Portal Berita Ekonomi Sabtu, 17 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 08:18 WIB. Mazda - Mazda pilih Thailand jadi basis produksi Hybrid.
  • 08:16 WIB. Line - Rudiantara apresiasi Line yang ikut kembangkan ekonomi digital.
  • 08:14 WIB. Sulteng - Telekomunikasi Sulteng sudah normal, hampir 100%.
  • 08:13 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovenia 1 vs 1 Norwegia
  • 08:12 WIB. Liga Nasional UEFA - Siprus 1 vs 1 Bulgaria
  • 08:12 WIB. PS4 - Selama 5 tahun, PS4 ludes 86,1 juta unit.
  • 08:11 WIB. Liga Nasional UEFA - Wales 1 vs 2 Denmark
  • 08:10 WIB. Liga Nasional UEFA - Slovakia 4 vs 1 Ukraina
  • 08:09 WIB. Liga Nasional UEFA - Belanda 2 vs 0 Prancis

Penting, Penggunaan Teknologi Perlu Didukung Pengetahuan Keamanan Siber

Foto Berita Penting, Penggunaan Teknologi Perlu Didukung Pengetahuan Keamanan Siber
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Mengingat kerugian yang ditimbulkan dari pelanggaran data, rasanya penting bagi pelaku industri meningkatkan keamanan siber perusahaan mereka, terutama di era industri 4.0 yang akan datang, di mana jaringan terintegrasi satu sama lainnya. Bila peretas menyerang server, maka lumpuhlah semua sistem perusahaan. Dalam hal ini, edukasi terhadap stakeholder perusahaan dinilai penting. Hal ini juga berlaku untuk masyarakat awam yang menggunakan perangkat ponsel setiap harinya.

Technical Consultant PT Prosperita ESET Indonesia, Yudhi Kukuh, menyebutkan, berdasarkan data dari Breach Level Index, pada 2018 ini ada 945 pelanggaran data yang setara dengan 4,5 miliar catatan data hilang. Bila dibandingkan dengan tahun 2017, terjadi kenaikan sebesar 133%. Salah satu penyebab dari pelanggaran data tersebut adalah insider atau orang dalam. Bahkan, dalam studinya di tahun ini, Ponemon Institute menyebutkan, 1 dari 4 kebocoran data dilakukan dengan sengaja oleh orang dalam. Motifnya beragam, mulai dari finansial, spionase, dan persaingan bisnis. Namun, faktor lain seperti pengetahuan pengguna juga berperan besar dalam pelanggaran data keamanan.

“Banyak orang menggunakan teknologi, tetapi tidak mengerti cara merawatnya. Dari hasil riset ESET diketahui, 1 dari 3 staff tidak pernah menerima pelatihan seputar keamanan siber, hal tersebut menjadi salah satu pemicu kebocoran data perusahaan,” papar Yudhi, Jakarta Rabu (7/11/2018).

Oleh karena itu, ia menilai, edukasi dan pelatihan terhadap setiap stakehoder perusahaan penting untuk dilakukan. Setiap karyawan juga perlu mengetahui dan mengerti kebijakan sistem keamanan siber di perusahaannya. Hal itu akan mencegah kebocoran data yang mungkin tanpa sadar mereka lakukan.

“Contoh, kalau lagi buka email, terkadang ada yang pengirimnya seolah-olah partner bisnis, padahal sebetulnya bukan. Di email-nya ada attachment, langsung diunduh saja sama karyawan. Itu bisa jadi salah satu penyebab pencurian data loh, staff harus diberi pengertian,” ujar Yudhi lagi.

Selain melalui edukasi, pencegahan terhadap pelanggaran data tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak keamanan yang dapat mencegah pencurian data. Perangkat lunak yang dipilih perusahaan harus dapat memblokir file supaya tidak dapat disalin dan dicetak oleh orang yang tidak memiliki wewenang.

“Dengan produk keamanan itu, perusahaan dapat mengontrol file agar tidak bocor ke pihak eksternal perusahaan," jelas Yudhi.

Perusahaan dapat meningkatkan kualitas keamanan siber melalui pembentukkan sistem keamanan siber yang efektif. Mulai dari penaksiran, pembuatan, penerapan, edukasi, serta evaluasi dan uji coba sistem keamanan secara berkala.

Keamanan Ponsel

Selain menyerang jaringan perusahaan, peretas juga dapat melakukan pelanggaran data pada ponsel yang digunakan masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat perlu memerhatikan penggunaan ponsel mereka agar datanya tak dicuri oleh peretas dunia siber.

“Kalau di tempat umum, jangan gunakan kabel yang terhubung ke port USB, itu berbahaya untuk keamanan data di perangkat ponsel. Sebaiknya lakukan pengisian ulang langsung di colokan listrik saja,” saran Yudhi kepada Warta Ekonomi.

Ia juga mengatakan, bila ada koneksi jaringan Wifi yang dibuka secara cuma-cuma, jangan asal hubungkan dengan perangkat, kecuali identitas penyedianya jelas.

“Wifi yang dibuka tetapi tidak jelas milik siapa bisa saja membahayakan perangkat, karena sekarang malware bisa menyerang lewat Wifi yang menggunakan router. Jadi, dari routernya itu sudah dipasang malware, kalau ada yang connect, langsung terserang.”

Selain itu, Yudhi juga mengingatkan pentingnya memperbarui OS smartphone yang kita gunakan. Bila tidak dilakukan, perangkat tidak akan bisa mengatasi serangan virus yang semakin dikembangkan oleh pembuatnya.

“Beli perangkat harus yang bisa diperbarui Os-nya, kalau tidak bisa bahaya. Lalu, pasangkan juga software keamanan yang bisa mendeteksi serangan dari luar. Ini berlaku untuk ponsel dan komputer,” saran Yudhi lagi.

Tag: Keamanan Siber, PT Prosperita Mitra Indonesia

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Unsplash/Jakob Owens

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35