Portal Berita Ekonomi Selasa, 20 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 05:57 WIB. UEFA Nations League - Liechtenstein 2 vs 2 Armenia
  • 05:57 WIB. UEFA Nations League - Makedonia 4 - 0 Gibraltar
  • 05:56 WIB. UEFA Nations League - Georgia 2 - 1 Kazakhstan
  • 05:56 WIB. UEFA Nations League - Andorra 0 vs 0 Latvia
  • 05:55 WIB. UEFA Nations League - Siprus 0 vs 2 Norwegia
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Bulgaria 1 vs 1 Slovenia
  • 05:54 WIB. UEFA Nations League - Denmark 0 vs 0 Republik Irlandia
  • 05:53 WIB. UEFA Nations League - Republik Ceko 1- 0 Slovakia
  • 05:52 WIB. UEFA Nations League - Jerman 2 vs 2 Belanda
  • 22:05 WIB. Grab - Ditinggal mitra pengemudi, Grab klaim perusahaannya lebih besar dari Go-Jek.
  • 21:53 WIB. Indosat - Indosat akan fokus di video streaming.
  • 21:50 WIB. Indosat - Indosat kejar target 4G di seluruh wilayah operasional.
  • 21:50 WIB. Bukalapak - Kantor Bukalapak di Bandung sudah beroperasi selama seminggu.
  • 20:27 WIB. Facebook - Facebook hapus 15,4 juta konten kekerasan.
  • 20:26 WIB. Apple - Tumblr untuk iOS hilang dari App Store.

Gejolak Ekonomi Global Berdampak ke Sektor UMKM

Foto Berita Gejolak Ekonomi Global Berdampak ke Sektor UMKM
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Corporate Secretary and Chief Economist BNI, Ryan Kiryanto mengatakan, gejolak ekonomi global berdampak terhadap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sebab, terdapat supply chain atau rantai pasok yang membentang antara investasi ke korporasi besar hingga pengusaha skala UMKM.

Menurut Ryan, apabila kondisi ekonomi dunia sedikit melemah, dampak pertama dirasakan oleh korporasi skala besar. Efek dominonya, kata dia, dalam konsep rantai pasok, yakni menurunnya performa korporasi besar berdampak pada korporasi segmen menengah.

"Terakhir, kelas UMKM juga berpotensi terkena efeknya," tutur Ryan dalam diskusi 'Proyeksi Perekonomian 2019: Tantangan dan Peluang Bagi Koperasi dan UKM' di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Ryan mengatakan, kondisi ini berbeda dengan krisis moneter pada 1998. Saat itu, UKM relatif tidak terkena dampak gejolak ekonomi global karena belum banyak pelaku usaha yang bersentuhan dengan nilai tukar dan hampir tidak ada UKM yang melakukan pinjaman dalam valuta asing (valas). Sementara itu, pada 2018, sudah banyak UKM yang meminjam dalam valas, sehingga mudah terdampak.

Tetapi, lanjut Ryan, pelaku UKM tidak akan terbawa dampak gejolak ekonomi global terlalu dalam. Sebab, pengusaha Indonesia terbilang berpengalaman dalam menghadapi dinamika ekonomi.

"Kita sudah belajar dengan kejadian-kejadian kemarin. Ini yang menyebabkan pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi dapat berada di atas 5%," ucapnya.

Selain itu, daya beli masyarakat Indonesia juga terpantau masih terjaga baik. Ryan menjelaskan, kondisi ini terlihat dari tingkat konsumsi rumah tangga pada kuartal III tahun ini mencapai sekitar 5,01%. Sementara itu, sebelumnya lebih tinggi, yakni menyentuh 5,14% di kuartal II.

Poin lain terkait stabilitas daya beli masyarakat adalah transaksi masyarakat menggunakan instrumen ritel sistem pembayaran (ATM, debit, kartu kredit, dan uang elektronik) yang masih berada dalam tren meningkat.

"Per Agustus 2018, transaksi ini tumbuh 9,4% year on year (yoy) yang didominasi instrumen ATM debit dengan pertumbuhan 9,1% yoy," kata Ryan.

Salah satu pelaku UKM produk Anyaman Du'Anyam, Juan Firmansyah mengatakan, dampak gejolak ekonomi global dirasakannya secara langsung. Harga bahan baku dari vendor dan mitra kerja, seperti kulit impor, sempat mengalami peningkatan seiring dengan penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar beberapa waktu belakangan. Bahan baku itu digunakan sebagai komplementer untuk membuat produk jadi berupa anyaman.

Dengan peningkatan harga dari vendor, Juan menambahkan, pihaknya harus melakukan perubahan harga terhadap klien. Meski kenaikkan harga per produk tidak sampai 10%, apabila diakumulasi, kenaikkan tetap terasa berat.

"Mau tidak mau, kami coba komunikasikan dengan klien. Untungnya, mereka paham," ucapnya.

Tag: Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

Penulis: Ning Rahayu

Editor: Rosmayanti

Foto: Ning Rahayu

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6005.297 -7.053 616
2 Agriculture 1442.671 -1.953 20
3 Mining 1844.938 -18.572 47
4 Basic Industry and Chemicals 790.570 -1.875 71
5 Miscellanous Industry 1413.515 -4.728 45
6 Consumer Goods 2338.209 -9.153 49
7 Cons., Property & Real Estate 423.665 3.328 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1076.855 -15.574 71
9 Finance 1145.996 8.015 91
10 Trade & Service 807.510 -3.038 150
No Code Prev Close Change %
1 TRUK 151 202 51 33.77
2 MTSM 139 179 40 28.78
3 SURE 2,930 3,660 730 24.91
4 POLA 228 284 56 24.56
5 KBLV 372 450 78 20.97
6 LPLI 107 124 17 15.89
7 MPRO 770 860 90 11.69
8 IMAS 1,960 2,150 190 9.69
9 TIRA 138 150 12 8.70
10 INRU 640 690 50 7.81
No Code Prev Close Change %
1 AMAG 338 272 -66 -19.53
2 GMTD 14,800 12,100 -2,700 -18.24
3 NIPS 400 350 -50 -12.50
4 RODA 388 340 -48 -12.37
5 ABMM 2,150 1,885 -265 -12.33
6 PYFA 191 171 -20 -10.47
7 PRIM 815 730 -85 -10.43
8 TRIS 250 228 -22 -8.80
9 AKSI 280 260 -20 -7.14
10 INCI 535 500 -35 -6.54
No Code Prev Close Change %
1 ERAA 1,840 1,980 140 7.61
2 TLKM 4,050 3,950 -100 -2.47
3 TRUK 151 202 51 33.77
4 BBCA 24,825 25,100 275 1.11
5 BBRI 3,490 3,520 30 0.86
6 ADRO 1,545 1,485 -60 -3.88
7 INKP 11,900 11,250 -650 -5.46
8 WSKT 1,530 1,630 100 6.54
9 PGAS 2,070 2,030 -40 -1.93
10 PTBA 4,740 4,660 -80 -1.69