Portal Berita Ekonomi Senin, 19 November 2018

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 10:21 WIB. BTN - BTN mengaku siap menyerap realisasi KPR FLPP bank BPD.
  • 10:06 WIB. HK - Hutama Karya tengah mempersiapkan pembangunan ruas Pekanbaru-Bangkinang sepanjang 37 kilometer.
  • 09:08 WIB. First Media - Hari ini, Kominfo akan cabut IPFR First Media.
  • 09:07 WIB. Kasasi - Kominfo ajukan kasasi hasil PKPU Internux. 
  • 07:59 WIB. Mandiri - Mandiri akan gandeng Tokopedia untuk pasarkan kartu kredit.
  • 07:05 WIB. Jasindo - Jasindo memanfaatkan tingginya minat umroh dan liburan untuk menjual produk asuransi perjalanan.
  • 06:26 WIB. Pertamina - Pertamina bekerja sama dengan Bank Sumut menggelar promo untuk menggaet pendaftar baru aplikasi MyPertamina.
  • 06:23 WIB. AP II - Pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua menelan dana sekitar Rp100 triliun.
  • 06:22 WIB. AP II - AP II menargetkan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta kedua bisa direalisasikan mulai 2021.
  • 06:06 WIB. ADHI - Target harga saham ADHI berada pada level Rp3.000 per saham.
  • 06:04 WIB. ADHI - Analis menilai bahwa pertumbuhan laba bersih yang dibukukan ADHI pada kuartal III/2018 menjadi yang tertinggi dalam rerata 5 tahun terakhir.
  • 06:01 WIB. Mandiri - Mandiri menyarankan pemerintah meningkatkan porsi pendapatan di luar komoditas misalnya manufaktur.
  • 06:00 WIB. Mandiri - Bank Mandiri masih menyalurkan KPR di beberapa daerah dengan jumlah terbatas.

Kuartal III 2018, Laba Bersih Citibank Turun 29,8% Jadi Rp1,4 Triliun

Foto Berita Kuartal III 2018, Laba Bersih Citibank Turun 29,8% Jadi Rp1,4 Triliun
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Citibank NA, Indonesia (Citibank) membukukan laba bersih sebesar Rp1,4 triliun pada akhir kuartal ketiga 2018. Angka ini turun 29,8% bila dibandingkan periode yang sama di tahun lalu yang sebesar Rp2 triliun.

CEO Citibank, Batara Sianturi mengatakan, penurunan laba bersih ini karena perseroan kembali melakukan pencadangan kerugian di triwulan I 2018, di mana sebelumnya dilepas ke laba pada 2017.

"Karena tahun lalu kami lakukan reversal cadangan kerugian, jadi ada big one reversal cadangan kerugian, sehingga membuat profit tahun lalu besar. Tahun ini dilakukan (pencadangan kembali) di triwulan I 2018, impact-nya ke triwulan berikutnya," ujar Batara di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Dalam laporan keuangan kuartal III 2018, penurunan laba Citibank Indonesia salah satunya disebabkan oleh pendapatan bunga bersih yang turun 3,66% menjadi Rp3,1 triliun dari periode yang sama 2017 sebesar Rp3,2 triliun.

Kemudian biaya operasional Citibank Indonesia juga naik cukup signifikan yaitu 75,84% year on year (yoy) menjadi Rp1,9 triliun dari Rp1,1 triliun di kuartal III 2017. Kenaikan biaya operasional ini salah satunya dikontribusikan dari kenaikkan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sebesar 34% menjadi Rp1,2 triliun.

Meski demikian, kinerja pertumbuhan kredit Citibank Indonesia tetap kinclong, di mana portofolio kreditnya di akhir kuartal ini meningkat 22% yoy menjadi Rp48,5 triliun yang didorong oleh pertumbuhan pada lini bisnis Institutional Banking, utamanya berasal dari sektor keuangan, pertambangan, dan manufaktur. 

Pertumbuhan kredit ini juga ditunjang oleh momentum pertumbuhan DPK sebesar 10%, sehingga memungkinkan Citibank untuk mempertahankan rasio Lending to Funding (RIM) sebesar 76,5%. Kemudian, tingkat permodalan serta kualitas aset juga tetap terjaga, di mana rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) Citibank berada di level 23,95% dan rasio Non-Performing Loan (NPL) bruto dan netto masing-masing sebesar 2,37% dan 0,70%. 

"Kami bangga dengan pertumbuhan kredit sebesar double digit. Citibank NA, Indonesia memiliki neraca yang kokoh dengan tingkat permodalan yang sangat memadai dan likuid," cetus Batara.

Tag: Citibank

Penulis: Fajar Sulaiman

Editor: Rosmayanti

Foto: Fajar Sulaiman

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6012.350 56.614 616
2 Agriculture 1444.624 20.661 20
3 Mining 1863.510 10.282 47
4 Basic Industry and Chemicals 792.445 13.262 71
5 Miscellanous Industry 1418.243 2.734 45
6 Consumer Goods 2347.362 0.220 49
7 Cons., Property & Real Estate 420.337 3.422 72
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1092.429 22.357 71
9 Finance 1137.981 14.830 91
10 Trade & Service 810.548 3.800 150
No Code Prev Close Change %
1 POLA 135 228 93 68.89
2 SOSS 1,560 1,950 390 25.00
3 SURE 2,350 2,930 580 24.68
4 RUIS 230 282 52 22.61
5 ARTO 158 190 32 20.25
6 TRUK 126 151 25 19.84
7 NUSA 254 294 40 15.75
8 ISSP 79 91 12 15.19
9 APEX 1,520 1,720 200 13.16
10 HOME 107 118 11 10.28
No Code Prev Close Change %
1 YULE 190 131 -59 -31.05
2 YPAS 690 525 -165 -23.91
3 AKPI 900 780 -120 -13.33
4 SQMI 248 216 -32 -12.90
5 RELI 280 246 -34 -12.14
6 TAMU 2,700 2,400 -300 -11.11
7 TIRA 154 138 -16 -10.39
8 UNIT 282 254 -28 -9.93
9 IDPR 775 700 -75 -9.68
10 HDTX 197 178 -19 -9.64
No Code Prev Close Change %
1 ESTI 108 99 -9 -8.33
2 BBRI 3,410 3,490 80 2.35
3 TLKM 3,910 4,050 140 3.58
4 BBCA 24,175 24,825 650 2.69
5 HMSP 3,480 3,420 -60 -1.72
6 WSKT 1,500 1,530 30 2.00
7 SMGR 10,300 11,000 700 6.80
8 KPAS 585 540 -45 -7.69
9 ERAA 1,725 1,840 115 6.67
10 BBTN 2,300 2,400 100 4.35