Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

Trump Beri Sinyal Perang Dagang AS-China Segera Berakhir

Foto Berita Trump Beri Sinyal Perang Dagang AS-China Segera Berakhir
Warta Ekonomi.co.id, Washington -

Presiden Donald Trump memperkirakan bahwa ia akan melakukan kesepakatan perdagangan dengan China, meskipun pejabat pemerintah AS masih skeptis kapan kesepakatan tersebut akan segera terjadi.

"Kami telah melakukan diskusi yang sangat baik dengan China," ujar Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Kami semakin dekat untuk melakukan kesepakatan. China juga sangat ingin membuat kesepakatan dengan AS,” tambahnya, seperti dilansir dari USA Today, Sabtu (3/11/2018).

Pasar naik setelah laporan media sebelumnya mengatakan kedua belah pihak sedang membuat kemajuan besar pada kesepakatan, tetapi pejabat pemerintah AS malah menolak ide itu.

"Tidak ada kebijakan besar-besaran dalam berurusan dengan China," penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow mengatakan kepada CNBC.

"Kami melakukan rutinitas yang normal dari hal-hal yang telah kami kumpulkan dan juga melakukan persiapan normal. Kami tidak berada di titik akhir kesepakatan perdagangan," ungkapnya.

Menjelang pertemuan bulan depan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping, kedua belah pihak membuat retorika diplomatik tentang kesepakatan yang dirancang untuk mengubah praktik perdagangan China dan mengurangi tarif yang telah menjadi senjata pilihan antara kedua negara.

Beberapa analis ekonomi mencatat kedekatan optimisme dengan pemilihan.

“Mereka hanya mencoba meningkatkan pasar sebelum hari Pemilihan. Kami sedang dipermainkan," tukas Stan Collender, seorang profesor kebijakan publik di Georgetown University.

Pemilihan yang akan datang mungkin merupakan faktor paling signifikan yang memotivasi Trump untuk melakukan pembicaraan perdagangan dengan China bergerak, lanjut Scott Kennedy, seorang analis China di Pusat Kajian Strategis dan Internasional, sebuah think tank yang berbasis di Washington.

"Saya masih berpikir jika administrasi AS masih melanjutkan jalur yang telah mereka tempuh selama setahun terakhir untuk meningkatkan tekanan terhadap China dan terus mendorongnya sampai China berkomitmen untuk membuat konsesi besar berkaitan dengan kebijakan industri," ujar Kennedy.

Optimisme melonjak setelah Trump dan Xi mengeluarkan laporan positif tentang panggilan telepon yang mereka miliki Minggu ini.

"Kami berbicara tentang banyak subyek, dengan penekanan besar pada perdagangan," Trump via Twitter.

"Diskusi tersebut berjalan dengan baik dengan pertemuan yang dijadwalkan pada G-20 di Argentina," tambah Trump.

Kantor berita negara China Xinhua mengatakan bahwa Xi mengatakan kepada Trump: “Kami berdua memiliki niat baik untuk pengembangan hubungan Tiongkok-AS yang sehat dan stabil, dan untuk pertumbuhan dalam kerja sama perdagangan China-AS, dan kami akan melakukan upaya untuk mengubah niat ini menjadi sebuah realitas," katanya.

Trump dan Xi merencanakan pertemuan tatap muka di sela-sela KTT G-20 yang ditetapkan untuk 30 November hingga 1 Desember 2018 di Buenos Aries.

"Saya pikir kesepakatan yang sangat bagus akan dilakukan dengan China," ujar Trump, pada Jumat lalu.

AS menginginkan China mengubah aturan untuk mengizinkan bisnis Amerika beroperasi di negara tersebut. Pihak administrasi mengatakan China memaksa perusahaan-perusahaan untuk membocorkan rahasia dagang dalam jumlah yang sama dengan pencurian kekayaan intelektual.

Kedua pihak juga membicarakan tentang penghapusan tarif atas ekspor negara lain.

Tag: Perang Dagang, China (Tiongkok)

Penulis/Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Reuters/Jonathan Ernst

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56