Portal Berita Ekonomi Jum'at, 24 Mei 2019

Perspektif Baru Bisnis & Ekonomi

  • icon facebook kecil
  • icon twitter kecil
  • icon feed kecil
  • icon youtube kecil
  • icon email kecil
Executive Brief
  • 12:42 WIB. Garuda - Garuda Indonesia segera mengoperasikan empat pesawat kargo.
  • 11:34 WIB. IHSG - IHSG ditutup menguat 0,35% ke level 6.053,95 di akhir sesi I. 
  • 10:39 WIB. AP I - AP I berhasil menggagalkan upaya calon penumpang menyelundupkan berang-berang.
  • 10:37 WIB. Mandiri - Bank Mandiri kembali menggali peluang penyaluran kredit ke sektor pertambangan.
  • 10:36 WIB. Mandiri Syariah - Mandiri Syariah memperluas pemanfaatan NIK data kependudukan dan E-KTP.
  • 09:58 WIB. KAEF - Kimia Farma berharap Mediv dapat berkontribusi sebesar 5% terhadap pendapatan ritel.
  • 09:57 WIB. BNI Syariah - BNI Syariah melakukan perjanjian kerja sama dengan PT Deltacendana Citapersada.
  • 09:56 WIB. Telkomsel - Telkomsel menyiapkan tiga platform ekosistem digital nasional.
  • 09:56 WIB. Infrastruktur - Konstruksi akses Bandara Kertajati bisa dimulai pada kuartal ketiga 2019.
  • 09:56 WIB. PT Timah - Timah mengklaim sebagai korporasi pertama yang telah menyelesaikan dokumen RIPPM.
  • 09:39 WIB. Rupiah - Rupiah melemah 0,02% ke level Rp14.463 per dolar AS. 
  • 08:54 WIB. Tol - Pemerintah menjamin keamanan di sepanjang jalan tol Trans-Sumatra.
  • 08:53 WIB. BGR - Bhanda Ghara Reksa membangun gudang pintar ramah lingkungan di Medan.

Tren Pengangguran Terbuka Terus Turun, Namun Masih Perlu Perbaikan

Tren Pengangguran Terbuka Terus Turun, Namun Masih Perlu Perbaikan - Warta Ekonomi
WE Online, Jakarta -

Pertumbuhan di sektor manufaktur, pariwisata, dan makanan-minuman dapat menyerap sebesar 60% dari total angkatan kerja nasional selama 5 tahun terakhir ini. Hal tersebut menjadi salah satu faktor pendukung atas tren penurunan pengangguran terbuka. Meskipun begitu, masih diperlukan perhatian lebih pada tingkat pengangguran terbuka di desa dan yang berbasis pendidikan SMK.

Menurut Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri, mengatakan, sejak tahun 2015, angka pengangguran terbuka mencapai 6,28% dan mengalami penurunan pada 2016 sehingga menjadi 5,61%. Kemudian, turun lagi pada 2017 menjadi 5,50%, dan pada Agustus 2018 kembali turun menjadi 5,34%.

“Kami harus katakan, capaian yang ada belum sepenuhnya seperti yang kita harapkan. Namun, jika melihat trennya, pengangguran terus menurun setiap tahun. Ini adalah tahun dengan angka penganggurannya paling rendah,” ujar Hanif pada Kamis (8/11/2018) di Forum Merdeka Barat 9.

Hanif menyebutkan, sebanyak 9,6 juta angkatan kerja baru sejak 2015-2018 berhasil diserap di industri pengolahan sebesar 24,52%. Sementara, sebagian lain diserap oleh retail besar, kecil, dan reparasi motor sebesar 11%, administrasi pemerintahan/jaminan sosial sebesar 10,9%, konstruksi sebesar 10,88%, kegiatan jasa sebesar 7%, dan akomodasi, kuliner, rekreasi sebesar 4%.

“Secara keseluruhan, tren Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) selalu menurun. Pada 2015, jumlah TPT sebesar 7,31%, kemudian menurun pada 2018 menjadi 6,45%, secara keseluruhan menunjukkan tren positif. Pertumbuhan sektor manufaktur, pariwisata, makanan dan minuman cukup berkontribusi dalam menyerap tenaga kerja,” papar Hanif.

Lantas, kenapa data pengangguran terbuka justru meningkat?

