Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 15:06 WIB. Multifinance - OJK mencatat penyaluran pembiayaan multifinance tumbuh 5,14% menjadi Rp433,9 triliun.
  • 15:03 WIB. BPJS - BPJS Kesehatan optimis tingkat kepesertaan mencapai 95% pada tahun 2019 ini.

3 Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0

Foto Berita 3 Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam dunia siber di industri 4.0 mendatang, seluruh jaringan dalam perusahaan akan terhubung melalui router. Dengan begitu, para pelaku industri 4.0 perlu menghadapi ancaman-ancaman dunia maya, yang membuat bisnis menjadi sasaran kejahatan siber yang terus meningkat. Ancaman-ancaman tersebut dijelaskan oleh ESET pada diskusi media bertajuk Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0, Rabu (7/11/2018).

Technical Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh menyebutkan, ada tiga tantangan utama yang harus dihadapai pada industri 4.0. Ketiga tantangan itu, Targeted Attack, Ransomware, dan Insider (orang dalam). Dengan adanya tantangan itu, ada beberapa kasus penyerangan siber yang terjadi beberapa waktu belakangan.

"Terkait dengan perkembangan teknologi ke industri 4.0, banyak sekali kasus yang muncul. Mulai dari kasus BlackEnergy pada 2015, Industroyer pada 2016, hingga GreyEnergy pada 2018," kata Yudhi.

Berdasarkan data dari Ponemon Institute pada 2018, rata-rata kerugian akibat pelanggaran data secara global mencapai US$3,86 juta, meningkat 6,4% dari 2017. Selain itu, Breach Level Index mengungkapkan 945 pelanggaran data yang menyebabkan 4,5 miliar catatan data dikompromikan di seluruh dunia pada 6 bulan pertama di 2018. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, terjadi peningkatan sebesar 133% pada jumlah data yang hilang, dicuri, atau dikompromikan.

"Sekarang orang menyerang sistem keamanan bukan untuk ajang pamer seperti dulu, melainkan untuk mencari keuntungan dengan cara mencuri data perusahaan," ujar Yudhi lagi.

Oleh karena itu, ia menilai ada beberapa tantangan besar yang kemungkinan akan menjadi batu sandungan bagi dunia industri di masa depan, yaitu ancaman-ancaman yang bisa menyebabkan kerusakan dan kerugian besar seperti pada data yang dipaparkan sebelumnya.

Targeted Attack

Berdasarkan studi dari Enterprise Enviromental Factor (EEF), 48% produsen di beberapa titik sudah merasakan insiden keamanan. Setengah dari produsen tersebut menderita kerugian finansial atau minimal gangguan terhadap bisnis mereka. Menurut survei, salah satu industri yang berisiko mendapatkan serangan siber adalah manufaktur.

"Dalam targeted attack, yang diincar adalah industri bisnis keuangan, kemudian manufaktur. Contoh kasusnya adalah serangan malware yang sempat memadamkan listrik di Ukraina atau serangan Stuxnet di Iran," papar Yudhi.

Ransomware

Ancaman ransomware masih dinilai paling menakutkan di dunia siber. Bahkan, menurut laporan Verizon 2018, 56% insiden malware melibatkan ransomware, sehingga membuatnya menjadi bentuk malware paling umum. Parahnya, peretas mengincar sistem penting, seperti server, bukan ke perangkat karyawan. Dalam praktiknya, pengembang ransomware mengombinasikannya dengan botnet, bahkan CryptoJacking.

Yudhi menjelaskan, "Menghadapi ransomware bukan perkara mudah, bagi sebuah perusahaan memiliki alat proteksi dari ransomware bukan suatu hal yang bisa ditawar-tawar karena ransomware tak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya."

Insider

Menurut Yudhi, terdapat kesenjangan antara pengetahuan karyawan dan perkembangan sistem keamanan siber. Hal itulah yang menyebabkan banyak kebocoran data perusahaan terjadi, tanpa disadari. Misalnya, saat karyawan salah mengirim dokumen, salah menyalin dokumen, dan meninggalkan komputer dalam keadaan terbuka saat tidak dipakai.

"Seharusnya staf diberikan pelatihan seputar keamanan siber supaya bisa turut menjaganya. Paling mudah itu kalau ada email dari pengirim tak dikenal, diberikan arahan supaya jangan asal klik tautan atau attachment karena itu kemungkinan penyebaran virus," papar Yudhi.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Yudhi kemudian mengatakan agar perusahaan menggunakan nextgen antivirus atau antivirus yang dirancang untuk keamanan siber di industri 4.0. Salah satunya adalah ESET Endpoint v7 yang dibuat untuk mengatasi tantangan keamanan siber.

"Dunia IT Security bebenah setiap saat, ESET memiliki Augur, yaitu teknologi machine learning yang dikembangkan berdasarkan pengalaman kami dalam menghadapi ancaman siber," kata Yudhi akhirnya.

Tag: ESET, Siber

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/John Schnobrich

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56