Portal Berita Ekonomi Rabu, 14 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 23:05 WIB. BRI - BRI salurkan kredit senilai Rp1,2 triliun kepada PLN.
  • 23:03 WIB. PPRO - PP Properti yakin bukukan marketing sales Rp3,8 triliun tahun ini.
  • 23:01 WIB. WSBP - Waskita Beton memangkas target kontrak baru menjadi Rp6,6 triliun.
  • 22:59 WIB. JSMR - Jasa Marga mendapat fasilitas kredit sindikasi sebesar Rp1,2 triliun dari Bank Mandiri, BRI, dan BNI.
  • 22:58 WIB. KAI - KAI disebutkan siap membuka akses skybridge menuju Stasiun Tanah Abang.
  • 22:58 WIB. Pertamina - BBM Satu Harga saat ini hadir di Papua Barat.
  • 22:57 WIB. PTBA - PTBA tertarik untuk mengambil alih wilayah tambang yang saat ini dikelola oleh pemegang PKP2B.
  • 22:54 WIB. PLN - PLN optimistis pendapatan penjualan listrik regional Jawa bagian Barat tahun ini dapat tumbuh 15%.
  • 22:53 WIB. PTBA - PTBA memiliki kelebihan kuota pemenuhan market domestic obligation dan berpotensi melakukan transfer kuota.
  • 22:51 WIB. PGN - PGN mengkalim dapat menyelesaikan pembangunan 4.695 jargas rumah tangga di Tarakan hingga akhir 2018.
  • 22:49 WIB. Jamkrindo - Jamkrindo melakukan pelatihan Manajemen Usaha dan Keuangan UMKM di Yogyakarta.
  • 22:48 WIB. AP I - AP I membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha di Bandara Internasional Yogyakarta.
  • 22:46 WIB. Pelindo I - Pelindo I melakukan modernisasi Pelabuhan Tanjung Balai Asahan.
  • 17:45 WIB. China - Indonesia ajak China kolaborasi dalam konsep Indo-Pasifik
  • 17:42 WIB. Real Madrid - Solari resmi jadi pelatih tetap Real Madrid.

3 Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0

Foto Berita 3 Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Dalam dunia siber di industri 4.0 mendatang, seluruh jaringan dalam perusahaan akan terhubung melalui router. Dengan begitu, para pelaku industri 4.0 perlu menghadapi ancaman-ancaman dunia maya, yang membuat bisnis menjadi sasaran kejahatan siber yang terus meningkat. Ancaman-ancaman tersebut dijelaskan oleh ESET pada diskusi media bertajuk Tantangan Keamanan Siber di Industri 4.0, Rabu (7/11/2018).

Technical Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh menyebutkan, ada tiga tantangan utama yang harus dihadapai pada industri 4.0. Ketiga tantangan itu, Targeted Attack, Ransomware, dan Insider (orang dalam). Dengan adanya tantangan itu, ada beberapa kasus penyerangan siber yang terjadi beberapa waktu belakangan.

"Terkait dengan perkembangan teknologi ke industri 4.0, banyak sekali kasus yang muncul. Mulai dari kasus BlackEnergy pada 2015, Industroyer pada 2016, hingga GreyEnergy pada 2018," kata Yudhi.

Berdasarkan data dari Ponemon Institute pada 2018, rata-rata kerugian akibat pelanggaran data secara global mencapai US$3,86 juta, meningkat 6,4% dari 2017. Selain itu, Breach Level Index mengungkapkan 945 pelanggaran data yang menyebabkan 4,5 miliar catatan data dikompromikan di seluruh dunia pada 6 bulan pertama di 2018. Bila dibandingkan dengan periode yang sama pada 2017, terjadi peningkatan sebesar 133% pada jumlah data yang hilang, dicuri, atau dikompromikan.

"Sekarang orang menyerang sistem keamanan bukan untuk ajang pamer seperti dulu, melainkan untuk mencari keuntungan dengan cara mencuri data perusahaan," ujar Yudhi lagi.

Oleh karena itu, ia menilai ada beberapa tantangan besar yang kemungkinan akan menjadi batu sandungan bagi dunia industri di masa depan, yaitu ancaman-ancaman yang bisa menyebabkan kerusakan dan kerugian besar seperti pada data yang dipaparkan sebelumnya.

Targeted Attack

Berdasarkan studi dari Enterprise Enviromental Factor (EEF), 48% produsen di beberapa titik sudah merasakan insiden keamanan. Setengah dari produsen tersebut menderita kerugian finansial atau minimal gangguan terhadap bisnis mereka. Menurut survei, salah satu industri yang berisiko mendapatkan serangan siber adalah manufaktur.