Hanif mengakui, pengangguran terbuka di perdesaan mengalami peningkatan sebesar 0,03%. Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya angkatan kerja baru yang bekerja secara informal di sektor pertanian. Dengan begitu, bila musim panen selesai maka mereka akan kembali menganggur. Meskipun demikian, ia tetap optimis peluang kesempatan kerja di desa dapat meningkat dengan adanya Program Padat Karya. Tak lupa, ada pula program Dana Desa dari Kemendes PDTT.

“Menurut saya, situasi naiknya pengangguran di desa tidak bersifat permanen. Saat masa panen datang dan harga komoditas meningkat maka pengangguran ini otomatis akan turun,” tambah Hanif.

Lebih lanjut, tingkat pengangguran terbuka berbasis pendidikan yang paling besar kontribusinya berasal dari lulusan SMK, yakni sekitar 11,24%. Pada 2015, SMK menyumbangkan tenaga kerja sebanyak 12,65% ke pasar, pada 2016 turun hingga angka 11,11%. Angka tersebut kembali naik menjadi 11,41% pada 2017, tetapi mengalami penurunan pada 2018 menjadi 11,24%.

Walaupun data menunjukkan angka yang fluktuatif, Hanif berkata, bahwa Indonesia harus melihatnya secara optimistis.

"Kemendikbud tentu memiliki banyak pekerjaan, tetapi trennya sudah benar. Pekerjaan rumahnya adalah untuk meningkatkan kemampuan dan menambah kesempatan kerja lulusan SMK," pungkas Hanif.

Tag: Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Forum Merdeka Barat (FMB) 9

Penulis: Tanayastri Dini Isna

Editor: Kumairoh

Foto: Forum Merdeka Barat (FMB) 9

Kurs Rupiah

Mata Uang Simbol Nilai Jual Beli
Arab Saudi Riyal SAR 1.00 3,873.11 3,833.79
British Pound GBP 1.00 18,390.47 18,203.81
China Yuan CNY 1.00 2,105.00 2,084.12
Dolar Amerika Serikat USD 1.00 14,523.00 14,379.00
Dolar Australia AUD 1.00 10,001.99 9,895.63
Dolar Hong Kong HKD 1.00 1,850.58 1,832.12
Dolar Singapura SGD 1.00 10,523.91 10,415.79
EURO Spot Rate EUR 1.00 16,239.62 16,077.16
Ringgit Malaysia MYR 1.00 3,466.11 3,429.29
Yen Jepang JPY 100.00 13,250.91 13,115.94

Ringkasan BEI

No Name Today Change Stock
1 Composite Index 6032.696 93.060 633
2 Agriculture 1370.530 9.038 21
3 Mining 1649.204 16.278 47
4 Basic Industry and Chemicals 722.627 12.743 71
5 Miscellanous Industry 1239.630 17.875 46
6 Consumer Goods 2382.807 22.091 52
7 Cons., Property & Real Estate 444.574 2.807 76
8 Infrastruc., Utility & Trans. 1101.266 30.131 74
9 Finance 1217.684 24.828 90
10 Trade & Service 796.572 4.890 156
No Code Prev Close Change %
1 LMSH 478 590 112 23.43
2 POLA 940 1,145 205 21.81
3 IIKP 56 66 10 17.86
4 BEEF 164 189 25 15.24
5 HITS 570 650 80 14.04
6 RDTX 6,000 6,800 800 13.33
7 MBTO 126 139 13 10.32
8 CNTX 535 590 55 10.28
9 OKAS 150 165 15 10.00
10 MPRO 620 680 60 9.68
No Code Prev Close Change %
1 HDFA 171 112 -59 -34.50
2 BMSR 130 86 -44 -33.85
3 MKNT 165 116 -49 -29.70
4 KONI 282 214 -68 -24.11
5 ARTA 486 380 -106 -21.81
6 POOL 2,780 2,260 -520 -18.71
7 INCF 312 254 -58 -18.59
8 DUTI 5,600 4,600 -1,000 -17.86
9 JSPT 1,245 1,040 -205 -16.47
10 BAYU 2,030 1,735 -295 -14.53
No Code Prev Close Change %
1 BBRI 3,770 3,850 80 2.12
2 MNCN 950 1,030 80 8.42
3 TLKM 3,540 3,660 120 3.39
4 BBCA 27,300 28,025 725 2.66
5 BMRI 7,300 7,575 275 3.77
6 JPFA 1,360 1,400 40 2.94
7 JAYA 140 130 -10 -7.14
8 TAMU 4,810 4,830 20 0.42
9 PTBA 2,850 2,880 30 1.05
10 MAMI 135 132 -3 -2.22