Portal Berita Ekonomi Minggu, 20 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief

Industri Pembiayaan Tertekan Kondisi Makro, Yield Bakal Naik ke 9%

Foto Berita Industri Pembiayaan Tertekan Kondisi Makro, Yield Bakal Naik ke 9%
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Kondisi ekonomi makro Indonesia di tahun 2019 diprediksikan bakal menekan Industri pembiayaan. Pasalnya, nilai obligasi jatuh tempo tahun 2019 yang mencapai Rp110 triliun.

Analis Pendapatan Tetap Pefindo, Ahmad Nasrudin menjelaskan, industri pembiayaan pada tahun depan masih akan mengalami tantangan dari kenaikan suku bunga perbankan.

“Akan ada tantangan tahun depan yang dialami industri pembiayaan. Apalagi biaya penerbitan obligasi naik,” jelasnya kepada pers di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Namun, pada tahun depan imbal hasil atau yield akan naik menjadi 9% untuk obligasi dengan jangka waktu 10 tahun.

“Sedangkan skenario optimis, yield berada di kisaran 9,35%,” ucap dia.

Dari nilai obligasi jatuh tempo yang mencapai Rp110 triliun pada tahun depan, 60% diperkirakan akan melakukan penerbitan obligasi kembali, sebagai usaha memenuhi kewajibannya.

“Tentunya yang menggunakan cara pembiayaan ulang melalui penerbitan obligasi akan terkena biaya tinggi,” ujar dia.

Sedangkan sisanya, atau sebanyak 40% akan mengelontorkan dana dari kas internal untuk memenuhi kewajibannya.

“Untuk jalur ini, datang dari emiten yang memiliki arus kas kuat seperti emiten pertambangan dan perdagangan,” pungkasnya.

Tag: Pembiayaan, PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo)

Penulis: Annisa Nurfitriyani

Editor: Kumairoh

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6448.156 24.376 627
2 Agriculture 1583.292 -1.764 21
3 Mining 1880.920 11.361 47
4 Basic Industry and Chemicals 889.696 -3.628 71
5 Miscellanous Industry 1443.379 27.257 46
6 Consumer Goods 2607.292 -13.145 51
7 Cons., Property & Real Estate 471.624 -0.108 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1149.241 6.910 71
9 Finance 1234.248 10.015 91
10 Trade & Service 797.089 4.778 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 180 306 126 70.00
2 NATO 103 175 72 69.90
3 SQMI 306 382 76 24.84
4 KMTR 268 334 66 24.63
5 JIHD 476 590 114 23.95
6 INRU 640 785 145 22.66
7 TNCA 206 250 44 21.36
8 INCF 296 358 62 20.95
9 DUTI 3,630 4,390 760 20.94
10 PADI 920 1,090 170 18.48
No Code Prev Close Change %
1 TFCO 735 620 -115 -15.65
2 OCAP 266 226 -40 -15.04
3 YPAS 660 575 -85 -12.88
4 CTTH 126 110 -16 -12.70
5 MFMI 725 635 -90 -12.41
6 BUKK 2,000 1,800 -200 -10.00
7 PYFA 180 163 -17 -9.44
8 TIRA 270 250 -20 -7.41
9 STTP 3,750 3,490 -260 -6.93
10 ASJT 300 280 -20 -6.67
No Code Prev Close Change %
1 INPC 79 80 1 1.27
2 UNTR 26,850 26,925 75 0.28
3 INDY 2,090 2,180 90 4.31
4 ASII 8,275 8,475 200 2.42
5 TLKM 3,990 4,020 30 0.75
6 BUMI 164 174 10 6.10
7 BBRI 3,810 3,820 10 0.26
8 KPAS 210 208 -2 -0.95
9 ERAA 2,310 2,310 0 0.00
10 TSPC 1,600 1,575 -25 -1.56