Portal Berita Ekonomi Selasa, 22 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 20:04 WIB. Joglosemarkerto - Okupansi kereta Joglosemarkerto mencapai 186%.
  • 19:41 WIB. Garuda - Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan langsung London–Denpasar.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - BUMN juga didorong untuk mengoptimalkan kembali pasar modal dalam negeri.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - Kementerian BUMN mengungkapkan rencana capex total seluruh BUMN karya mencapai Rp108 triliun pada 2019.
  • 19:30 WIB. BRI Agro - BRI Agro tercatat menyalurkan KUR selama 2018 senilai Rp33,6 miliar, 23,51% dari target.
  • 19:30 WIB. PLN - Ganjar menekankan agar PLN mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan.
  • 19:29 WIB. PLN - Potensi PLTP Gunung Ungaran direncanakan mampu menghasilkan 55 MW.
  • 19:29 WIB. PLN - PLN akan menggarap pembangkit listrik tenaga panas bumi Gunung Ungaran.
  • 19:28 WIB. PEP - Total produksi minyak dan gas Pertamina EP adalah 255 mboepd atau 101% dari target 253 mboepd
  • 19:28 WIB. PEP - Produksi gas Pertamina EP adalah 1.017 mmscfd atau 103% dari target 986 mmscfd.
  • 19:28 WIB. PEP - Produksi minyak PEP pada 2018 adalah 79.690 bopd atau 96% dari target 83.000 bopd.
  • 19:22 WIB. ANTM - Untuk komoditas emas, ANTM mencatatkan penjualan pada tahun 2018 sebanyak 27.258 kg.
  • 19:22 WIB. ANTM - Dari sisi penjualan ANTM mencapai 24.135 TNi atau tumbuh 10% yoy.
  • 19:22 WIB. ANTM - ANTM mencatatakan volume produksi feronikel sebesar 24.868 TNi pada 2018.
  • 06:30 WIB. Samsung - Samsung Galaxy S10 dikabarkan beri fitur baru dalam notch.

BI: Triwulan III, Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar Capai 5,5%

Foto Berita BI: Triwulan III, Laju Pertumbuhan Ekonomi Jabar Capai 5,5%
Warta Ekonomi.co.id, Bandung -

Laju pertumbuhan ekonomi (LPE) Jawa Barat pada triwulan III-2018 masih didorong oleh permintaan domestik. Bank Indonesia Kantor Perwakilan (KpW) Jawa Barat mencatat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat sebesar 5,58% (yoy) atau melambat dibandingkan triwulan II 2018 (5,65%,yoy). Namun, realisasi ini masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan rata-rata LPE Jawa Barat triwulan III pada kurun waktu 2014-2017 yang tercatat sebesar 5,32% (yoy). 

Kepala KPwBI Jabar Doni P Joewono menjelaskan perlambatan pertumbuhan triwulan III 2018 disebabkan oleh melambatnya kinerja LU perdagangan seiring dengan melambatnya konsumsi RT. Hal ini disebabkan karena adanya penurunan permintaan masyarakat setelah sebelumnya pada triwulan II 2018 terdapat momen bulan Ramadhan dan Idul Fitri, serta Pilkada serentak 2018.

"Kinerja pertanian juga terpantau melambat, akibat musim kemarau yang melanda Jawa Barat cukup panjang. Namun, perlambatan ini tertahan oleh meningkatnya konsumsi pemerintah seiring dengan persiapan pemilihan umum 2019, serta peningkatan ekspor khususnya ekspor ke Amerika Serikat," jelasnya kepada wartawan di Bandung, Rabu (7/11/2018).

Doni mengungkapkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2018 diperkirakan akan meningkat dibandingkan triwulan III 2018 yang didorong khususnya dari sisi domestik. Perkiraan tersebut didukung oleh berbagai hasil survei seperti Survei Konsumen, Survei Kegiatan Dunia Usaha dan liaison kepada berbagai perusahaan. Konsumsi rumah tangga, konsumsi LNPRT dan konsumsi pemerintah diperkirakan meningkatseiring meningkatnya permintaan masyarakat menjelang liburan akhir tahun. 