"Dalam targeted attack, yang diincar adalah industri bisnis keuangan, kemudian manufaktur. Contoh kasusnya adalah serangan malware yang sempat memadamkan listrik di Ukraina atau serangan Stuxnet di Iran," papar Yudhi.

Ransomware

Ancaman ransomware masih dinilai paling menakutkan di dunia siber. Bahkan, menurut laporan Verizon 2018, 56% insiden malware melibatkan ransomware, sehingga membuatnya menjadi bentuk malware paling umum. Parahnya, peretas mengincar sistem penting, seperti server, bukan ke perangkat karyawan. Dalam praktiknya, pengembang ransomware mengombinasikannya dengan botnet, bahkan CryptoJacking.

Yudhi menjelaskan, "Menghadapi ransomware bukan perkara mudah, bagi sebuah perusahaan memiliki alat proteksi dari ransomware bukan suatu hal yang bisa ditawar-tawar karena ransomware tak pernah pilih-pilih ketika menyerang korbannya."

Insider

Menurut Yudhi, terdapat kesenjangan antara pengetahuan karyawan dan perkembangan sistem keamanan siber. Hal itulah yang menyebabkan banyak kebocoran data perusahaan terjadi, tanpa disadari. Misalnya, saat karyawan salah mengirim dokumen, salah menyalin dokumen, dan meninggalkan komputer dalam keadaan terbuka saat tidak dipakai.

"Seharusnya staf diberikan pelatihan seputar keamanan siber supaya bisa turut menjaganya. Paling mudah itu kalau ada email dari pengirim tak dikenal, diberikan arahan supaya jangan asal klik tautan atau attachment karena itu kemungkinan penyebaran virus," papar Yudhi.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, Yudhi kemudian mengatakan agar perusahaan menggunakan nextgen antivirus atau antivirus yang dirancang untuk keamanan siber di industri 4.0. Salah satunya adalah ESET Endpoint v7 yang dibuat untuk mengatasi tantangan keamanan siber.

"Dunia IT Security bebenah setiap saat, ESET memiliki Augur, yaitu teknologi machine learning yang dikembangkan berdasarkan pengalaman kami dalam menghadapi ancaman siber," kata Yudhi akhirnya.

Tag: ESET, Siber

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Rosmayanti

Foto: Unsplash/John Schnobrich

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,953.45 3,913.79
British Pound GBP 1.00 19,296.98 19,098.51
China Yuan CNY 1.00 2,136.68 2,115.36
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,829.00 14,681.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,703.57 10,595.28
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,893.36 1,874.39
Dolar Singapura SGD 1.00 10,740.98 10,632.24
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,759.74 16,589.53
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,539.14 3,499.64
Yen Jepang JPY 100.00 13,025.03 12,891.64

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 5858.293 23.095 615
2 Agriculture 1411.127 -32.663 20
3 Mining 1857.209 -4.113 47
4 Basic Industry and Chemicals 773.140 27.129 71
5 Miscellanous Industry 1364.717 23.298 45
6 Consumer Goods 2299.221 20.658 49
7 Cons., Property & Real Estate 410.574 -3.603 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1041.152 -17.914 71
9 Finance 1105.944 2.470 90
10 Trade & Service 799.593 0.330 150
No Code Prev Close Change %
1 SURE 1,510 1,885 375 24.83
2 DEAL 282 352 70 24.82
3 SOSS 1,250 1,560 310 24.80
4 YPAS 492 595 103 20.93
5 BBLD 402 482 80 19.90
6 GLOB 150 178 28 18.67
7 PSDN 180 210 30 16.67
8 RIGS 206 238 32 15.53
9 LPPS 95 108 13 13.68
10 KKGI 350 394 44 12.57
No Code Prev Close Change %
1 HDTX 216 166 -50 -23.15
2 DUTI 5,350 4,280 -1,070 -20.00
3 GMTD 15,900 12,725 -3,175 -19.97
4 IBST 9,800 8,000 -1,800 -18.37
5 TAMU 2,750 2,430 -320 -11.64
6 ATIC 905 805 -100 -11.05
7 TIRA 157 142 -15 -9.55
8 KONI 172 156 -16 -9.30
9 MYTX 121 110 -11 -9.09
10 LSIP 1,120 1,025 -95 -8.48
No Code Prev Close Change %
1 TKIM 11,150 12,325 1,175 10.54
2 PTBA 4,650 4,880 230 4.95
3 SRIL 366 366 0 0.00
4 WSKT 1,515 1,420 -95 -6.27
5 LPPF 4,790 4,550 -240 -5.01
6 HMSP 3,300 3,370 70 2.12
7 DEAL 282 352 70 24.82
8 TLKM 3,830 3,750 -80 -2.09
9 INKP 11,025 11,700 675 6.12
10 BHIT 78 78 0 0.00