Portal Berita Ekonomi Jum'at, 03 April 2020

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Pariwisata Dioptimalkan Guna Akselerasi Perekonomian Jakarta

Pariwisata Dioptimalkan Guna Akselerasi Perekonomian Jakarta - Warta Ekonomi
WE Online, Banyuwangi -

Sektor parawisata dan jasa akan diprioritaskan untuk menjadi dua sumber baru pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta agar kegiatan penggerak roda perekonomian di ibukota tidak stagnan.

Kepala Tim Advisory dan Ekonomi Keuangan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta, M Cahyaningtyas mengatakan, sejak awal 2018, BI Perwakilan DKI Jakarta meningkatkan perhatiannya pada indikator fundamental ekonomi karena laju pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta menunjukkan perlambatan, padahal perekonomian nasional bertumbuh.

"Di triwulan I 2018, perekonomian DKI Jakarta masih bisa tumbuh di 5,995, namun triwulan II, turun lagi ke 5,93%. Hal itu buat kami langsung concern dengan apa yang terjadi," kata Tyas, sapaan akrabnya dalam diskusi dengan media di Banyuwangi Jawa Timur, Sabtu (4/11/2018).

Realisasi pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta pada kuartal II 2018 menunjukkan perlambatan dibanding kuartal I 2018, padahal pertumbuhan ekonomi nasional di periode yang sama bertumbuh cukup menjanjikan dan di luar dugaan, yaitu dari 5,06% di kuartal I 2018 menjadi 5,27% di kuartal II 2018.

"Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta melambat di triwulan II dibanding triwulan I 2018," ujarnya.

Jika merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), realisasi pertumbuhan DKI Jakarta memang selalu lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, realisasi pertumbuhan ibukota, kata Tyas, belum menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

"Jakarta selalu memiliki pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih tinggi dibanding nasional, tapi segini-segini saja," ujar Tyas.

Dari kajian Bank Sentral, penopang pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta selama ini adalah konsumsi rumah tangga, konsumsi pemerintah dan juga investasi. Berdasarkan kajian itu pula, sektor pariwisata dan jasa dinilai menjadi dua sektor yang mampu mendorong akselerasi perekonomian.

Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Trisno Nugroho, yang secara reguler memberikan rekomendasi kepada Pemprov DKI Jakarta, mengatakan, destinasi wisata unggulan DKI Jakarta, seperti Pulau Seribu, Kota Tua, atau Setu Babakan, harus dipotimalkan oleh pemerintah setempat untuk mendongkrak konsumsi masyarakat, dan investasi.

Adapun, kepulauan Seribu merupakan salah satu dari 10 destinasi wisata prioritas untuk pengembangan oleh pemerintah Indonesia.

"Tidak bisa bergantung terus dengan industri, harusnya sudah menjadikan pariwsata sektor pertumbuhan baru," ujarnya.

Selain itu, prioritas pengembangan pariwisata juga agar dapat menarik banyak devisa sekaligus meningkatkan kinerja neraca jasa untuk memperkecil defisit neraca transaksi berjalan. Dengan begitu, manfaat penerimaan devisa dari pariwisata dapat membantu upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Adapun pemerintah memiliki target nasional untuk meraup penerimaan devisa sebesar US$17,6 miliar dari pariwisata dengan kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara.

Ada jutaan anak yang terkendala belajar online karena keterbatasan akses internet. Ada banyak tenaga medis yang tidak dibekali APD lengkap. Mari kita sama-sama sukseskan kampanye #AmanDiRumah untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Donasi Anda akan disalurkan untuk membantu pengadaan APD dan fasilitas pendidikan online anak-anak Indonesia. Informasi soal donasi klik di sini.

Baca Juga

Tag: perekonomian, Pariwisata

Penulis: Redaksi WE Online/Ant

Editor: Rosmayanti

Foto: Antara/Reno Esnir

loading...
Kurs Rupiah
Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 4,472.52 4,427.42
British Pound GBP 1.00 20,850.86 20,635.06
China Yuan CNY 1.00 2,365.81 2,340.63
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 16,824.71 16,657.30
Dolar Australia AUD 1.00 10,234.47 10,129.30
Dolar Hong Kong HKD 1.00 2,170.54 2,148.72
Dolar Singapura SGD 1.00 11,713.11 11,592.53
EURO Spot Rate EUR 1.00 18,416.33 18,226.42
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,847.41 3,798.70
Yen Jepang JPY 100.00 15,668.38 15,508.15
Ringkasan BEI
No Name Today Change Stock
1 Composite Index 4531.685 65.648 687
2 Agriculture 924.089 9.599 22
3 Mining 1194.094 19.018 49
4 Basic Industry and Chemicals 601.298 24.602 78
5 Miscellanous Industry 736.578 21.582 51
6 Consumer Goods 1704.035 64.759 57
7 Cons., Property & Real Estate 326.391 -2.538 89
8 Infrastruc., Utility & Trans. 802.387 12.629 79
9 Finance 971.863 -0.770 92
10 Trade & Service 594.509 3.064 170
No Code Prev Close Change %
1 SOCI 85 114 29 34.12
2 HKMU 73 94 21 28.77
3 ELSA 141 181 40 28.37
4 SAMF 218 272 54 24.77
5 ARTO 915 1,140 225 24.59
6 DUCK 442 550 108 24.43
7 MPRO 925 1,135 210 22.70
8 RAJA 86 104 18 20.93
9 CARS 50 60 10 20.00
10 GWSA 82 98 16 19.51
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 400 372 -28 -7.00
2 AGII 505 470 -35 -6.93
3 POLL 10,150 9,450 -700 -6.90
4 ENVY 131 122 -9 -6.87
5 GEMA 350 326 -24 -6.86
6 NASA 234 218 -16 -6.84
7 AMAN 234 218 -16 -6.84
8 MAPA 1,830 1,705 -125 -6.83
9 SSIA 410 382 -28 -6.83
10 LAND 498 464 -34 -6.83
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 2,930 2,870 -60 -2.05
2 REAL 57 61 4 7.02
3 MNCN 900 1,000 100 11.11
4 PAMG 114 107 -7 -6.14
5 BBCA 27,400 27,050 -350 -1.28
6 TELE 118 140 22 18.64
7 PURA 77 75 -2 -2.60
8 ISSP 148 146 -2 -1.35
9 TLKM 3,100 3,130 30 0.97
10 BBNI 3,680 3,850 170 4.62