.76
7 MINA 1,090 1,235 145 13.30
8 MEGA 5,100 5,775 675 13.24
9 ARTA 412 466 54 13.11
10 HRME 292 324 32 10.96
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 BMTR 480 360 -120 -25.00
3 FITT 230 173 -57 -24.78
4 SMBR 1,030 785 -245 -23.79
5 SKBM 464 368 -96 -20.69
6 TGKA 4,750 4,000 -750 -15.79
7 WICO 625 530 -95 -15.20
8 SIMA 112 97 -15 -13.39
9 GLOB 348 302 -46 -13.22
10 BHIT 84 74 -10 -11.90
No Code Prev Close Change %
1 MNCN 1,300 975 -325 -25.00
2 MAMI 116 124 8 6.90
3 JPFA 1,545 1,410 -135 -8.74
4 SMRU 140 176 36 25.71
5 BMTR 480 360 -120 -25.00
6 CSIS 109 98 -11 -10.09
7 SIMA 112 97 -15 -13.39
8 BBRI 4,230 4,200 -30 -0.71
9 CPIN 4,700 4,380 -320 -6.81
10 BDMN 4,510 4,250 -260 -5.76