"Selain itu, persiapan menjelang Pemilihan Umum tahun 2019 juga turut mendorong konsumsi baik swasta maupun pemerintah," ujarnya.

Sedangkan dari sisi lapangan usaha, kinerja industri pengolahan diperkirakan juga terdorong oleh permintaan domestik yang meningkat. Di sisi lain, masih ada potensi ekspor khususnya ke Amerika Serikat seiring perbaikan ekonomi AS yang terus berlanjut. Kinerja perdagangan juga diperkirakan akan meningkat seiring dengan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun yang meningkat.

"Untuk keseluruhan tahun 2018, pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan meningkat dibandingkan tahun 2017," ungkapnya.

Dorongan diperkirakan terutama berasal dari sisi domestik khususnya konsumsi lembaga non profit dan pemerintah. Penyelenggaraan Pilkada serentak di 16 Kabupaten/Kota mendorong peningkatan konsumsi LNPRT dan konsumsi pemerintah pada tahun 2018. 

Selain itu, penyelenggaraan Asian Games untuk beberapa cabang olahraga yang diselenggarakan di Jawa Barat turut memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tahun 2018. 

Adapun dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan masih menjadi pendorong utama tumbuhnya ekonomi Jawa Barat. Hal ini untuk memenuhi permintaan domestik yang cukup tinggi di tahun 2018. Selain itu, sektor konstruksi pun diperkirakan meningkat baik konstruksi yang berasal dari proyek pemerintah maupun untuk kebutuhan residensial.

"Tingginya pertumbuhan kredit perumahan di tengah relaksasi ketentuan LTV diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan lapangan usaha," ujarnya.

Dia menambahkan pada Oktober 2018, inflasi Jawa Barat tetap terkendali dalam kisaran sasaran 3,5%±1% (yoy) meskipun masih lebih tinggi dibandingkan nasional. Inflasi tahun ke tahun Jawa Barat pada Oktober 2018 mencapai 3,48% (yoy) lebih tinggi daripada nasional sebesar 3,16% (yoy). Secara bulanan, Jawa Barat mengalami inflasi 0,29% (mtm) yang didorong terutama oleh peningkatan harga bensin, cabai merah, batu bata, pasir dan jeruk.

Dari tujuh kota perhitungan inflasi di Jawa Barat mengalami inflasi dengan inflasi bulanan tertinggi di Kota Bandung (0,50%). Tetapi dari sisi inflasi tahun ke tahun, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bekasi 3,84% (yoy) dan terendah di Kota Tasikmalaya 2,43% (yoy).  

Hal yang juga perlu menjadi perhatian bersama adalah inflasi tahunan Jawa Barat lebih tinggi daripada provinsi lain di Jawa. Inflasi terendah adalah di DIY 2,74% (yoy) dan tertinggi Jawa Barat 3,48% (yoy). 

Beberapa risiko inflasi hingga akhir tahun antara lain kenaikan harga BBM non subsidi yang merupakan dampak dari harga minyak mentah dunia yang terus meningkat, kenaikan biaya transportasi dan beberapa jenis komoditas pangan. 

Oleh karena itu, untuk mendukung pencapaian sasaran inflasi nasional 3,5%±1% (yoy), Tim Pengendalian Inflasi di Jawa Barat telah menyusun aksi nyata/strategi sesuai dengan roadmap TPID. Diantaranya yaitu kerjasama antar daerah khususnya dengan DKI Jakarta dan Banten, optimalisasi Sistem Resi Gudang di Indramayu dan Subang, optimalisasi satgas pangan untuk menjaga kelancaran pasokan dan distribusi serta bantuan armada angkut untuk TPID Kota Bandung. 

Dengan perkembangan tersebut, inflasi Jawa Barat hingga akhir tahun 2018 diperkirakan tetap terkendali dalam rentang sasaran inflasi nasional 3,5%±1%. 

"Seperti di level nasional, BI Jabar juga akan terus memperkuat koordinasi kebijakan dengan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, guna mengendalikan inflasi terjaga pada level yang rendah dan stabil," pungkasnya.

Tag: Bank Indonesia (BI), Jawa Barat (Jabar)

Penulis: Rahmat Saepulloh

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Raisan Al Farisi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20