Portal Berita Ekonomi Jum'at, 16 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:31 WIB. Himbara - Himpunan Bank Milik Negara berencana merilis produk QR code di awal tahun depan.
  • 20:30 WIB. TLKM - Telkom dikabarkan akan menyuntik Go-Jek senilai Rp4 triliun.
  • 20:30 WIB. TLKM - Merebaknya kabar akan menyuntik Go-Jek, berhasil melesatkan saham Telkom.
  • 20:29 WIB. BNI - BNI gelar forum bisnis bersama KJRI New York dengan tema Business Forum on TTI in Indonesia.
  • 20:29 WIB. BNI - BNI mencatatkan pertumbuhan transaksi trade finance di cabang New York sebesar 24,62% yoy pada kuartal III-2018.
  • 20:27 WIB. AXA - AXA Mandiri memperluas akses keuangan generasi milenial yang sejalan dengan program Insurance Day 2018.
  • 20:27 WIB. TLKM - Telkom tengah menjajaki pembelian sejumlah saham di Go-Jek.
  • 20:25 WIB. Mandiri - Mandiri: ke depan akan ada perubahan transaksi di merchant dari menggunakan mesin EDC digantikan mesin dan kode QR.
  • 20:22 WIB. Telkom - Telkom meraih penghargaan ASEAN Engineering Award dalam CAFEO-36.
  • 20:21 WIB. Soeta - Bandara Soekarno-Hatta masuk Top 10 Megahub dunia.

Peredaran Ponsel Black Market Rugikan Negara Hingga Rp1 Triliun per Tahun

Foto Berita Peredaran Ponsel Black Market Rugikan Negara Hingga Rp1 Triliun per Tahun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Maraknya peredaran ponsel Black Market (BM) tak hanya merugikan masyarakat karena tidak mendapat garansi resmi, tetapi juga pemerintah karena tak memperoleh pendapatan dari pajak. Bahkan, berdasarkan pernyataan dari Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto, total kerugian negara akibat peredaran ponsel BM kemungkinan mencapai Rp1 triliun per tahun.

Menurut Anggota Komisi III DPR RI, Taufikul Hadi, permasalahan tersebut berhubungan dengan penegakkan hukumnya. Sementara, regulasi dan normanya sudah cukup memadai.

Senada dengan Taufik, Anggota Komisi XI DPR RI, Eva Kusuma berkata, "Isu tersebut berhubungan dengan integritas hukum. Perlu ada perbaikan operasional regulasi yang telah berlaku."

Selain perbaikan operasional, Eva menambahkan, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) harus memiliki akses terhadap data barang yang masuk ke Indonesia. Untuk bisa mendapatkan akses tersebut, DJP memerlukan komitmen yang baik dengan penyuplai data.

"Seharusnya, DJP tak hanya menangani di pintu masuk Indonesia, tetapi lebih ke hilir. Misalnya, kalau barang datang dari China, DJP sudah menampakkan diri di sana. Menurut saya, yang missing link itu ada di Singapura, Hongkong, Guangzhuo," ujar Eva lagi.

Ketua Umum Asosiasi Industri Perangkat Telematika Indonesia, Ali Soebroto juga berpendapat, secara sistem, perangkat hukum di Indonesia mengenai barang impor sudah kuat. Ia berkata, aneh jika masih ada barang ilegal yang masuk ke Indonesia.

"Dari operasionalnya, sudah pasti tidak boleh ada barang masuk. Dengan regulasi yang ada, barang jadi yang dapat masuk ke Indonesia hanya perangka 2G dan 3G, itu pun harus mendapat rekomendasi dari Kementerian Perindustrian," jelas Ali.

Namun, ternyata realitanya tidak seperti itu. Ali mengatakan, ia sempat berdiskusi dengan Dirjen Beacukai dan mendapai hasil, masih banyak barang yang masuk secara tidak resmi. Sampai saat ini, masih ada ponsel Black Market sebesar 20% yang beredar di pasaran. Data tersebut ia dapatkan dari lembaga survei di luar negeri.

"Kami selaku asosiasi mengusulkan untuk membuat neraca agar dapat mengetahui jumlah produksi, jumlah impor, dan jumlah penjualan. Kalau data dari semua kementerian terkait dipublikasikan, kita dapat melihat gap dari data 20% itu supaya bisa ditindaklanjuti," papar Ali.

Ia menambahkan, berdasarkan diskusinya dengan Dirjen Beacukai, besar kemungkinan ponsel BM yang masih beredar di masyarakat adalah hasil dari physical smuggling. Ponsel-ponsel tersebut diselundupkan secara ilegal melalui pengiriman laut.

Tag: Ponsel ilegal, Black Market

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35