Portal Berita Ekonomi Selasa, 16 Juli 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:54 WIB. Pilpres -  Amien Rais: Demokrasi tanpa oposisi adalah bodong.
  • 23:22 WIB. Milan - Huawei Technologies akan investasi di Italia senilai US$3,1 miliar, tapi menuntut kebijakan yang fair.
  • 23:04 WIB. Menag - Jokowi  menetapkan Menag sebagai Amirul Hajj   ibadah haji 1440 H/2019 M.
  • 22:37 WIB. Purwakarta - Pemkab Purwakarta akan beri sanksi PNS yang masih pakai LPG 3 kg.
  • 20:03 WIB. Kota kreatif - Bekraf ingin mendirikan Bekraf Creative District (BCD) untuk meningkatkan bisnis kreatif.
  • 19:04 WIB. Global bond - PLN menerbitkan global bond US$ 1,4 miliar.

Prospek Bisnis di ASEAN Menjanjikan di Tengah Meningkatnya Proteksionisme

Prospek Bisnis di ASEAN Menjanjikan di Tengah Meningkatnya Proteksionisme - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

HSBC Navigator menemukan 86% perusahaan ASEAN memiliki optimisme mengenai prospek perdagangan luar negeri - lebih dari blok perdagangan lainnya dan lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 77%. Sementara, 75% dari bisnis di ASEAN percaya bahwa banyak negara menjadi lebih proteksionis di pasar ekspor utama mereka - tertinggi dari semua blok perdagangan dan jauh lebih tinggi daripada rata-rata global 63%.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Sumit Dutta, mengatakan perusahaan-perusahaan ASEAN sangat optimis melihat prospek bisnis mereka dan memperkirakan peningkatan proteksionisme di masa mendatang.

"Hal ini sekilas terlihat kontra-intuitif dan tentu saja menimbulkan pertanyaan apakah mereka meremehkan risiko perdagangan akibat meningkatnya proteksionisme atau mencoba melihat peluang di tengah konflik perdagangan. Apapun itu, rantai suplai akan beralih ke ASEAN dan perusahaan harus siap," kata Sumit Duta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (5/11/2018).

Rantai pasokan ASEAN paling berpotensi dalam persaingan perdagangan

HSBC Navigator menyoroti bahwa China dan AS sejauh ini telah menjadi fokus kebijakan perdagangan proteksionis, tetapi mungkin ada dampak tidak langsung pada blok ASEAN mengingat tingkat ekspor yang tinggi di kawasan itu ke kedua negara tersebut.

Menurut HSBC Navigator, 37% responden di ASEAN berfokus terhadap peningkatan adopsi konsep digital dan teknologi dalam bisnis mereka (dibandingkan 28% secara global). Bagi 34% responden ASEAN peningkatan penggunaan teknologi menjadi rencana utama dalam perubahan dalam 3 tahun ke depan, lebih tinggi dari rata-rata global (27%).

Dutta mengatakan, sementara kami masih berharap akan adanya resolusi untuk perang proteksionisme perdagangan antara AS dan China, perusahaan-perusahaan di kawasan ASEAN harus mempersiapkan diri untuk ketegangan yang terjadi dalam jangka menengah.

Perusahaan yang mempertimbangkan untuk memindahkan rantai pasokan mereka ke kawasan ini harus mengajukan banyak pertanyaan kepada diri mereka sendiri: 'Apakah ada kapasitas lokal, bagaimana pabrik akan menerima bahan mentah, apakah mereka memiliki kapasitas sumber daya manusia yang cukup, apakah sebaiknya membangun pabrik yang baru, apakah mereka akan diizinkan? Teknologi akan menjadi benang merah di antara pertanyaan-pertanyaan yang muncul dan akan menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing dan daya tarik,” tutup Dutta.

Tag: PT Bank HSBC Indonesia

Penulis/Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,743.60 3,706.17
British Pound GBP 1.00 17,637.05 17,459.79
China Yuan CNY 1.00 2,044.35 2,023.97
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,040.00 13,900.00
Dolar Australia AUD 1.00 9,871.52 9,771.70
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,793.70 1,775.75
Dolar Singapura SGD 1.00 10,341.02 10,237.15
EURO Spot Rate EUR 1.00 15,821.68 15,658.35
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,418.55 3,381.17
Yen Jepang JPY 100.00 12,992.78 12,859.65

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6418.234 44.889 652
2 Agriculture 1366.222 -11.897 21
3 Mining 1629.732 -4.036 49
4 Basic Industry and Chemicals 807.835 9.666 72
5 Miscellanous Industry 1305.363 -4.209 49
6 Consumer Goods 2347.279 8.182 53
7 Cons., Property & Real Estate 499.532 4.688 80
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1240.428 20.008 74
9 Finance 1332.144 11.443 91
10 Trade & Service 818.752 2.912 163
No Code Prev Close Change %
1 BLUE 500 625 125 25.00
2 ARKA 550 685 135 24.55
3 ASBI 310 386 76 24.52
4 AKSI 266 320 54 20.30
5 KJEN 1,415 1,585 170 12.01
6 IBFN 212 232 20 9.43
7 ABBA 160 174 14 8.75
8 MBTO 126 137 11 8.73
9 POLL 1,200 1,300 100 8.33
10 BPII 7,050 7,600 550 7.80
No Code Prev Close Change %
1 INCF 125 82 -43 -34.40
2 POSA 570 428 -142 -24.91
3 TFCO 690 540 -150 -21.74
4 BIPP 85 70 -15 -17.65
5 FIRE 3,370 2,890 -480 -14.24
6 HDFA 169 150 -19 -11.24
7 YULE 200 180 -20 -10.00
8 GSMF 110 99 -11 -10.00
9 TRIM 159 145 -14 -8.81
10 LPLI 139 127 -12 -8.63
No Code Prev Close Change %
1 SRIL 340 340 0 0.00
2 IPTV 230 242 12 5.22
3 MNCN 1,405 1,450 45 3.20
4 POSA 570 428 -142 -24.91
5 ANTM 845 880 35 4.14
6 ABBA 160 174 14 8.75
7 BBRI 4,510 4,530 20 0.44
8 WSKT 2,040 2,150 110 5.39
9 INCF 125 82 -43 -34.40
10 MAMI 95 94 -1 -1.05