Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 09:23 WIB. Perundingan - Penasihat ekonomi AS sebut ada perkembangan dalam perundingan damai dagang AS-China. 
  • 08:23 WIB. PSSI - Kongres PSSI 2019 akan digelar di Bali, Minngu (20/01/2019). 
  • 07:54 WIB. Jambi - Jabatan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi resmi dicabut.
  • 07:54 WIB. Diskon - JD.ID gelar diskon hingga 88%.
  • 07:53 WIB. Transportasi - Blue Bird akan lakoni bisnis bus AKAP.
  • 07:53 WIB. Hoaks - LIPI sebut daerah dengan nuansa agama yang kental paling mudah termakan hoaks.
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves

Industri Sawit Tambah Gede Bikin SDGs Cepat Tercapai

Foto Berita Industri Sawit Tambah Gede Bikin SDGs Cepat Tercapai
Warta Ekonomi.co.id, Nusa Dua -

Industri sawit dapat mempercepat pencapain Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi industri ini sangat penting karena menggunakan 12 dari 17 tujuan SDGs.

"Negara berkembang akan terus bertambah konsumennya, jumlah penduduk akan naik akan menaikkan kebutuhan minyak nabati. Dampaknya akan meningkatkan kebutuhan minyak nabati yang dikonsumsi masyarakat," kata Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Mahendra Siregar, saat konferensi pers IPOC 2018, Kamis (1/11/2018) di Nusa Dua, Bali.

Dalam beberapa tujuan dalam SDGs, antara lain penanganan perubahan iklim, mengatasi kelaparan dan mengatasi ketimpangan dapat menjadi contoh pencapain yang bisa dikejar melalui penguatan industri sawit. Bayangkan saja, dari sisi produktivitas minyak sawit sangat berbeda jauh dengan produktivitas minyak nabati lainnya. Dari per luasan lahan yang sama, akan menghasilkan jumlah minyak yang berbeda. Tentunya minyak sawit akan menghasilkan minyak yang lebih besar.

Bila melihat kebutuhan minyak sawit, menurut Mahendra,  kalau ini tidak dipenuhi oleh sawit maka bisa memakan lahan yang lebih luas untuk menghasilkan minyak nabati lainnya.

Jadi kalau negara-negara Uni Eropa, Amerika Serikat dan negara lainnya yang menentang kelapa sawit atau produk turunannya kelapa sawit adalah bentuk pemaksaan nilai. Karena nilai tersebut tidak relevan dengan negara-negara yang memiliki kebutuhan minyak sawit yang tinggi.

"Di UE kan berbeda mereka kan aging society. Konsumsi mereka tidak akan banyak, justru tambah sedikit. Beda dengan negara berkembang yang masih membutuhkan kebutuhan yang semakin tinggi, populasi yang tinggi," kata Mahendra.

Oleh karena itu, kita harus fokus ke luar UE. Kita fokus menggarap negara-negara yang masih tumbuh dan memiliki potensi besar menyedot minyak sawit.

Tag: Council of Palm Oil Producer Countries (CPOPC)

Penulis: Arif Hatta

Editor: Kumairoh

Foto: Arif Hatta

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56