Portal Berita Ekonomi Rabu, 23 Januari 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 06:34 WIB. Kemenkominfo - Kemenkominfo sebut negara tak rugi jika data center di luar negeri.
  • 06:33 WIB. Spotify - Spotify bakal rilis fitur blok artis.
  • 06:32 WIB. WhatsApp - WhatsApp belum penuhi janji batasi penerusan pesan.
  • 06:23 WIB. Google - Jam tangan pintar Google dapat izin rekam detak jantung.
  • 06:15 WIB. Wuling - Diler Wuling mulai buka pesanan Almaz.
  • 06:13 WIB. Ovo - Ovo sebut uang tunai jadi saingan terbesar bisnis fintech.
  • 21:20 WIB. Pelindo III - Arus peti kemas domestik Pelindo III naik 8% dengan total 3 juta TEUs.
  • 21:19 WIB. Pelindo III - Arus peti kemas sepanjang 2018 di pelabuhan yang dikelola Pelindo III naik 8,5%.
  • 20:04 WIB. Joglosemarkerto - Okupansi kereta Joglosemarkerto mencapai 186%.
  • 19:41 WIB. Garuda - Garuda Indonesia resmi mengoperasikan penerbangan langsung London–Denpasar.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - BUMN juga didorong untuk mengoptimalkan kembali pasar modal dalam negeri.
  • 19:31 WIB. BUMN Karya - Kementerian BUMN mengungkapkan rencana capex total seluruh BUMN karya mencapai Rp108 triliun pada 2019.
  • 19:30 WIB. BRI Agro - BRI Agro tercatat menyalurkan KUR selama 2018 senilai Rp33,6 miliar, 23,51% dari target.
  • 19:30 WIB. PLN - Ganjar menekankan agar PLN mengedukasi masyarakat tentang pentingnya penggunaan energi terbarukan.
  • 19:29 WIB. PLN - Potensi PLTP Gunung Ungaran direncanakan mampu menghasilkan 55 MW.

Banser Tantang Aksi Bela Tauhid di Saudi, FPI dan Alumni 212 Berani?

Foto Berita Banser Tantang Aksi Bela Tauhid di Saudi, FPI dan Alumni 212 Berani?
Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -

Merespons kasus Imam Besar FPI, Rizieq Shihab yang sempat diperiksa dan ditahan oleh keamanan Arab Saudi, Komandan Densus 99 Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Mohammad Nuruzzaman menilai sekarang adalah waktu yang tepat menggelar Aksi Bela Tauhid. Namun aksi itu bukan di Indonesia, melainkan di Arab Saudi.

Nuruzzaman mengatakan, para pendukung Aksi Bela Tauhid di Indonesia bisa menggelar aksi serupa di Saudi untuk membela Rizieq dan kalimat tauhid. Sebab, menurutnya bendera yang terpampang di rumah Rizieq sama dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Ya, mereka sekarang saatnya aksi bela Habib Rizieq Shihab dan bendera tauhid di Saudi," katanya di Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Bendera yang menjerat Rizieq juga disebut sama dengan bendera yang dibakar anggota Banser di Garut. Dengan kata lain, benda itu bukan bendera tauhid. Keyakinannya tersebut berdasarkan asumsi bahwa aparat di Saudi tidak akan memeriksa Rizieq jika bendera yang terpasang bukan bendera Hizbut Tahrir (HT).

"Iya, dong. Ini membuktikan bahwa bendera HT itu dilarang di Saudi sebagai kerajaan Islam," ujarnya.

"Pertanyaannya kenapa Saudi melarang bendera HT padahal tulisannya kalimat tauhid? Karena mereka tahu HT ini adalah organisasi politik, bukan organisasi dakwah," lanjutnya.

Ia melanjutkan, bersikap baik kepada orang lain, bertutur kata yang sopan serta hidup saling menghormati adalah contoh sikap menghormati tauhid yang benar.

"Jangan merasa paling Islam dan menghakimi orang lain, tapi belajarlah terus agama Islam yang rahmatan lil alamin, bukan Islam yang membuat ketakutan dan teror," tegasnya.

Ketua Gerakan Pemuda Ansor, Yaqut Cholil Qoumas, melontarkan sindiran serupa. Menurutnya bendera hitam bertuliskan kalimat tauhid yang dibakar di Garut adalah atribut HTI yang dilarang. Bukan bendera tauhid.

"Kalau FPI tetap menyangkal itu bendera terlarang, itu urusan mereka. Jadi silakan saja diurus. Kalau perlu didemo tuh Pemerintah Saudi atau dubes RI untuk Saudi," terangnya.

Tag: Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama (Banser NU), Front Pembela Islam (FPI), Alumni 212, Muhammad Rizieq Shihab (Habib Rizieq)

Penulis/Editor: Irfan Mualim

Foto: Sufri Yuliardi

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,909.74 3,869.89
British Pound GBP 1.00 18,754.69 18,562.19
China Yuan CNY 1.00 2,114.10 2,093.06
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,667.00 14,521.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,673.18 10,561.12
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,872.96 1,854.27
Dolar Singapura SGD 1.00 10,659.93 10,553.05
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,630.91 16,462.46
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,501.31 3,462.33
Yen Jepang JPY 100.00 12,933.86 12,801.73

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6468.562 17.728 627
2 Agriculture 1647.872 5.750 21
3 Mining 1863.738 -32.436 47
4 Basic Industry and Chemicals 902.800 12.599 71
5 Miscellanous Industry 1405.622 -17.950 46
6 Consumer Goods 2618.712 19.207 51
7 Cons., Property & Real Estate 468.741 3.232 74
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1153.740 -1.055 71
9 Finance 1244.267 5.060 91
10 Trade & Service 795.018 0.193 155
No Code Prev Close Change %
1 CLAY 382 476 94 24.61
2 OCAP 212 264 52 24.53
3 MLPT 850 1,030 180 21.18
4 DART 272 328 56 20.59
5 MREI 5,800 6,800 1,000 17.24
6 TIRA 260 300 40 15.38
7 PLIN 3,040 3,500 460 15.13
8 APEX 1,215 1,395 180 14.81
9 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
10 SIMA 240 270 30 12.50
No Code Prev Close Change %
1 SQMI 476 358 -118 -24.79
2 INCF 328 264 -64 -19.51
3 PADI 920 760 -160 -17.39
4 HEXA 3,600 3,100 -500 -13.89
5 SDMU 61 53 -8 -13.11
6 HDTX 146 127 -19 -13.01
7 KIOS 1,790 1,580 -210 -11.73
8 CINT 280 250 -30 -10.71
9 KBLI 340 306 -34 -10.00
10 YPAS 710 645 -65 -9.15
No Code Prev Close Change %
1 HOME 144 142 -2 -1.39
2 ERAA 2,240 2,410 170 7.59
3 BBRI 3,800 3,770 -30 -0.79
4 ISAT 2,090 2,380 290 13.88
5 UNTR 26,850 26,100 -750 -2.79
6 TLKM 4,030 4,000 -30 -0.74
7 BNLI 855 900 45 5.26
8 KPAS 200 185 -15 -7.50
9 ADRO 1,470 1,410 -60 -4.08
10 ESTI 91 89 -2 -2.20