Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:18 WIB. Mazda - Mazda pilih Thailand jadi basis produksi Hybrid.
  • 08:16 WIB. Line - Rudiantara apresiasi Line yang ikut kembangkan ekonomi digital.
  • 08:14 WIB. Sulteng - Telekomunikasi Sulteng sudah normal, hampir 100%.
  • 08:13 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovenia 1 vs 1 Norwegia
  • 08:12 WIB. Liga Nasional UEFA - Siprus 1 vs 1 Bulgaria
  • 08:12 WIB. PS4 - Selama 5 tahun, PS4 ludes 86,1 juta unit.
  • 08:11 WIB. Liga Nasional UEFA - Wales 1 vs 2 Denmark
  • 08:10 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovakia 4 vs 1 Ukraina
  • 08:09 WIB. Liga Nasional UEFA - Belanda 2 vs 0 Prancis
  • 22:01 WIB. KAI - KAI menegaskan tidak ada sengketa aset dalam proyek Skybridge Tanah Abang.
  • 22:00 WIB. KAI - KAI menyatakan pihaknya segera mencopot iklan rokok di areal stasiun.
  • 20:31 WIB. Himbara - Himpunan Bank Milik Negara berencana merilis produk QR code di awal tahun depan.
  • 20:30 WIB. TLKM - Telkom dikabarkan akan menyuntik Go-Jek senilai Rp4 triliun.
  • 20:30 WIB. TLKM - Merebaknya kabar akan menyuntik Go-Jek, berhasil melesatkan saham Telkom.

Gerindra Minta Yusril Dukung Prabowo-Sandi, Alasannya 'Aneh'

Foto Berita Gerindra Minta Yusril Dukung Prabowo-Sandi, Alasannya 'Aneh'
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Ketua DPP Partai Gerindra, Habiburokhman, merasa keberatan dengan pernyataan Ketum PBB, Yusril Ihza Mahendra yang seolah menyalahkan Prabowo-Sandiaga terkait Pileg 2019.

Habiburokhman mengatakan, agar Partai Bulan Bintang (PBB) meroket dirinya meminta Yusril mendorong PBB mendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Sikap Bang Yusril Ihza Mahendra yang seolah menyalahkan Paslon Prabowo-Sandi terkait sikap PBB yang belum resmi memberikan dukungan menurut saya tidak tepat. Saya baca di media jika Bang Yusril mempertanyakan strategi yang disiapkan agar partai-partai pendukung pasangan tersebut juga berjaya di pileg," jelasnya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Menurutnya, Pemilu kali ini sangat liberal. Soal caleg yang akan dipilih masyarakat bukan karena faktor pasangan di pilpres, dalam hal ini Prabowo-Sandi. Karena itu juga mempertanyakan Yusril yang mengungkit pemilu di Indonesia dan di Malaysia.

"Sistem Pemilu Legislatif dalam UU Pemilu kita sangat liberal, yakni siapa caleg yang memperoileh suara terbanyak dalam satu partai dialah yang akan terpilih lebih dahulu. Jadi persaingan di pemilu legislatif kita bukan hanya terjadi antarpartai, persaingan bahkan sering lebih sengit terjadi di internal partai antarcaleg dalam satu daerah pemilihan," terangnya.

"Dengan kondisi seperti ini, bagaimana mungkin Pak Prabowo dan Pak Sandi dimintai tanggung jawab untuk menjamin berjayanya seluruh partai-partai pendukungnya di pileg sementara di sisi lain kerja pemenangan pilpres saja sudah sangat berat," lanjutnya.

Ia menambahkan, berjayanya partai-partai pendukung Prabowo-Sandi di pileg akan sangat tergantung bagaimana masing-masing caleg pada partai tersebut mencitrakan diri kepada masyarakat, bahwa mereka adalah caleg pendukung Prabowo-Sandi.

Dari pengalamannya di daerah pemilihan, semakin menunjukkan dirinya merupakan pendukung pasangan nomor urut 02, masyarakat semakin mudah menerima. Karenanya, meminta Yusril mendorong PBB mendukung Prabowo-Sandi.

"Harapan saya daripada Bang Yusril berusaha membawa gerbong PBB untuk mendukung Jokowi-Ma'ruf Amin, akan sangat baik jika Bang Yusril mendorong PBB untuk segera secara resmi mendukung Prabowo-Sandi. Saya yakin dengan demikian elektabilitas PBB akan meroket dan insyaallah lolos parlemen threshold 4%," tegasnya.

Tag: Prabowo Subianto Djojohadikusumo, Joko Widodo (Jokowi), Yusril Ihza Mahendra, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Sandiaga Salahuddin Uno

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35