Portal Berita Ekonomi Minggu, 18 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Kapitra 'Geram' Disebut Bukan Lagi Pengacara Habib Rizieq

Foto Berita Kapitra 'Geram' Disebut Bukan Lagi Pengacara Habib Rizieq
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Anggota Gerakan Nasional Pembela Fatwa Ulama (GNPF-U), Damai Hari Lubis menyatakan Kapita Ampera tak lagi menjadi pengacara Habib Rizieq Syihab, berkaitan dengan pernyataan soal pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu oleh polisi Saudi.

Kapitra mengatakan, hingga kini dirinya masih menjadi pengacara Imam Besar FPI. Bahkan menuduh anggota GNPF-U tersebut hanya mencari sensasi belaka.

"Itu Damai cari panggung saja itu. Ada buktinya tidak? Sampai saat ini saya masih merupakan pengacara Habib Rizieq. Surat kuasanya ada di saya," ujarnya di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Kapitra, dirinya masih terus berkomunikasi intens dengan Habib Rizieq. Dalam pembicaraan itu, menurutnya, tak pernah Habib Rizieq mencabut kuasa.

"Jadi kalau memang dicabut, hanya Habib Rizieq yang bisa mencabut kuasa itu. Bukan Damai," katanya.

Kapitra juga memastikan informasi yang didapatnya mengenai situasi terbaru dari Habib Rizieq adalah valid.

"Saya mendapatkan informasi langsung. Bahwa Habib Rizieq itu dikonfirmasi oleh pihak Saudi, bukan ditangkap," jelasnya.

Sebelumnya, Damai Hari Lubis menyebut Habib Rizieq dalam kondisi baik di Arab Saudi. Menurutnya, Rizieq memang sering bolak-bolak ke instansi yang berwenang untuk mengurus pencabutan cegah dirinya bepergian ke luar negeri oleh Arab Saudi.

"Karena beliau tetap ingin ke Malaysia untuk mempertahankan disertasi gelar doktornya di sebuah perguruan tinggi di negeri jiran tersebut dan lanjut berkeinginan pulang ke Tanah Air," terangnya.

Tag: Kapitra Ampera, Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq), Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Front Pembela Islam (FPI)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35

Recommended Reading

Sabtu, 17/11/2018 18:25 WIB

B20 Diyakini Turunkan Impor Migas, Benarkah?

Jum'at, 16/11/2018 19:53 WIB

Melambat, ULN Indonesia Tumbuh 4,2%

Jum'at, 16/11/2018 18:21 WIB

Beginilah Proses Migrasi Mitra Grab ke Go-Jek

Jum'at, 16/11/2018 10:37 WIB

2018, Pertumbuhan Ekonomi Diproyeksikan 5,1%

Jum'at, 16/11/2018 07:24 WIB

Bank Mayapada Rombak Jajaran Direksi