Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 21:00 WIB. WeChat - WeChat butuh 7 tahun untuk jadi aplikasi super.
  • 20:58 WIB. Huawei - Huawei bikin asisten pintar penantang Amazon dan Google.
  • 20:49 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo resmi cabut izin frekuensi First Media, Bolt, dan Jasnita.
  • 16:25 WIB. Asus - Asus ZenBook Pro 15, laptop 2 layar seharga Rp36 juta.

Ekonomi Jakarta Kuartal III Diperkirakan Tumbuh 6,7%

Foto Berita Ekonomi Jakarta Kuartal III Diperkirakan Tumbuh 6,7%
Warta Ekonomi.co.id, Banyuwangi -

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta selama kuartal III 2018 mencapai 6,3-6,7% (year to year/yoy).

Angka tersebut menunjukkan laju produk domestik bruto ibukota kembali ke tren semula di kisaran 6,0% setelah terkoreksi pada kuartal I dan II 2018.

"Kondisi ekonomi DKI Jakarta selama paruh ketiga tahun ini ditopang oleh meningkatnya konsumsi masyarakat dan investasi dari perhelatan Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018," kata Kepala Tim Advisory dan Ekonomi Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, M Cahyaningtyas, dalam paparan media di Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (4/11/2018).

"Jakarta berbeda dengan daerah lain yang kemungkinan ada perlambatan, Jakarta masih terdampak dengan meningkatnya konsumsi dari banyak pertemuan sepanjang tahun ini," kata Tyas.

Selama kuartal I dan kuartal II, ekonomi DKI Jakarta memang masih tumbuh, namun terus melambat. Pada periode pertama, ekonomi DKI Jakarta hanya tumbuh 5,99% setelah terakselerasi 6,22% pada 2017. Kemudian, pertumbuhan kembali melambat pada kuartal II 2018 menjadi 5,93%.

"Kuartal III akan menjadi pertaruhan untuk melihat laju pertumbuhan sepanjang 2018 karena kuartal IV tidak akan begitu menggeliat seperti kuartal III ya," kata dia.

Untuk keseluruhan 2018, Bank Sentral menargetkan pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta bisa mencapai 6-6,4%. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional diperkirakan sebesar 5-5,4%.

Penopang pertumbuhan ibukota masih didominasi oleh konsumsi rumah tangga dan konsumsi pemerintah. Namun, sejak kuartal I 2018, pertumbuhan konsumsi melambat di kisaran 5,48.

Hal itu diperparah dengan menurunnya konsumsi pemerintah yang minus hingga 4,2%. Sementara, pertumbuhan ekspor juga melambat dari kuartal I 2018 yang sebesar 10,7% ke 4,8% pada kuartal II 2018.

"Namun jika kuartal III 2018, kita bisa tumbuh sesuai target, pertumbuhan di atas enam persen pada 2018 bisa saja tercapai," kata dia.

Badan Pusat Statistik dijadwalkan akan mengumumkan laju pertumbuhan ekonomi pada Senin (5/11).

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta Trisno Nugroho mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu mendorong sektor pariwisata agar menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Destinasi wisata unggulan DKI Jakarta, seperti Pulau Seribu, harus dipotimalkan untuk mendongkrak konsumsi masyarakat dan investasi.

"Tidak bisa bergantung terus dengan industri, harusnya sudah menjadikan pariwsata sektor pertumbuhan baru," ujarnya.

"Selain ada Pulau Seribu, destinasi lain seperti Kota Tua dan Setu Babakan juga seharusnya bisa dioptimalkan," tambahnya.

Adapun kepulauan Seribu merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas untuk pengembangan oleh Pemerintah Indonesia. Pemerintah sedang gencar menggenjot sektor pariwisata untuk menarik banyak devisa sekaligus meningkatkan kinerja neraca jasa untuk memperkecil defisit neraca transaksi berjalan.

Tag: Bank Indonesia (BI), perekonomian

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35