Portal Berita Ekonomi Sabtu, 19 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:23 WIB. PSSI - Kongres PSSI 2019 akan digelar di Bali, Minngu (20/01/2019). 
  • 07:54 WIB. Jambi - Jabatan Zumi Zola sebagai Gubernur Jambi resmi dicabut.
  • 07:54 WIB. Diskon - JD.ID gelar diskon hingga 88%.
  • 07:53 WIB. Transportasi - Blue Bird akan lakoni bisnis bus AKAP.
  • 07:53 WIB. Hoaks - LIPI sebut daerah dengan nuansa agama yang kental paling mudah termakan hoaks.
  • 05:27 WIB. Eredivisie Belanda - Vitesse 3 vs 2 Excelsior
  • 05:23 WIB. Ligue1 Prancis - Lille 2 vs 1 Amiens
  • 05:21 WIB. Bundesliga Jerman - Hoffenheim 1 vs 3 FC Bayern München
  • 05:10 WIB. LaLiga Spanyol - Getafe 4 vs 0 Deportivo Alaves

Jaksa KPK Beberkan Korupsi Keponakan Setya Novanto

Foto Berita Jaksa KPK Beberkan Korupsi Keponakan Setya Novanto
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut mantan Direktur Operasional PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi menerima uang 3,5 juta dolar Amerika Serikat dari proyek e-KTP.

Keponakan Setya Novanto itu, menerima uang lewat perusahaan penukaran uang atau money changer. Selain Irvanto, orang kepercayaan Novanto, Made Oka Masagung disebut menerima uang sebanyak 3,8 juta dolar AS dengan cara menyamarkan penjualan saham PT Delta Energy Pte.Ltd. Uang yang diterima para terdakwa tersebut dengan cara tidak lazim.

Dalam bacaan surat tuntutan, Jaksa KPK menyebutkan, dapat disimpulkan uang-uang yang diterima oleh para terdakwa merupakan dari hasil kejahatan, karena cara memasukkannya ke wilayah Indonesia tidak menggunakan sarana perbankan yang lazim dipergunakan (transfer), melainkan dengan barter (set off) dan para terdakwa menerima uang tunainya di Jakarta sebagaimana diterangkan oleh saksi Riswan alias Iwan Barala dan Hery Hermawan.

"Berdasarkan keterangan Riswan alias Iwan Barala dan Hery Hermawan, para terdakwa mempunyai uang di luar negeri dan ingin mengambil uang tersebut akan tetapi tidak mau transfer secara langsung karena ribet," jelasnya jaksa KPK saat membacakan surat tuntutan dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Menurut jaksa, para terdakwa mengetahui uang diterima dari hasil kejahatan, sehingga uang yang dikirim dari luar negeri ke Indonesia tidak lazim untuk menghindari aparat penegak hukum.

"Ditempuh dengan cara-cara yang tidak lazim, guna menghindari terdeteksi oleh aparat penegak hukum atau PPATK Indonesia," katanya.

Jaksa KPK juga membeberkan uang 383 ribu dolar AS yang diterima Made Oka melalui rekening Delta Enegry tidak terbukti sebagai penjualan saham perusahaan. Justru uang tersebut ditransfer kepada Irvanto melalui rekening pinjaman Muda Ikhsan Harahap di Singapura. Uang tersebut berasal dari dana proyek e-KTP diserahkan Irvanto dari Muda Ikhsan Harahap.

"Berdasarkan pola penarikan dan pemberian uang sebesar SGD 383 ribu menurut jaksa identik dengan pola hawalah dalam tindak pidana pencucian uang, dimana fakta ini juga memperkuat bahwasanya uang yang diterima terdakwa (Made Oka Masagung) adalah uang hasil kejahatan," terangnya.

"Penuntut umum berpendapat transaksi semacam itu pada dasarnya bertujuan untuk memisahkan atau menjauhkan para pelakunya dari kejahatan yang menghasilkan 'dana kotor' tersebut, sehingga diharapkan kejahatan yang telah dilakukan tidak terindentifikasi," lanjutnya.

Tag: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setya Novanto

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56