Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Cegah Stunting, Persagi Dorong Kapasitas Ahli Gizi

Foto Berita Cegah Stunting, Persagi Dorong Kapasitas Ahli Gizi
Warta Ekonomi.co.id, Bogor -

Persatuan ahli gizi Indonesia (Persagi) Bogor, Jawa Barat meningkatkan kapasitas para ahli gizi di wilayah itu untuk meningkatkan perannya dalam mendukung program pemerintah mempercepat penanganan stunting.

"Kendala di lapangan akurasi pengukuran bayi stunting masih dipertanyakan, karena cara pengukuran dan penimbangan yang tidak dilakukan oleh ahlinya," kata Prof Dodik Briawan, Ketua Persagi Bogor, dalam seminar gizi kesehatan di Universitas Djuanda, Sabtu.

Agar data pengukuran berat dan tinggi bayi akurat, pengukuran haruslah dilakukan oleh tenaga ahli atau kader yang sudah dilatih oleh tenaga ahli gizi yang tersertifikasi.

Seminar gizi kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) Persagi Bogor meningkatkan wawasan dan kemampuan tenaga ahli dalam mengukur bayi dengan mendatangkan pembicara ahli. Salah satunya Dr Abbas Basuni Jahari dari Kementerian Kesehatan yang memaparkan tentang antropometri yakni gambaran dari tinggi bayi salah satu pengukurnya dari gizi.

Pengukuran antropometri diperlukan dalam upaya mencegah stunting. Begitu pula dengan survei di lapangan dalam rangka pengawasan oleh kader maupun ahli gizi di puskesmas. Pembicara lainnya, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kota Bogor, Erna Nurainai yang membahas stunting di Kota Bogor. Asuhan gizi geriatri disampaikan oleh Ferina Damayanti, dan surveilans gizi oleh Agus Triwinarto. Menurut Prof Dodik angka stunting di Indonesia muncul pada tahun 2013 sebesar 37 persen lebih, artinya sekitar sembilan juta bayi di Indonesia alami stunting.

Di Kota Bogor angka stunting tergolong rendah yakni 5,8 persen, sedangkan Kabupaten Bogor cukup tinggi yakni 28,4 persen. Pemerintah sejak empat tahun terakhir melakukan intervensi dengan program-program terpadu di Kementerian Kesehatan dan lainnya untuk menekan angka stunting.

"Ada dua program pemerintah dalam percepatan penanganan stunting yakni program spesifik dan program sensitif," katanya.

Ia menjelaskan, program spesifik adalah intervensi langsung ke sasaran yakni ibu hamil dan bayi seperti 1.000 hari pertama kelahiran (HPK), Pemberian makanan tambahan, bulan timbang bayi, dan lainnya. Sedangkan program sensitif stunting seperti kartu keluarga miskin, atau pangan untuk keluarga miskin, kartu sehat, dan lainnya. Semua program dintegrasikan untuk menurunkan angka stunting di Indonesia. Menurut pakar gizi masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB) tersebut, stunting menjadi ancama serius bila tidak dikendalikan, karena dapat merusak generasi penerus bangsa jika banyak bayi lahir stunting.

"Bayi lahir stunting berasal dari ibu yang stunting juga. Bayi stunting, pertumbuhannya terhambat, kesehatannya terganggu, tingkat kecerdasannya juga," katanya.

Generasi emas Indonesia terancam jika stunting tidak dikendalikan, bonus demograsi akan menjadi ancaman, kualitas sumber daya manusia Indonesia akan menurun di banding negara-negara di Asian.

"Karena persoalan stunting ini kita sama seperti di Afika, sementara negara di Asia sudah menurunkan angka stuntingnya," kata Dodik.

Untuk menurunkan angka stunting khususnya di wilayah Bogor, Persagi menggelar semina gizi kesehatan dalam rangka meningkatkan kemampuan ahli gizi, mengoptimalkan surveilans di lapangan, serta mengenalkan tabel komposisi pangan Indonesia.

"Intinya penanganan stunting ini perlu kerja bareng, pemerintah, dan masyarakat yang mau aktif untuk melakukan pemeriksaan selama hamil, dan memberikan nutrisi cukup kepada bayinya," kata Prof Dodik.

Dodik menambahkan, berdasarkan data Riskesdas 2018, angka stunting Indonesia mengalami penurunan, saat ini di angka 30 persen.

Tag: Stunting, bayi

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Hafit Yudi Suprobo

Foto: Antara/Aprillio Akbar

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi