Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 18:46 WIB. Kemenpupera - Kemenpupera menargetkan pembangunan 51.000 unit rumah untuk MBR melalui skema pembiayaan BP2BT.
  • 18:22 WIB. AFPI - AFPI menargetkan penyaluran pinjaman Rp40 triliun pada 2019.
  • 17:55 WIB. AP I - Bandara NYIA sudah mencapai 30% fisik pembangunan.
  • 17:54 WIB. AP I - AP I buka peluang rute penerbangan dari Asia dan Timur Tengah via Bandara NYIA.
  • 17:53 WIB. Telkomsel - Telkomsel melalui T-Cash jalin kerja sama strategis dengan CRP Group.
  • 17:09 WIB. Minyak - Harga minyak nabati diramalkan naik US$50-US$100 per ton.
  • 17:07 WIB. BTN - BTN mengincar pendanaan sebesar Rp14 triliun tahun ini.
  • 17:06 WIB. BTN - BTN masih belum memerlukan pendanaan dari ekuitas.
  • 16:52 WIB. BNI - BNI menargetkan kredit modal kerja tumbuh 12%-14% tahun ini.
  • 16:51 WIB. BCA - BCA akan memprioritaskan penyaluran kredit kepada nasabah yang memiliki hubungan dengan bank.
  • 16:50 WIB. BCA - BCA yakin kredit modal kerja masih moncer di 2019.
  • 16:49 WIB. BI - BI memprediksi penghimpunan DPK 2019 tidak akan melesat jauh dibandingkan tahun sebelumnya.
  • 16:48 WIB. Fintech - Penyaluran pinjaman fintech lending pada 2018 mencapai Rp22,67 triliun.
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

Ini Dia Perjuangan Tim SAR Mengidentifikasi Korban Lion Air (2)

Foto Berita Ini Dia Perjuangan Tim SAR Mengidentifikasi Korban Lion Air (2)
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jenazah korban yang teridentifikasi pertama, adalah seorang wanita asal Sidoarjo berusia 24 tahun bernama Jannatun Cintya Dewi, pada Rabu (31/10). Jannatun teridentifikasi lewat sidik jari tangan kanannya. Pada 2 November 2018, teridentifikasi tiga jenazah lagi, yakni seorang pria 29 tahun bernama Candra Kirana yang teridentifikasi lewat tanda medis dan properti korban; jenazah selanjutnya seorang wanita berusia 41 tahun atas nama Monni yang teridentifikasi melalui tanda medis korban; jenazah ketiga, pria berusia 23 tahun bernama Hizkia Jorry Saroinsong yang teridentifikasi lewat sidik jari dan tanda medis.

Pada 3 November, kembali teridentifikasi tiga jenazah korban yakni jenazah seorang wanita berusia 20 tahun atas nama Endang Sri Bagusnita yang teridentifikasi lewat sidik jari dan tanda medis; jenazah kedua pria berusia 31 tahun atas nama Wahyu Susilo yang teridentifikasi lewat tanda medis dan properti yang digunakan; jenazah ketiga, pria berusia 25 tahun atas nama Fauzan Azima yang teridentifikasi melalui sidik jari dan tanda medis.

Pada 4 November 2018, ada tujuh korban yang teridentifikasi yakni laki-laki berusia 23 tahun bernama Rohmanir Pandi Sagala yang teridentifikasi lewat sidik jari dan tanda medis; jenazah kedua pria 40 tahun bernama Dodi Junaidi yang teridentifikasi melalui sampel DNA; jenazah ketiga seorang pria 29 tahun bernama Muhammad Nasir yang teridentifikasi melalui sampel DNA.

Selanjutnya, jenazah keempat berjenis kelamin pria 26 tahun atas nama Janry Efriyanto Sianturi yang teridentifikasi melalui sampel DNA dan tanda medis; jenazah kelima pria 68 tahun bernama Karmin yang teridentifikasi melalui sampel DNA; jenazah keenam pria 54 tahun atas nama Harwinoko yang teridentifikasi melalui sampel DNA; serta jenazah pria berusia 31 tahun bernama Verian Utama yang teridentifikasi melalui sampel DNA.

Pemeriksaan untuk identifikasi tersebut, mengacu pada data primer yakni sidik jari dengan kecocokan minimmi 12 titik, gerigi gigi dan sampel DNA yang ditambah oleh data sekunder seperti tanda operasi, tato khas, hingga properti yang dipakai korban sebagai penguat pemeriksaan.

"Jenazah bisa teridentifikasi itu pertama berdasarkan data primer, yakni sidik jari, gerigi gigi dan DNA. Setelah itu tanda sekunder yaitu tanda medis, contohnya tato, bekas operasi hingga properti yang digunakan korban dan dicocokkan dengan data antemortem dari keluarga dan data dari pihak lain. Ini jadi pedoman sesuai DVI Polri," kata Kepala Rumah Sakit Polri Raden Said Sukanto, Kombes Pol Musyafak.

Tantangan Sebanyak 14 jenazah korban kecelakaan pesawat Lion yang baru teridentifikasi memang jauh di bawah jumlah total penumpang "manifest" yang berjumlah 189 penumpang, membuat proses identifikasi terkesan lambat.

Tim DVI mengakui banyak tantangan dalam proses identifikasi jenazah korban. Kepala Bidang DVI Polri Kombes Pol Lisda Cancer mencontohkan tidak semua jenazah korban kecelakaan Lion Air itu dievakuasi dalam keadaan utuh, bahkan beberapa di antaranya memiliki ukuran minimal dan tidak bisa diperiksa rahang gigi dan sidik jarinya.

"Akhirnya harus diperiksa melalui sampel DNA. Namun itu kan tidak bisa sebentar, minimal membutuhkan waktu empat sampai lima hari," katanya.

Selain itu, waktu semakin molor karena di dalam kantong jenazah korban juga ada kemungkinan tercampur dengan jenazah lainnya, sehingga dibutuhkan pemisahan lebih dulu. Kendati demikian, tim DVI menyebut data sekunder korban seperti tanda medis dan properti yang digunakan ketika berangkat juga bisa menjadi salah satu acuan jika data primer lainnya tidak bisa diperiksa, dengan catatan data tersebut harus sangat khas.

Dalam kasus identifikasi jenazah Monni misalnya, tim DVI menemukan korban memiliki tanda medis berupa tato di punggung kanannya yang khas yang hanya dimiliki oleh dia dilengkapi dokumen berupa sertifikat dari sang pembuat tato, sehingga bisa lebih cepat.

Namun Lisda menegaskan timnya tetap berpegang pada data primer, yakni DNA, baik dari sel tubuh atau yang tertinggal pada barang-barang korban seperti sisir dan sikat gigi dalam mengidentifikasi korban. "Tapi DNA yang kami pegang, karena sangat meyakinkan. Namun lagi-lagi ini tidak sebentar, kami mengharapkan keluarga juga bersabar dan terus berdoa," tuturnya.

Pemerintah memperpanjang waktu evakuasi tiga hari terhitung mulai Senin (5/11). Dengan sisa waktu evakuasi yang akan selesai dalam tiga hari mendatang, tim DVI Polri pun berharap agar 175 jenazah korban yang belum teridentifikasi bisa dituntaskan.

Tag: Lion Air JT610, Badan SAR Nasional (Basarnas)

Penulis: Redaksi/Ant

Editor: Ferry Hidayat

Foto: Istimewa

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56